Kisah

Bagaimana Jesse Lingard Menjadi Sosok Penting untuk Inggris dan Gareth Southgate

Jesse Lingard England Panama

Dalam proses perkembangannya, pemain Manchester United ini hanyalah seorang pemain yang terpinggirkan. Mudah beradaptasi, tapi tidak memiliki karakter. Namun, sekarang sudah tidak lagi, menurut Richard Jolly...

We are part of The Trust Project What is it?

Pada saat pertahanan Panama melihatnya, semua sudah terlambat. Jesse Lingard sudah berada di kotak penalti tanpa pengawalan. Setelah terlambat menyadari kehadirannya, Fidel Escobar melanggarnya. Tendangan penalti yang dihasilkan menjadi gol pertama dari hattrick Harry Kane dalam kemenangan 6-1 untuk Inggris. Lingard mencetak gol terbaik, sebuah tendangan melengkung sejauh 20 yard yang menuju ke pojok atas gawang. Tetapi perannya dalam gol pertama Kane adalah yang paling simbolis.

Dia lahir untuk tidak diperhatikan. Dia adalah pemain yang lambat untuk berkembang, pemain yang terlambat untuk muncul ke permukaan dan sekarang tampaknya memiliki momentum yang sulit dihentikan. Dia adalah wonderkid berusia 25 tahun dari Inggris yang sebenarnya lima bulan lebih tua dari Romelu Lukaku, namun tampak lebih muda karena fisiknya menghambat perkembangannya selama bertahun-tahun.

"Dia berbadan kecil dan pemain yang lambat berkembang," kata Michael Keane, rekan setimnya saat menjuarai FA Youth Cup di Manchester United pada tahun 2011. Yang dimaksud sebenarnya adalah Lingard terkesan mengejutkan semua orang kecuali mereka yang benar-benar mengenalnya. "Saya selalu berpikir dia punya kesempatan," tambah Keane. "Sir Alex Ferguson selalu mengatakan dia tidak akan siap untuk masuk ke tim utama sampai dia berusia 23 tahun dan dia benar soal itu."

Jesse Lingard FA Youth Cup final

Keane tetap berteman dengan Lingard setelah ia meninggalkan Old Trafford untuk pindah ke Burnley dan kemudian Everton, tetapi tidak ada di antara talenta menonjol dalam tim tersebut. Keane dilangkahi Paul Pogba, Ravel Morrison, dan saudaranya, Will. Untuk alasan yang sangat berbeda, Lingard telah melampaui dua di antara mereka.

Hanya di Belakang Layar

Tapi kemudian kualitasnya sering tertutup oleh rekan satu timnya. Itulah hal yang diingat beberapa dari kami para wartawan saat berkumpul di sekitar Lingard setelah United menang di Europa League atas Anderlecht 14 bulan lalu. Setelah pertanyaan tentang penampilannya, fokus beralih ke Marcus Rashford. Striker itu sedang menjadi yang berita lebih besar. Lingard baru sekali itu ditanyai saat wawancara pasca-pertandingan setelah pertandingan ketika ia hanya bermain singkat, tetapi ketika temannya telah menjadi bintang. Sebenarnya dia adalah pendamping Rashford.

Sekali lagi, atributnya dikaburkan. Dia hanyalah Jesse Lingard, sosok yang telah berada di layar belakang selama bertahun-tahun. Dia sudah masuk akademi United sejak berusia tujuh tahun. Foto masa kecilnya dengan Jaap Stam, Phil Neville dan Fabien Barthez merupakan bagian dari montase, tetapi tidak ada perjalanan seperti Rashford  yang kemudian menjadi pemain bintang. Kontrak 100.000 poundsterling per minggu yang diberikan kepadanya pada tahun lalu memunculkan kemarahan di media sosial yang dapat diprediksi. "Itu (kontrak Lingard) adalah hal yang tidak masuk akal" bunyi salah satu pendapat. Sekali lagi, Lingard diremehkan.

Jesse Lingard FA Cup final Crystal Palace

Ini telah menjadi tema yang berulang-ulang – dan bahkan mungkin dia punya andil kesalahan dalam hal itu. Pelatih Manchester United mengatakan kepadanya untuk lebih percaya diri pada tahun 2013. Dia adalah pencetak gol terbanyak di tur pra-musim era David Moyes di Asia, dan kemudian dipinjamkan. Dia menjalani debut liganya bersama Louis van Gaal dan mencetak gol dalam pertandingan keduanya, tetapi kedua masa itu dipisahkan oleh peminjaman selama 15 bulan dan cedera. Ketika dia mencetak gol melawan West Brom, Dele Alli baru saja dipanggil untuk Inggris setelah hanya empat kali menjadi starter di Premier League. Van Gaal mengatakan kalau "terlalu dini" bagi tim nasional untuk memanggil Lingard yang 40 bulan lebih tua dari pemain senior Tottenham itu.

Gol United pertamanya ditonton oleh ibu, ayah, saudara laki-laki, dan pacarnya. Dengan gaya berkomantar Van Gaal, penghormatan kepada sang pencetak gol dipenuhi dengan kritik. "Kami membutuhkan kecepatan dan kreativitas di sayap," katanya. "Jesse Lingard bukan pemain sayap tercepat di dunia."