Bagaimana Catatan 502 Gol Lionel Messi Bermula

Melihat kembali bagaimana gol pertama Lionel Messi bersama tim senior Barcelona tercipta...

Ia mengangkat jerseynya tinggi-tinggi di hadapannya, menunjukkan nama dan nomor punggungnya ke depan para pendukung Real Madrid di Santiago Bernabeu. Ia seolah-olah berkata, “Ingat momen ini. Ingat siapa yang menciptakannya.” Sebuah kesombongan yang hanya bisa dimiliki oleh mereka yang benar-benar spesial.

Lionel Messi memang sudah berubah banyak selama hampir 13 tahun karier profesionalnya. Ia telah berkembang dari seorang pemuda yang kelihatannya baik-baik, kalem, dan seperti ‘suci dari dosa’, menjadi seorang pria dewasa dengan begitu banyak tato di lengannya, brewok yang sengaja dibiarkan tumbuh subur, dan emosi yang berulang kali diperlihatkan secara bebas ke muka publik (masih ingat ucapannya ke arah para pendukung Valencia?).

Gaya permainannya pun sudah cukup banyak berubah. Sebagaimana rival besarnya, Cristiano Ronaldo, Messi telah berevolusi. Ia bukan lagi seorang pemain sayap kanan biasa. Ia telah menjadi seorang false nine, seorang playmaker. Ia tidak lagi hanya mengandalkan kecepatan, dribel, dan gerakan menusuk ke tengah dari sayap kanan – ia kini lebih banyak bergerak mundur ke tengah lapangan, menerima bola, lalu membuat pilihan apakah akan mengumpannya secara brilian ke rekan setimnya di depan atau membawanya sendirian untuk menciptakan sebuah pertunjukan spektakuler.

Tapi ada satu hal yang tidak berubah dari seorang Messi, itu adalah kualitasnya di depan gawang lawan.

Gaya permainannya pun sudah cukup banyak berubah. Sebagaimana rival besarnya, Cristiano Ronaldo, Messi telah berevolusi. Tapi ada satu hal yang tidak berubah dari seorang Messi, itu adalah kualitasnya di depan gawang lawan

502 gol yang telah ia catatkan sejauh ini adalah yang terbanyak di sepanjang sejarah FC Barcelona. Jumlah golnya di kompetisi resmi sudah lebih dari dua kali lipat rival terdekatnya (Cesar Rodriguez Alvarez, 232 gol). Dan ia tak pernah mempunyai ‘sindrom pertandingan besar’ seperti beberapa pemain top – keberhasilannya mencetak gol ke-500nya di momen sepenting El Clasico dan dalam kondisi kritis adalah bukti sahihnya.

Catatan luar biasa itu berawal dari pertandingan melawan Albacete pada 1 Mei 2005. Sebagai gambaran, meski menghadapi tim yang jauh lebih lemah dari mereka, laga tersebut bisa dikatakan sebagai laga penting bagi Barcelona; mereka sedang dikejar oleh Real Madrid dalam perebutan gelar juara La Liga, dan ini adalah satu-satunya kompetisi yang masih bisa mereka menangkan di musim 2004/05 karena mereka telah tereliminasi dari Copa del Rey di babak 64 besar dan diusir oleh Chelsea dari Liga Champions Eropa pada babak 16 besar.

Gol yang mengeliminasi Barcelona dari Liga Champions 2004/05

Oh, selain itu: ini adalah peluang terbaik Barca untuk mengakhiri tujuh tahun tanpa trofi yang mereka alami sejak 1998/99.

Fans Barcelona sebetulnya bisa berpikir bahwa mereka, di atas kertas, seharusnya bisa menang besar. Toh, Albacete berada di zona degradasi, dan mereka kalah 10 kali dalam 11 pertandigan terakhir mereka. Tapi pada kenyataannya, Barca kesulitan untuk mencetak gol. Mereka baru mencetak gol di menit ke-66 lewat Samuel Eto’o, dan seperti tak bisa menambahnya lagi hingga menit 80an. Lalu Messi lalu masuk menggantikan Eto’o di menit ke-82 – sebuah perjudian dari Frank Rijkaard kala itu.

Messi langsung memberikan jawaban. Pada sentuhan keduanya, hanya dua menit setelah masuk, ia berhasil menceploskan bola ke dalam gawang Albacete dengan sebuah tendangan chip memanfaatkan umpan cungkil Ronaldinho, sosok yang membantu Messi mendapatkan kepercayaan di tim senior Barca dan membantunya beradaptasi. Sayangnya hakim garis menganggapnya offside, dan gol itu pun dianulir.

Apakah selesai sampai di situ? Tentu saja belum.