Bagaimana Barcelona Akan Berubah di Bawah Asuhan Ernesto Valverde?

Barcelona akan menjalani era baru bersama Ernesto Valverde. Apa yang bisa diharapkan para pendukung Barcelona darinya?

Agak sulit sebenarnya membayangkan bagaimana perubahan Barcelona musim depan dengan kedatangan pelatih anyar yaitu Ernesto Valverde. Eks pelatih Athletic Bilbao ini memang mempunyai tradisi sepakbola yang menekan lawan dengan gencar dan sepakbola menyerang. Namun pertanyaannya, dengan klub sebesar Barcelona yang mempunyai dana belanja yang bisa dibilang cukup besar, bagaimana rencana sekaligus kebutuhan Valverde untuk skuatnya musim depan?

Ini cukup menarik dipertanyakan karena pada umumnya, pelatih baru di suatu klub yang masuk di awal musim biasanya sudah memiliki rencana tersendiri siapa saja pemain yang akan tercoret dan siapa saja pemain yang akan direkrut. Karena seperti yang kita tahu, tradisi Athletic Bilbao yang hanya merekrut pemain asli daerah Basque saja membuat Valverde terbatas untuk melakukan pembenahan skuat tiap musimnya.

Valverde sudah terbiasa dengan situasi serba terbatas di Athletic Bilbao

Bayangkan saja, selama hampir enam tahun Valverde menangani Bilbao (dua kali periode di 2003-2005 dan 2013-2017), tercatat hanya ada 14 pemain yang didatangkan (kebanyakan bebas transfer) oleh tim berjuluk Los Leones tersebut. Paling mahal, biaya transfernya hanya sebesar €8 juta saja, yaitu untuk membeli Raul Garcia dan Benat Extebarria. Jangan lupa juga, mereka yang didatangkan adalah para pria asli daerah Basque. Sisanya, Valverde labih banyak memantau dan mempromosikan pemain muda dari akademi.

Selama hampir enam tahun Valverde menangani Bilbao (dua kali periode di 2003-2005 dan 2013-2017), tercatat hanya ada 14 pemain yang didatangkan

Karenanya juga tak mengherankan jika Valverde sempat mengungkit-ungkit La Masia dan tim B dalam salah satu rencananya yang ia ungkapkan pada konferensi persnya pertama kali saat resmi menangani Barcelona. Secercah harapan untuk para pemuda yang menuntut ilmu di La Masia, tentunya.

Salah satu alumni La Masia yang sempat berkarier di Everton dan AC Milan yaitu Gerard Deulofeu menjadi rekrutan pertama Barcelona musim ini. Barcelona yang masih mempunyai jatah aktivasi klausul pembelian kembali akhirnya menggunakannya. Deulofeu sendiri memang sempat meminta kejelasan statusnya di tim agar tak berakhir duduk santai di bangku cadangan saja.

Deulofeu akhirnya dibawa pulang Barcelona setelah tampil mengesankan di Milan

Tak mengherankan jika Valverde sempat mengungkit-ungkit La Masia dan tim B dalam salah satu rencananya yang ia ungkapkan

Rumor transfer yang menggelayuti Barcelona adalah Marco Veratti. Keengganan PSG melepas dynamo lini tengahnya tersebut juga membuat Barca kini kabarnya membidik nama-nama seperti Dani Ceballos, Paulinho, sampai kepada Lucas Lima. Berkualitas atau tidak, yang jelas merogoh kocek lebih dalam untuk Veratti jelas lebih menjanjikan.

Valverde sendiri memang cukup dikenal dengan formasi 4-2-3-1 selama menangani Athletic Bilbao dalam beberapa musim terakhir. Menempatkan dua gelandang bertahan membuat transisi dari menyerang menuju  bertahan menjadikan bentuk formasi Athletic menjadi 4-4-1-1. Saat menekan kadang juga seskali berubah menjadi 4-2-2-2 dengan Aritz Aduriz sebagai tombak di lini depan.

Selain 4-2-3-1, memang Valverde hanya beberapa kali saja ia memasang formasi 4-3-3 atau bahkan 3-5-2. Situs Transfermrkt mencatat bahwa Valverde pernah menggunakan skema 3 bek di Athletic dalam partai melawan Torino tahun 2015 silam, itupun berakhir dengan kekalahan.

Jika melihat Deulofeu sebagai rekrutan pertama musim ini, mari kita berasumsi bahwa Deulofeu akan dijadikan andalan di penyerang sayap kanan Barca. Saat Enrique menjabat, posisi tersebut diisi oleh Lionel Messi yang sebelumnya menjadi false-nine di era Pep Guardiola, Tito Vilanova, dan Gerardo Martino. Singkatnya, Messi mungkin saja dipersiapkan menjadi gelandang trequartista dibelakang Luis  Suarez oleh Valverde musim depan.