Bagaimana Alexis Sanchez Membuat Arsenal Melemah

Pembelian besar musim panas ini sukses menjawab harganya yang mahal, seperti yang di bilang oleh Chas Newkey-Burden...

Suporter dan pundit (pakar) sepakbola sama-sama memiliki pertanyaan mengenai Arsenal yang tampil tak konsisten: di posisi berapa mereka jika tanpa Alexis Sanchez? Ini adalah pertanyaan retoris, tapi legenda Gunners, Ian Wright menyampaikan jawaban implisit pada akhir pekan lalu di program 606. Dia mengatakan: "Mereka berada di papan tengah klasemen tanpanya."

Jika Anda menganggap itu hanya sesaat, itu pendapat yang menarik. Alexis adalah pencetak gol terbanyak Arsenal dengan 13 gol; pesaing terdekatnya adalah Danny Welbeck yang baru menjaringkan lima gol. Tak kenal lelah,terus menekan, determinasi tingginya telah membentuk adrenalin ajaib yang tidak dimiliki dengan rekan setimnya. Ia dikagumi oleh mereka yang pernah bermain bersamanya, dan ia juga masuk nominasi tim terbaik UEFA tahun ini.

Namun juga mudah hal yang mudah untuk menyatakan bahwa Arsenal dalam beberapa hal akan lebih baik tanpa pemain Chili tersebut. Benar, ia telah membawa gol, semangat dan kemenangan. Namun ia juga merupakan gangguan, meragukan dan berbahaya.

Satu langkah lebih maju...

Musim lalu, The Gunners memenangkan Piala FA dan memimpin klasemen Premier League lebih lama daripada tim lain, termasuk yang akhirnya menjadi juara, Manchester City. Aaron Ramsey adalah detak jantung serangan dalam sebuah musim yang relatif luar biasa. Kebangkitan pemain Wales ini meningkatkan performa Olivier Giroud yang tidak egois, di mana pemain Prancis itu akan menahan bola sebelum mengarahkannya ke para pemain menyerang.

Faktor lainnya adalah kontribusi dari Mesut Ozil yang diremehkan. Pemain Jerman yang sangat berbakat  ini adalah pemain yang tidak egois dan akurat dalam memberikan assist dan menguasai bola, itulah mengapa The Gunners menjadi semakin terfokus pada penguasaan bola, dengan segala kewaspadaan, umpan-umpan kolektif pun tercipta.

FITUR: Ozil, Ronaldo dan kepercayaan juga introvert dalam sepakbola

Ozil menjadi korban dari besarnya pengaruh Sanchez di tim

Sanchez yang bertubuh kecil bukanlah seorang target-man dan secara naluri ia jauh lebih tertarik untuk menerima bola daripada mengumpankannya. "Berikan bola pada saya dan saya akan melakukan sisanya" bisa jadi adalah semboyannya. Dengan tekad dan keberanian itulah ia seolah-olah ingin menuliskan naskah film Hollywood, di mana ia adalah pahlawan dalam segala pertarungan. Karismanya yang kuat terkadang mengintimidasi rekan setimnya yang ingin melakukan hal yang berbeda.

Pemain Chili ini telah menggeser Ozil dari jantung permainan Arsenal. Untuk mengakomodasi pemain baru senilai 35 juta Pounds ini, Ozil terpaksa bermain ke sayap. Pemain Jerman ini tampak tak bisa berbuat banyak di posisi tersebut. Wajahnya kembali tersenyum saat ia dimainkan di posisi no.10 di kandang Aston Villa, karena Sanchez absen.

Banyaknya gelandang dalam satu tim

Ozil dan Ramsey tidak percaya diri dan tampil buruk musim ini dan keduanya menderita cedera. Sementara itu, Sanchez menjadi titik fokus tim. Dia sering meminta bola. Mengingat harganya, status bintang, popularitas dan rekor mencetak golnya, dibutuhkan keberanian dari rekan setimnya untuk membuat keputusan lain. Sepertinya Sanchez, yang yang selalu dituntut untuk patuh pada permintaan Lionel Messi di Nou Camp, menginginkan status dominan yang sama di Emirates.

Jika saja rasa percaya diri dan potensinya di depan gawang setara dengan kemampuannya untuk mengoper bola."

- Chas Newkey-Burden

Jika saja rasa percaya diri dan potensinya di depan gawang setara dengan kemampuannya untuk mengoper bola. Sayangnya, distribusinya biasa-biasa saja: misalnya, melawan Spurs persentase umpan suksesnya adalah 59%; sebagai perbandingan, Mesut Ozil dan Santi Cazorla masing-masing mencetak 92% umpan sukses.

Dan itulah sosok Sanchez saat mengumpan bola. Berbeda dengan filosofi Wenger, daripada melepaskan bola dengan cepat, Sanchez cenderung tetap menahan bola terlalu lama dan kemudian kehilangan bola dalam area berbahaya, dan rekan satu timnya sering mendukungnya. Tak heran jika kemudian The Gunners menjadi semakin rentan menghadapi serangan balik.

Benturan filosofi antara Wenger dan Sanchez terjadi di awal musim. Di Goodison Park, sang manajer tak seperti biasanya menarik pemain Chili di babak pertama. Wenger beberapa kali telah mencadangkan Sanchez  dalam beberapa pertandingan dan memilih dia untuk bermain pertandingan Piala Liga, yang biasanya akan dianggap tidak berarti oleh pemain seperti Sanchez.

Pemain Chile ini harus ditarik keluar saat melawan Everton

Kembalinya sosok "one-man team" 

Dia sekarang adalah jantung permainan tim dan Gunners beresiko menjadi tim yang paling rentan menjadi tim yang hanya mengandalkan kemampuan satu orang. Benar bahwa Ian Wright menyuarakan pujian untuk Sanchez. Dua puluh tahun lalu Arsenal tim yang sangat-sangat mengandalakna satu pemain dan Wright adalah pemain tersebut. Sama bersemangatnya dan tukang pamer seperti Sanchez, ia seperti kekuatan dominan dalam tim besutan George Graham, di mana rekan-rekannya membangun semua serangan untuk dirinya. Fans akhirnya pun menyanyikan:  “And it's I-an Wri-ight, I-an Wri-ight FC…”

Mereka akan berada di papan tengah tanpanya"

- Former Gunner Ian Wright

Bruce Rioch gagal mengurangin dominasi Wright saat melatih The Gunners selaman setahun. Tak sampai paruh kedua musim penuh pertama Wenger di N5, ketika Wright cedera dan Nicolas Anelka masuk, sang bos akhirnya melepaskan cengkeraman Wright dalam tim ini, tanpa perselisihan dan meningkatkan daya serang Arsenal.

Sejak saat itu, sang manajer memprioritaskan semangat tim daripada sekumpulan pemain bintang. Dennis Bergkamp memiliki kelas yang berbeda dan ada pendapat bahwa Arsenal memiliki 'ketergantungan kepada Thierry Henry' di puncak permainan striker Prancis tersebut, tetapi keduanya menempatkan kepentingan tim di atas kepentingan pribadi mereka. Dan, baru akhir pekan lalu, Henry mengatakan kepada Football Focus bahwa kualitas yang dimiliki oleh tim Arsenal yang tak terkalahkan di musim 2003/04 adalah "kebersamaan - semua pemain bersedia memberikan bola kepada pemain yang berada di posisi yang lebih baik."

Wright mencetak 128 gol di 221 penampilan liganya bersama Arsenal antara tahun 1991 dan 1998

Ketika Wenger menandatangani Sanchez ada pendapat muncul bahwa dia akan menjadi Luis Suarez-nya Arsenal. Runtuhnya keberuntungan Liverpool sejak Suarez pergi adalah peringatan keras ke klub lainnya untuk tak memiliki ketergantungan kepada satu pemain saja seperti yang dilakukan Brendan Rodgers musim lalu. Jadi untuk Arsenal, daripada mengikuti pemain Uruguay tersebut, lebih baik bagi Sanchez untuk menjadi Eden Hazard-nya Arsenal,  pemain sayap yang luar biasa lincah yang cocok dengan pola permainan tim yang mengandalakan serangan sayap.

Meskipun pembicaraan mengenai krisis Arsenal telah sering diungkapkan, tapi ini adalah musim yang mengecewakan bagi para suporter. Tapi terimalah hikmahnya, bahwa tanpa Sanchez klub ini akan berada di papan bawah klasemen Premier League.

Cari tahu diurutan berapa Sanchez berada dan perdebatkan #FFT100