Bagaimana Cristiano Ronaldo Menjadi Yang Terbaik Di Dunia dan Kenapa dia Masih Menyangkal Hal Itu

Michael Cox menempatkan pemain terbaik dalam FourFourTwo 100 Pesepakbola Terbaik Dunia 2014, Cristiano Ronaldo dan memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya bagi bintang Real Madrid dan Portugal ini...

Cristiano Ronaldo telah berkembang menjadi pemain menyerang yang paling lengkap di dunia, tapi harus diingat bagaimana ia beberapa kali berjuang di tahun pertamanya di Premier League.

Ya, ia membuat dampak yang instan, baik saat bermain dan melawan Manchester United. Melawan? Dalam otobiografinya, Sir Alex Ferguson mengenang kinerja Ronaldo melawan Manchester United saat bermain untuk Sporting Lisbon dalam pertandingan persahabatan dan, khususnya bagaimana John O'Shea tiidak mampu mengatasi keahlian, pergerakan, akselerasi dan stepover Ronaldo [kemampuan menipu lawan]. "Kami tidak akan meninggalkan lapangan ini sampai kami menandatangani anak ini [Ronaldo]," katanya kepada Chief Executive United pada saat itu, Peter Kenyon.

Ketika Ronaldo pindah ke Manchester United, dia langsung membuktikan diri. Debutnya terjadi saat melawan Bolton Wanderers: Ferguson memasukkannya saat masih tersisa setengah jam, Manchester United unggul tipis 1-0. Pada akhir pertandingan, Ronaldo menginspirasi kemenangan 4-0 dan disambut oleh para fans seperti George Best di puncak karirnya karena stepover-nya yang menawan.

"Sepertinya para suporter memiliki pahlawan baru," kata Ferguson usai pertandingan. "Ini adalah debut yang luar biasa, hampir tidak bisa dipercaya. Saya merasa penetrasinya bisa membuat perbedaan bagi kami. Kita harus berhati-hati dengan anak itu, Anda harus ingat dia baru 18 tahun dan kami harus memiliki pertimbangan saat kami memainkannya."

Kebanggaan Portugal

Memang, ia tak selalu tampil seperti itu- sebagian alasannya adalah untuk melindunginya, dan sebagian lagi karena Ronaldo memiliki waktu yang sulit untuk menyesuaikan diri dengan Premier League. Ia tiba saat Manchester United memulai evolusi dalam gaya bermain mereka, dan itu empat tahun sebelum ia mengangkat gelar liga pertamanya.

Itu mungkin tidak terdengar seperti waktu yang lama bagi sebagian klub lainnya, tapi untuk Manchester United itu adalah paceklik gelar terpanjang mereka di era Premier League. Arsenal memiliki tim The Invincible, Chelsea memiliki Jose Mourinho. Manchester United berada di tempat ketiga.

Dalam satu pertandingan tandang, melawan Middlesbrough, ia tampil sangat mengesankan: Ronaldo datang sebagai pemain pengganti di sayap kanan, terus melakukan stepover, dan berulang kali ditekel serta tak berada di posisi untuk menghadang saat serangan balik lawan."

Musim pertama Ronaldo diikuti dengan citra bahwa  ia adalah pemain asing yang lincah dan berbakat yang berjuang untuk menyesuaikan diri dengan liga yang mengandalkan fisik dan iklim di negara Inggris. Dia memulai dan mengakhiri musim dengan baik, tetapi musim dingin ia tampil sangat luar biasa. Dalam satu pertandingan tandang, melawan Middlesbrough, ia tampil sangat mengesankan: Ronaldo datang sebagai pemain pengganti di sayap kanan, terus melakukan stepover, dan berulang kali ditekel serta tak berada di posisi untuk menghadang saat serangan balik lawan. Meskipun sekarang terdengar agak lucu, tapi dalam beberapa pertandingan, Ronaldo tampak lebih seperti penghalang daripada sebuah bantuan bagi Manchester United dan kemampuan stepover-nya kerap mengundang ejekan.

Pada akhir musim pertama Ronaldo di Inggris, komedian Frank Skinner memparodikan Ronaldo pada acara 'Fantasy Football' dengan membayangkan keadaan ketika Ronaldo tidak bisa membuat kakinya diam: misalnya, ketika akan berbelanja dan mencoba pasangan sepatu baru. Sketsa itu tidak sangat lucu, tapi intinya jelas. Ronaldo jelas pemain sepak bola berbakat dalam pengertian teknis, namun bakat mentahnya harus diasah menjadi sesuatu yang secara konsisten lebih efisien.

Mengeluarkan Yang Terbaik Darinya

Pada prosesnya, itu dilakukan dengan pembangunan fisiknya. Dia pernah menjadi pemain sayap kurus, lemah dan agak rapuh yang terus-menerus terjatuh saat mendapatkan sedikit tekanan. Seiring waktu, dia belajar untuk menjadi lebih baik secara fisik. Dia jelas menghabiskan banyak waktu di gym, banyak berlatih, dan tinggi badannyajuga menjadi lebih berguna. Dia tidak lagi menjadi pemain sayap yang kurus tapi pemain sayap yang sangat kuat dan serba bisa dalam mengambil peluang - dan juga mampu bermain di posisi sentral.

Selama periode karirnya di Manchester United, rasanya dengan setiap musim yang berlalu, Ronaldo bisa melakukan sesuatu yang baru."

Hal yang sangat penting lainnya adalah fakta bahwa Ronaldo bermain di begitu banyak posisi yang berbeda dalam permainannya. Selama periode karirnya di Manchester United, rasanya dengan setiap musim yang berlalu, Ronaldo bisa melakukan sesuatu yang baru. Tak hanya sekedar menjadi pemain berkemampuan stepover yang sederhana, ia menjadi pemain yang lebih tidak mementingkan diri sendiri dan mengumpan dengan lebih cerdas, ia pun menjadi lebih produktif dengan tembakan jarak jauhnya. Kemudian ia menjadi pemain yang ahli dalam mengeksekusi tendangan bebas dan itu praktis menciptakan metode baru dalam mengambil tendangan bebas dengan tendangan dipping yang terkenal melawan Portsmouth, ia juga semakin baik dalam duel di udara, dan mulai mencetak gol dengan kaki kirinya. Dia bisa mengambil penalti, dan semakin sering mencetak gol juga, membuat dirinya ke posisi seorang poacher klasik. Ia menjadi pemain serba bisa yang lengkap.

Itu menjadi berguna terutama ketika Manchester United berkembang menjadi tim menyerang yang fleksibel. Selama periode tersebut, di mana United menikmati sukses besar di Eropa, seringkali sulit ditebak permainan apa yang akan diterapkan United hanya dengan melihat komposisi pemain sebelum pertandingan.

Ronaldo, serta Wayne Rooney dan Carlos Tevez, semua bisa bermain di kiri, kanan atau di tengah. Secara khusus ini membantu Ronaldo, karena memungkinkan dia untuk bermain di manapun ia yang ia suka: di mana ia bisa menemukan kelemahan lawan, biasanya salah satu bek sayap lawan. Namun, ia juga handal saat bermain di lini depan - gol sundulan yang luar biasa melawan Roma pada tahun 2008 adalah satu yang tak terlupakan.

Posisi utama Ronaldo saat ini adalah di sebelah kiri, memotong ke dalam. Seperti perubahan fisiknya, beragam kemampuan dan sikapnya, sulit untuk membayangkan dia bermain di sebelah kanan sekarang, karena permainannya sangat bergantung pada mencetak gol. Dan, perlu diingat bahwa ia berasal dari Portugal, negara yang terobsesi dengan pemain sayap daripada pencetak gol. Adalah hal yang aneh melihat dirinya – untuk sesaat - bermain di sebelah kanan untuk Portugal melawan Amerika Serikat di Piala Dunia, di mana ia mengirim umpan silang untuk gol sundulan Silvestre Varela yang menyeimbangkan kedudukan di menit terakhir. Itu adalah sosok Ronaldo yang lama.

Pemikiran Jose

Sejak pindah ke Real Madrid, Ronaldo telah mendapatkan keuntungan dengan berada dalam tim di mana manajernya telah membangun tim dengan sempurna sesuai kebutuhannya. Ini sangat jelas bahwa di bawah kepelatihan Jose Mourinho, di mana Ronaldo diperbolehkan untuk bermain sangat tinggi di atas lapangan meskipun ia tetap disebut sebagai pemain sayap kiri dalam formasi 4-2-3-1. Mourinho dikenal karena kecintaannya pada permainan defensif, dan beberapa pemain sayap diijinkan untuk menyerang tanpa bertahan.

Tapi untuk Ronaldo, Mourinho merancang sistem yang memungkinkan dia untuk tetap bermain tinggi dalam posisi untuk serangan balik."

Tapi untuk Ronaldo, Mourinho merancang sistem yang memungkinkan dia untuk tetap bermain tinggi dalam posisi untuk serangan balik. Kadang-kadang, bek kanan lawan akan mendorongnya tanpa tekanan, sehingga mendapatkan ruang untuk mengirim umpan silang. Real berhasil mengatasi ini dengan Xabi Alonso yang melapis lini tengah, Mesut Ozil di sisi kiri dan Angel Di Maria bermain di kedalaman untuk memberikan keseimbangan di sisi yang berlawanan.

Tapi untuk Portugal, itu tidak selalu berjalan lancar. Itu terlihat sangat jelas pada kekalahan 3-2 Portugal atas Denmark di Euro 2012: Ronaldo tidak menunjukkan kewaspadaan dalam pergerakan bek kanan Lars Jacobsen, dan tetap dalam posisi untuk serangan balik. Permainan ini pada dasarnya merupakan pertempuran untuk melihat siapa yang bisa menciptakan peluang lebih banyak, dan yang mengejutkan, pemain itu adalah Jacobson. Saat Portugal memimpin 2-0, Jacobsen memberikan dua umpan silang untuk membuat Denmark bangkit dengan skor 2-2, di kedua posisi sayap di mana Ronaldo kehilangan kesempatan melakukan serangan balik. Akhirnya Varela memberikan gol kemenangan telat untuk Portugal, tapi kelemahan Ronaldo dalam bertahan jelas terlihat.

Namun, itu ada gunanya. Gary Neville pernah menyoroti hal ini, ia berbicara tentang bagaimana pemain seperti Ryan Giggs dan David Beckham akan selalu menjalankan tanggung jawab mereka dalam bertahan, dan ia mengakui jika Ronaldo merasa frustrasi karena dibandingkan dengan mereka. Namun, tidak ada keraguan Ronaldo adalah yang terdahsyat ketika diberi kebebasan untuk tetap berada di posisi serangan balik: Anda tidak ingin dia dia bertahan untuk menjaga bek kanan lawan, dan lebih baik berada di posisi untuk menyerang.

Hanya ketika melawan bek Barcelona Daniel Alves, ketika pemain Brasil itu berada dalam level terbaiknya, membuktikan bahwa hal ini [kemampuan bertahan] Ronaldo adalah masalah yang besar - Ronaldo sering dipindahkan ke kanan oleh Mourinho, sementara Di Maria pindah ke kiri untuk menghadapi Alves.

Sementara itu, Carlo Ancelotti, sudah sering mengubah sistemnya sendiri menjadi formasi seperti 4-4-2, untuk membuat Ronaldo bermain lebih dekat dengan area penalti tanpa membuat sisi kiri menjadi kosong. Ronaldo bisa bermain di kiri, dan mengawali dari kiri, tapi dia tidak harus bertahan di sisi kiri.

Apa Selanjutnya?

Pertanyaan yang paling menarik apa yang selanjutnya terjadi pada Ronaldo. Saat ini tidak menunjukkan tanda-tanda melambat - dia berhasil mencetak 20 gol dalam 11 pertandingan liga musim ini, dan itu baru awal. Namun, akan datang suatu waktu di mana kemampuan mencetak gol Ronaldo mulai menurun, karena ia tidak akan memiliki kekuatan untuk melewati lawan. Ronaldo sangat baik menciptakan ruang untuk dirinya sendiri, dengan akselerasi kecepatan besar dalam jarak tiga atau empat meter, sangat berguna ketika harus terus-menerus memotong ke dalam untuk melepaskan tembakan.

Kemampuan teknis serba bisa, fisik yang luar biasa dan komitmennya untuk mempertahankan standar yang tinggi itu Ronaldo bisa terus dan terus melakukannya selama bertahun-tahun yang akan datang."

Namun, Ronaldo harus mampu beradaptasi dengan permainannya. Jika rivalnya sejak lama, Lionel Messi, akan turun ke posisi yang lebih dalam, dan bahkan mungkin bermain sebagai gelandang, Ronaldo harus membuat pergeseran ke posisi berlawanan dan menjadi striker, karena ia memiliki kekuatan, badan yang tinggi dan keunggulan dalam duel udara. Meskipun saat ini belum terlalu terlihat, dan dengan keterampilan teknisnya yang luar biasa itu berarti dia mampu, setidaknya – untuk terus bergerak, energik, menjadi striker serba bisa yang cepat. Namun, mungkin Ronaldo akan tetap berkeliaran di dekat titik penalti dan mencetak gol di usia 38 tahun.

Secara umum, pemain yang belajar untuk mengandalakan kecepatan mereka jarang yang tidak mendapatkan masalah tersebut [faktor usia]. Tapi untuk sementara Ronaldo belum akan berada di sana. Kemampuan teknis serba bisa, fisik yang luar biasa dan komitmennya untuk mempertahankan standar yang tinggi itu Ronaldo bisa terus dan terus melakukannya selama bertahun-tahun yang akan datang - dan tidak akan ada stepover lagi.

Lainnya di #FFT100