Analisa

Bagaimana Hiddink Membantu Fabregas Kembali ke Performa Terbaiknya

Playmaker Spanyol ini mulai menunjukkan kemampuan terbaiknya lagi sejak kedatangan Guus Hiddink pada Desember lalu. Thore Haugstad menggunakan aplikasi analisis GRATIS Stats Zone untuk melihat bagaimana kebangkitan Cesc...

We are part of The Trust Project What is it?

Cesc Fabregas bisa dimaafkan jika merasa ia tidak diinginkan dalam beberapa waktu terakhir. Sekitar 18 bulan yang lalu, playmaker Catalan ini dijual oleh klub masa kecilnya, Barcelona, sebelum menjadi sosok antagonis bagi para pendukung Arsenal dengan bergabung bersama Chelsea. Di Stamford Bridge, sejak itu, ia telah disoraki, dijuluki sebagai seorang yang tak bisa dipercaya, dan dipanggil pengkhianat oleh orang-orang di klubnya sendiri. Ia sepertinya tak disambut baik di manapun. Fabregas mungkin merasa seperti seorang lelaki yang lelah yang pulang dari pekerjaan di mana ia disoraki oleh keluarganya sendiri.

Penurunan performanya tak membantu. Sejak mengatur permainan begitu baik bagi Chelsea di paruh pertama musim lalu, Fabregas mengalami beberapa bulan yang pasti ingin ia lupakan di mana ia muncul sebagai salah satu simbol masalah di bawah Jose Mourinho. Seringkali ia bermain seperti ia mempunyai beban di kakinya dan, ketika umpan-umpan mudah saja gagal, Anda bisa memahami mengapa beberapa orang menuduhnya telah mengecewakan sang manajer. Beberapa penampilan, seperti yang ia lakukan di Tottenham pada November lalu, nyaris seperti guyonan.

Ia mencatatkan 18 assist musim lalu; musim ini ia baru mencatatkan tiga sejauh ini. Jumlah rata-rata umpan kunci per pertandingannya menurun dari 2,8 ke 1,5. Terutama, jumlah umpannya per pertandingan juga menurun dari 80,6 menjadi 70,8, meski Chelsea menguasai bola 0,7% lebih banyak

Meski penurunannya telah dimulai pada awal tahun lalu, perbandingan antara dirinya di dua musim terakhir di Chelsea menunjukkan perbedaan. Ia mencatatkan 18 assist musim lalu; musim ini ia baru mencatatkan tiga sejauh ini. Jumlah rata-rata umpan kunci per pertandingannya menurun dari 2,8 ke 1,5. Terutama, jumlah umpannya per pertandingan juga menurun dari 80,6 menjadi 70,8, meski Chelsea menguasai bola 0,7% lebih banyak. Singkatnya, Fabregas semakin tidak efisien dan tidak penting di tim.

Tak banyak yang berubah darinya setelah Mourinho pergi. Fabregas memulainya dengan disoraki di laga melawan Sunderland, ditarik keluar kala jeda saat melawan Watford, dan kemudian absen di laga melawan Manchester United karena cedera. Namun ia tampil baik lagi dalam empat pertandingan terakhir, dan kini muncul sebagai pemeran penting di balik kebangkitan Chelsea dalam delapan laga tak terkalahkan Chelsea di bawah Guus Hiddink.

Pertunjukkan Fabregas

Kebangkitan Cesc tersebut terjadi mulai di laga melawan Crystal Palace pada 3 Januari. Dengan Nemanja Matic dicadangkan, Fabregas bermain dengan John Obi Mikel, yang kembali ke line-up di bawah Hiddink. Fabregas membuat ball recovery terbanyak dan menyelesaikan 93 umpan dari 104 upaya umpan, jumlah yang menunjukkan peran besar di game manapun: di samping Mikel, yang menyelesaikan 78 dari 82 umpan, tak ada pemain lain yang menyelesaikan lebih dari 55 umpan.

Pertandingan ini mengindikasikan bahwa Mikel mungkin bisa memberikan platform defensif yang lebih kokoh bersama Fabregas. Tanggung jawab mereka yang kontras terlihat nyata, dengan Mikel hanya memberikan distribusi bola secara sederhana dan disiplin memposisikan diri untuk membantu Fabregas berpartisipasi di fase-fase permainan di seluruh lapangan. "Fabregas memainkan pertunjukkannya di babak kedua," kata manajer The Eagles, Alan Pardew. "Kami tidak bisa mendekatinya.”

Di kandang melawan West Brom, duet ini berlanjut. Fabregas menjadi pengumpan terbanyak dengan 77/90 umpan, dan menunjukkan tanda-tanda bahwa kontribusi defensifnya juga meningkat, dengan mencatatkan tekel (3) dan ball recovery (8) terbanyak di Chelsea. Lebih dari sekali Mikel hanya meinggalkan bola untuknya, membuatnya menciptakan tiga peluang dan mendikte tempo permainan.

Imbas yang lebih nyata ia berikan dalam laga imbang 3-3 di kandang melawan Everton. Kali ini, Fabregas mendapatkan kebebasan lebih karena dilindungi oleh Mikel dan Matic, dan menggunakannya untuk menyelesaikan 69 umpan, termasuk umpan cantik lambung ke Diego Costa yang mampu diselesaikan sang striker. Ia kemudian mencetak gol pertamanya di liga musim ini untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Rahasia Hiddink

Saat ini, sudah terlihat nyata bahwa ada perubahan yang terjadi. Hiddink mengatakan ia merasakan level fisiknya telah meningkat, tetapi mereka tidak menyuruhnya untuk melakukan lakukan latihan individu.

“Kami bekerja keras pekan lalu di sesi latihan... dan konsekuensinya, secara fisik, ia merasa sangat, sangat baik," kata Hiddink. "Kami tidak menyuruhnya 'angkat beban 100kg'. Cara kami berlatih menitikberatkan pada ritme dan kecepatan permainan, dan membuatnya juga, menurut opini saya, lebih baik secara fisik.”

Di Emirates Stadium, Mikel dan Matic bermain lagi, tetapi Fabregas terkadang turun ke bawah untuk memulai serangan, menginisiasi permainan individu dan membuat bola terus bergerak. Banyak fitur permainannya yang kembali: one-two yang cepat, tenang saat menguasai bola, umpan ke depan yang terukur, dan umpan satu sentuhan yang bagus. Bahkan ada beberapa kali ia menggiring bola sendiri ke depan.

Kontribusi defensifnya juga terus meningkat. Ketimbang berlari tak jelas ketika tanpa bola, Fabregas turun ke belakang untuk membentuk lima gelandang tengah dan membuat beberapa intervensi. Di akhir laga, ia memuncaki daftar statistik pertandingan untuk kategori upaya umpan (83), umpan di sepertiga lapangan terakhir (25/37), tekel (6), ball recovery (12) dan dilanggar (5). Angka-angka itu menunjukkan penampilan seorang gelandang yang memimpin pertandingan, dan seorang pemain yang tampil buruk di akhir 2015 itu jadi tak dikenali.

Tenang dan percaya diri

Apa yang berubah? Berbicara setelah pertandingan, Hiddink menjawab pengaruh kehadiran Mikel dan Matic. "Ia senang ketika ia bisa bermain dan berperan dalam sisi kreatif, dan juga dengan pemain-pemain yang bisa merebut bola dengan baik," kata Hiddink soal Fabregas. "Ia bisa bermain baik jika keseimbangan tim baik.”

Saya merasa sangat baik. Saya pikir otak saya bekerja lebih cepat daripada beberapa bulan terakhir. Saya agak kesulitan, saya tidak tahu kenapa, tetapi ketajaman saya kembali

Fabregas sendiri tak punya penjelasan pasti, tetapi perubahan itu terasa menyentuh aspek mentalnya. "Saya merasa sangat baik. Saya pikir otak saya bekerja lebih cepat daripada beberapa bulan terakhir," katanya. "Saya agak kesulitan, saya tidak tahu kenapa, tetapi ketajaman saya kembali. Di bawah tekanan, saya lebih punya kontrol, tidak gugup, saya tidak berada di bawah tekanan, tetapi rekan-rekan setim saya membuat segalanya lebih mudah bagi saya. Saya pikir saya berada dalam performa terbaik sekarang.” Jelas. Dalam empat pertandingan terakhir, rata-rata umpannya adalah 77,25, mirip dengan rataan umpannya musim lalu. Banyak hal mengindikasikan bahwa ia sudah hampir kembali ke performa terbaiknya. Dan Fabregas yang dalam performa terbaik jelas merupakan seorang yang diinginkan banyak orang.

Lebih banyak fitur setiap harinya di FFT.com

STATS ZONE Gratis di iOS • Gratis di Android