Bagaimana Di Maria melawan tukang ejek di Bernabeu dan menjadi permata di mahkota Real...

Baru pada awal tahun ini, pemain Argentina ini diejek oleh suporternya sendiri. Dua pekan kemudian, tulis Jonathan Fadugba, dia berada jalannya untuk menjadi pemain terpenting Real Madrid... 

Dilihat kembali, itu adalah titik balik yang luar biasa. Pada 6 Januari 2014, dengan 64 menit telah berjalan, Real Madrid kesulitan untuk menaklukkan Celta Vigo. Laga masih imbang 0-0, Carlo Ancelotti memutuskan untuk membuat pergantian pemain, Gareth Bale keluar, Di Maria masuk. Itu bukan kejutan besar - Di Maria berada dalam performa inkonsisten dan hanya bermain 90 menit sekali dari 10 pertandingan Madrid sebelumnya. Tapi apa yang terjadi berikutnya-lah yang terpenting.
 
Saat pemain Argentina ini berlari di luar lapangan [pemanasa], sebagian besar penonton di Bernabeu beranjak. Di Maria diejek. Responnya, dia melakukan apa yang akan dilakukan oleh para penyanyi rap atu para peniru Michael Jackson- ia memegang selangkangannya. Maksud dari gerakannya adalah jelas, ia menantang para penonton atau hanya merasa gatal, itu menimbukan kontroversi yang besar.
 
Real Madrid membuka penyelidikan sikap disiplin terkait aksi tersebut. Di Maria membantah itu tidak direncanakan dan Ancelotti membelanya, tapi setelahnya, pemain sayap ini disingkirkan dari pertandingan Madrid berikutnya melawan Osasuna dan seluruh stadion mencemooh ketika namanya diumumkan sebagai pemain cadangan. Negosiasi kontrak yang diulur-ulur dan dengan jendela transfer terbuka dan popularitasnya pada titik yang rendah, apakah ini tanda usainya 'El Fideo' di Madrid?
 

Melawan mereka yang meragukan dirinya

Tidak sama sekali. Membuktikan orang-orang telah salah merupakan sebuah langkah konsisten dalam karir Di Maria. Dari karir juniornya di El Torito, ketika anak dari pemilik pabrik batu bara ini berlatih dengan tangannya yang hitam karena menyeret karung batu bara, hingga karirnya di Rosario Central saat pemain idola sekaligus rekan setimnya, Kily Gonzales, mencacinya karena membuat keputusan yang salah, kemudian bagaimana ia menjawab keraguan sebagai soerang remaja yang kurus Benfica dan menjadi bagian integral yang membuatnya pindah ke Real Madrid dengan harga 25 juta Euro.

Di Maria mencetak gol dalam dua dari tiga pertandingan Madrid berikutnya. Hanya sedikit pemain Real Madrid yang berhasil mengatasi badai ejekan dari penonton di Bernabeu dan muncul sebagai pahlawan - faktanya ejekan biasanya sebuah pertanda bahwa waktu anda sudah habis. Tanyakan saja pada Jose Mourinho. Tapi dalam dua pekan, segalanya telah dilupakan. "Dengan kembalinya El Fideo menjadi tenar, segala niat untuk menjualnya di bulan Januari telah dibatalkan," kata jurnalis Marca, Hugo Cezero. "Situasi berbalik dalam waktu kurang dari dua pekan. Pemulihannya telah selesai."

Merayakan gol saat masih di Real Madrid

Di Maria kemudian membuat 52 penampilan untuk Real Madrid di musim 2013/14. Dia mencetak 11 gol dan memberikan 26 assist, menciptakan gol ataupun assist untuk timnya tiap 101 menit. Dia membantu timnya meraih La Decima - tropi Champions League ke-10 yang telah lama didambakan - mencetak gol pembukan di final Copa del Rey melawan Barcelona dan terpilih sebagai Man of the Match di final Champions League.
 
Secara keseluruhan dia mencetak 36 gol dan 72 assist dalam 190 laga bersama Real Madrid, menurut Opta, dalam empat tahun terakhir sebelum 2014/15 hanya Lionel Messi yang menciptakan assist lebih banyak di La liga. Saat akhir musim, Di Maria mendapatkan rasa hormat dan kekaguman dari rekan satu timnya, para fans yang sangat mencintainya lagi dan Ancelotti sangat ingin memperpanjang kontraknya.
 
Semua itu menimbulkan pertanyaan yang jelas: mengapa sih Real Madrid membiarkan dia pergi?
 

Selamat Tinggal Bernabeu

Ternyata, itu semua  tidak cukup untuk kekuatan Bernabeu. Anak dari La Perdriel ini telah mempersembahkan perak dan emas, tapi tidak cukup glamor. James Rodriguez adalah idola baru di kota Madrid. Di Maria menjadi tersingkirkan.

"Sayangnya, sepakbola saya bukan selera seseorang," tulis Di Maria dalam sebuah surat terbuka setelah menyelesaikan transfer 59,7 juta Pounds ke United, pesan yang mengarah ke presiden klub Madrid Florentino Perez, yang tidak pernah menganggap pemain berjuluk 'The Noodle' di antara lingkaran dalam klub dari Galactico yang menjual. "Perez tidak ada ketika saya menandatangani kontrak dan dia tidak muncul ketika saya harus memperbaharui kontrak saya," gerutu pemain Argentina tersebut.

Di Maria membawa keseimbangan yang sempurna untuk Real Madrid di paruh kedua musim lalu, beralih ke peran lini tengah dalam formasi 4-3-3 Ancelotti dengan mudah dan sempurna.

Energi, kecepatan, kreativitas dan pemahaman taktisnya memberikan campuran vital, membantu Madrid memenangkan 28 dari 36 pertandingan dari Tahun Baru hingga kemenangan final Liga Champions melawan Atletico Madrid. Meskipun menjual dia ke Manchester United menjadi rekor transfer Real Madrid, itu masih tampak tidak masuk akal.

Membentangkan bendera Argentina setelah memenangkan Liga Champoins

Kehilangan Madrid adalah keuntungan Manchester. Sejujurnya, seragam No.7 di Old Trafford tampak tidak cocok untuk semua penerus Cristiano Ronaldo yang memakainya dengan kesombongan yang tak terkendali dari 2003 hingga 2009. Michael Owen tidak pernah cukup bagus, sementara Antonio Valencia tampak seperti membawa batu di lehernya sebelum melepasnya karena faktor 'takhayul'. Tapi seragam no.7 Manchester United tampak cocok untuk Di Maria seperti Ozwald Boateng.
 
'Angelito' telah mencetak tiga gol dan enam assist dalam 10 penampilan untuk skuad Louis van Gaal yang baru, mencatatkan rata-rata gol atau assist setiap 91 menit. Saat pemain lain membutuhkan berbulan-bulan, bahkan kadang-kadang satu tahun atau lebih untuk beradaptasi dengan keramaian dan hiruk pikuk kehidupan di Premier League, transisi Di Maria telah berjalan mulus.
 
Dalam skuad United dengan rasa yang semakin Spanyol, pemain berusia 26 tahun ini telah menjadi anggota populer dari ruang ganti - apa lagi yang Anda harapkan dari seorang pria yang kemurahan hatinya membuat ia menyewa pesawat musim panas lalu untuk menerbangkan enam teman masa kecilnya dari Rosario ke Rio de Janeiro untuk menyaksikan final Piala Dunia?

Malaikat dari Utara

Di Maria adalah apa yang tidak dimiliki United. Perubahan kecepatan, kecepatan dalam transisi, kemampuan untuk mengalahkan seorang pemain dan mengirimkan umpan - semua atribut the little Angel, mengubah penguasaan bola Red Devils. Sementara dia membuat start yang luar biasa, dengan sekilas sihir - tendangan chip yang luar biasa melawan Leicester, gol dengan kualitas terjamin melawan Everton, umpan dengan sisi luar kaki kirinya untuk Robin van Persie melawan QPR - artinya bahwa masih ada lebih banyak hal yang datang dari pemain termahal dalam sejarah United.

"Chip" indah Di Maria melawan Leicester

"Ini adalah pendapat saya bahwa Di Maria adalah pemain terbaik Madrid, pastinya," kata pelatih Atletico Madrid Diego Simeone sebelum pemain berusia 26 tahun itu ke Old Trafford. "Kemampuannya untuk mengubah permainan di tengah-tengah lapamgan membantu pemain lain untuk bermain dengan baik."
 
Transfer pertama Di Maria, dari El Torito ke Rosario Central pada usia enam tahun, dirampungkan dengan ditukar 26 bola. Dari 26 bola untuk 25 juta Euro dan kemudian menjadi lebih dari dua kali lipat, Angel of the North Manchester terus meroket harganya...