Bagaimana Hazard Menjelma Menjadi Ronaldo Di Chelsea

Pemain terbaik Premier League Stas Zone musim ini telah menyapu bersih penghargaan individu, dan Michael Cox mengatakannya karena Jose Mourinho memaksanya untuk bermain dengan cara yang berbeda...

Ketika Jose Mourinho ditunjuk sebagai manajer Chelsea dua musim panas lalu, Eden Hazard punya masalah. Dia pemain sayap yang bermain di bawah Jose Mourinho - tapi dia bukan pemain sayap kesukaan Jose Mourinho.
 
Sama seperti, misalnya, bek sayap kesukaan Arsene Wenger yang cepat, teknis dan proaktif dengan permainan bertahan, dan bek tengah kesukaan Pep Guardiola yang terkendali, tenang dan baik dalam penguasaan bola, pemain sayap kesukaan Jose Mourinho adalah yang disiplin, pekerja keras dan bagus dalam menyerang dari belakang.
 
Jadi, pemain-pemain seperti Andre Schurrle, Mohamed Salah, Kevin De Bruyne dan Juan Mata tidak bisa bekerja di posisi sayap kanan Chelsea, tapi Willian telah terbukti sempurna.
 
Seorang pelari yang bersedia membantu pertahanan terus-menerus, permainan bertahannya lebih mengesankan daripada permainan menyerangnya, tepat seperti apa yang diinginkan Mourinho. Hazard bukan pemain itu, dan karena itu ia harus beradaptasi.

Ronaldo-nya Jose

Pengecualian untuk pemain sayap kesukaan Mourinho adalah Cristiano Ronaldo di Real Madrid. Di sana, Mourinho tidak meminta Ronaldo untuk berlari kembali dan melindungi bek sayap-nya. Dia tidak meminta dia untuk membentuk sebuah pertahanan kedua dari empat bek di belakang bola.
 
Mou bahkan tidak meminta Ronaldo untuk mengawal bek sayap lawan. Ronaldo diijinkan untuk bermain di garis tinggi lapangan, bersiap dalam posisi untuk serangan balik dan menyebabkan masalah untuk lawan dengan kecepatan dan kemampuan untuk mengalahkan bek kanan lawan. Oleh karena itu, ada dua jalan untuk Hazard: dia bisa mencapai standar pemain sayap Mourinho, atau mencoba untuk menjadi Ronaldo baru.
 
Mourinho bicara jujur soal kebebasan yang ia berikan kepada Ronaldo di Real Madrid. "Cristiano telah memiliki tiga musim yang fantastis dengan saya. Saya tidak tahu apakah itu yang terbaik dalam karirnya karena ia memiliki beberapa momen fantastis dengan Manchester United," kata Mourinho setelah meninggalkan Real Madrid. "Saya pikir kami menciptakan situasi yang fantastis baginya secara taktis di mana ia bisa mengekspresikan semua potensi dan mengubah itu menjadi rekor dan gol."

Mourinho membiarkan Cristiano untuk melakukan keinginannya, yang berhasil mendatangkan trofi

Yang dimaksud dengan kondisi taktis fantastis adalah Ronaldo tidak harus berkontribusi dalam bertahan. Pemain lain - Marcelo, Mesut Ozil, Xabi Alonso, Sami Khedira, Angel Di Maria - dibebani tugas itu dan itu bagus. Mourinho adalah manajer yang sangat fanatik dengan sistemnya, tapi ia dengan senang hati mengubahnya untuk salah satu pemain yang paling luar biasa di dunia.
 
Gary Neville, yang bermain sebagai bek sayap di belakang Ronaldo selama beberapa tahun, mengatakan hal serupa. "Dia benar-benar mengubah pendapat saya dalam bermain," kata mantan kapten Manchester United itu beberapa tahun yang lalu. "Saya selalu diajarkan bahwa saya harus memiliki pemain sayap kanan di depan saya, tapi saya tahu Ronaldo akan berlari dan memenangkan pertandingan kami. Darren Fletcher akan mengatakan bahwa kami harus bermain di sekitar dirinya, karena Ronaldo selalu lebih membahayakan daripada pemain lawan yang ia biarkan berlari untuk menyerang."
 
"Semua teori taktis terencana yang saya pelajari tentang mempertahankan area anda, menjaga area belakang dengan pemain sayap anda, semua hal yang telah melekat dalam diri saya terhapus dalam dua tahun itu karena kami memiliki pemain yang menciptakan aturannya sendiri dengan ijin dari rekan-rekan setimnya."

Perkembangan Hazard

Pertanyaannya, kemudian apakah Hazard bisa dipercaya untuk menjalankan fungsi tersebut. Di Real Madrid, Mourinho menangani pemain di situasi yang unik, pesepakbola superstar di sebuah klub yang membanggakan diri memiliki lebih dari satu superstar. Mourinho, untuk pertama kali dalam karirnya, tidak menjadi tokoh utama - dan itu berarti dia harus membuat pengecualian. Musim pertama Hazard di bawah kepelatihan Mourinho diakhiri dengan banyak kritik karena kurangnya kemampuan bertahan. Dalam kekalahan kandang 1-3 atas Atletico Madrid di semifinal Liga Champions, Chelsea kebobolan dua gol karena Juanfran melewati Hazard dengan mudah.
 
Belgia mengabaikan tanggung jawab bertahan, bukannya terbebas dari tanggung jawab. Dia nyaris tak melakukan apapun saat tidak menguasai bola, sementara Juanfran menciptakan peluang untuk dua gol Atletico.

Mourinho sangat marah, terutama ketika Hazard mengisyaratkan  ia tidak suka dengan pendekatan reaktif dan mengandalkan serangan balik ala Chelsea. "Anda mendapatkan komentar semacam ini dari pemain seperti dirinya: dari pemain yang tidak bisa menyelesaikan masalah seperti yang kami miliki dari gol pertama Atletico," gerutu Mourinho. "Anda memahami kesalahan itu dan mengapa kami kebobolan gol itu ... ketika komentar datang dari pemain seperti Eden, itu normal. Dia bukan tipe pemain yang siap untuk mengorbankan dirinya 100 persen untuk tim. Saya tidak bahagia."
 
Namun situasi membaik. Pada awal musim ini, tidak akan mungkin untuk Mourinho meminta Hazard tetap bermain dengan garis tinggi di lapangan secara permanen. Chelsea sudah terbuka di tengah karena Cesc Fabregas terus menyerang dari posisi yang mendalam, dengan Nemanja Matic harus menutup ruang. Hazard tidak bisa diberi peran bebas, dan harus melewati beberapa tugas bertahan.
 
"Pertahanan kami sangat kuat," kata Hazard pada bulan Desember. "Semua pemain ingin bertahan untuk tim, bahkan para pemain menyerang ... bahkan saya! Dia mengatakan para pemain menyerang untuk maju dan mencetak gol, untuk memainkan permainan kami, tetapi ketika anda tidak menguasai bola anda harus bertahan."

Hazard musim ini telah menjadi mimpi buruk bagi pertahanan lawannya

Pengecualian Yang Luar Biasa

Tapi sekarang, Chelsea menjadi lebih terstruktur di lini tengah. Matic telah memiliki pemain bertahan di sampingnya - kadang Ramires, kadang-kadang  bek tengah yang berubah posisi seperti Kurt Zouma - sementara Willian membuktikan dirinya di sebelah kanan karena dia adalah pilihan yang paling bagus dalam bertahan. Secara teoritis, Matic sekarang bisa menutupi sayap kiri, dengan Cesar Azpilicueta juga dalam posisi bertahan di sisi itu untuk menghentikan serangan.
 
Sekarang, terutama karena Hazard telah menunjukkan kemampuannya untuk mengatur pertandingan - ia bisa mengalahkan lawan, mencetak gol dan menciptakan peluang untuk rekan satu timnya - Hazard tergolong pemain menyerang yang kurang handal bertahan tapi dapat ditoleransi, dan bahkan mungkin lebih didukung.
 
Apakah anda ingin Hazard mengawal bek kanan lawan? Atau apakah anda ingin dia tetap berada di belakang lawannya, dengan mengetahui bahwa hanya bek sayap lawan yang memisahkan dirinya dengan gawang saat ia meguasai bola? Melawan tim lemah, Hazard berlari menciptakan kerusakan di pertahanan lawan saat diijinkan bermain dengan garis tinggi.  Melawan tim kuat, ia sering mendapat bola ketika terkepung di kotak penalti, dekat dengan area permainannya di kiri.

DAPATKAN STATS ZONE

Hazard adalah sosok yang sangat ambisius, ingin menjadi yang terbaik di dunia dan telah berbicara tentang tekadnya untuk meningkatkan jumlah golnya. "Para pemain terbaik di dunia - Lionel Messi, Cristiano Ronaldo -. Mereka mencetak 40-50 gol dalam satu musim Itulah apa yang harus saya lakukan," katanya kepada FFT pada bulan November.
 
Untuk itu, ia perlu bermain lebih tinggi di lapangan. Bisakah dia menjadi Ronaldo-nya Chelsea?

Stats Zone Penjaga Gawang Terbaik Premier League 2014/15
Stats Zone Bek Sayap Terbaik Premier League 2014/15
Stats Zone Bek Tengah Terbaik Premier League 2014/15
Stats Zone Gelandang Tengah Terbaik Premier League 2014/15
Stats Zone Gelandang Serang Terbaik Premier League 2014/15
Stats Zone Penyerang Terbaik Premier League 2014/15
Stats Zone Pemain Terbaik Premier League 2014/15
Stats Zone Pemain Muda Terbaik Premier League 2014/15

Stats Zone Tim Terbaik Premier League Musim 2014/15
Stats Zone Pertandingan Terbaik Premier League 2014/15