Analisa

Bagaimana Chelsea Menyerap dan Menerapkan Filosofi Sarri-Ball

“Saya menyenangi suara dan pujian itu; ‘Sarri-ball, Sarri-ball, Sarri-ball’. Tapi saya benar-benar tak tahu apa maksudnya. Apa karena kita cukup cepat dalam memindahkan bola? Hari ini kita mampu menggerakkan bola dengan sangat baik, namun tidak dalam kecepatan yang cukup baik,” ungkap Maurizio Sarri, awal musim ini seperti dilansir laman ESPN.

We are part of The Trust Project What is it?

“Anda harus memindahkan dan menggerakkan bola dengan kecepatan yang luar biasa di lapangan, meskipun itu cukup beresiko saat bermain selama 90 menit. Namun dengan 75 persen penguasaan bola, tanpa menjebol gawang lawan, itu adalah masalah. Oleh karena itu, kita harus terus meningkatkan aspek ini.”

Istilah Sarri-ball ini jelas muncul dan menggema karena kini para penggemar Chelsea sedang melihat sesuatu yang ajaib setiap kali tim kesayangannya bertanding. Chelsea, semenjak diambil alih Roman Abramovic memang berulang kali mengontrak pelatih-pelatih kaliber dunia, mulai dari Claudio Ranieri, Jose Mourinho, Carlo Ancelotti hingga Antonio Conte dll. Namun mereka semua nyaris serupa; bermain untuk menang dan menyingkirkan sisi estetika dalam sepakbola. Bahkan beberapa titel penting Chelsea dalam dua dekade terakhir seperti Liga Champions Eropa pun diraih dengan sepakbola yang cukup defensif.

Namun Maurizio Sarri berbeda dengan semuanya. Pertama, ia bukanlah mantan pemain Chelsea, atau bahkan pemain sepakbola. Ia adalah seorang mantan pegawai Bank dan hanya pernah melatih klub-klub kecil sebelum akhirnya bersinar di Empoli dan Napoli.

Meski begitu, pemahaman dan caranya mengatur sebuah tim memang layak mendapatkan pujian. Josep Guardiola tak segan-segan memuji Sarri dan siap menunggunya berduel di Premier League saat Sarri masih menangani Napoli. Legenda sepakbola Italia, Fabio Capello dan Arrigo Sacchi pun berpendapat bahwa Sarri adalah pelatih yang luar biasa.

“Sarri adalah salah satu yang terbaik. Seringkali kita menilai orang dari apa yang ia menangkan (gelar), namun sepakbola yang dimainkan oleh Napoli musim ini (2017/18) adalah hal yang luar biasa. Ia bekerja dengan sangat baik dan melihat Napoli bermain adalah sebuah pertunjukan. Jika ia (Sarri) datang ke Premier League, maka sebuah kebanggaan bisa melawan dirinya,” ungkap Pep Guardiola. 

Tentu saja bukan tanpa alasan bos besar Roman Abramovic berani mendatangkan Sarri, seorang pelatih yang tak bergelimang gelar dan tak terlalu menterang CV-nya dalam melatih kesebelasan top Eropa. Roman jelas kini menginginkan hiburan yang berarti saat ia menikmati klubnya bermain di London.

Sarri mempunyai kapasitas itu, dan juga berpeluang mengubah citra Chelsea secara keseluruhan. Satu hal yang harus dipegang teguh oleh Roman adalah; ia harus sabar dengan Sarri jika tak langsung menghasilkan gelar secara instan.