Bagaimana Menjadi Seorang Pencari Bakat yang Bagus? Belajar dari Para Ahlinya di Eropa...

Kami bertanya pada para sosok profesional bagaimana mencari pemain yang bagus, dan bagaimana caranya untuk menjadi seorang pemandu bakat profesional...

Perekrutan pemain adalah salah satu prosedur terpenting dari sebuah klub sepakbola. Anda tentu sudah tahu kisah hebat Leicester City yang menjuarai Premier League musim lalu berkat kesuksesan mereka yang fantastis di bursa transfer dengan pemain-pemain seperti Riyad Mahrez dan N’Golo Kante.

Ada banyak contoh klub-klub yang menghamburkan jutaan pounds untuk merekrut pemain yang akhirnya tak berhasil (Anda pasti tahu siapa-siapa saja yang kami maksud).

Tetapi tidak ada ilmu pasti untuk merekrut pemain yang tepat bagi sebuah tim, seperti yang diketahui FourFourTwo dari perbincangan kami dengan beberapa orang yang bertanggung jawab untuk merekrut pemain di klub-klub terbesar di Eropa.

Kesalahan terbesar

Ada banyak kesalahan-kesalahan besar yang biasa dilakukan oleh para pencari bakat (scouts). Biasanya, ini terjadi ketika Anda mencari tahu seorang pemain yang sudah banyak diberitakan sebelumnya.

“Anda melihat apa yang ingin Anda lihat dan menjadi emosional, dan membuat Anda sudah memiliki opini sendiri sebelum betul-betul melihat sang pemain,” jelas kepala pemandu bakat Hammarby, Mikael Hjelmberg.

Julian Brandt

Brandt adalah satu bintang muda terkini yang didapatkan oleh para pemandu bakat Leverkusen

Slawomir Czarnieki dari Bayer Leverkusen juga memiliki pendapat yang sama. “Hanya melihat sisi bagus seorang pemain (adalah hal yang buruk). Setiap pemandu bakat pasti ingin melihat pemain (yang direkrutnya) masuk ke klub, dan ini normal. Melihat seorang pemain berkali-kali bisa membuat Anda buta akan detail-detail (yang penting).”

“Aspek lainnya mungkin adalah menyadari perbedaan antara kemampuan si pemain yang sebenarnya dan potensinya di masa depan.”

Kesalahan adalah hanya melihat pemain ketika ia menguasai bola. Penting juga melihat sikap pemain ketika tak menguasai bola

- Ole Nielsen

Direktur olahraga Randers, Ole Nielsen, meyakini bahwa salah satu kesalahan terbesar yang biasa dibuat adalah memiliki sudut pandang yang terbatas.

“Anda tidak bisa hanya melihat si pemain ketika ia menguasai bola,” jelas Nielsen. “Penting juga melihat sikap pemain ketika tak menguasai bola.”

Rekrutan top Leverkusen

  • Javier Hernandez
  • Christoph Kramer
  • Hakan Calhanoglu
  • Jonathan Tah
  • Bernd Leno

Percaya atau tidak, masih ada banyak klub top di dunia ini yang tak memiliki departemen pencari bakat. Lalu bagaimana klub-klub ini merekrut pemain? Sederhana: tergantung kehendak direktur, pelatih senior, atau manajer pada saat itu. Banyak klub-klub Eropa Timur dan klub-klub yang tak terlalu kaya masih beroperasi dengan cara seperti ini. Ratusan juta pounds pun terbuang untuk pemain-pemain yang direkrut hanya berdasarkan kesempatan tanpa melihat data.

Erdi Tokul, pelatih analisis di sebuah klub Turki, 1461 Trabzon, pernah benar-benar belajar dari kesalahan besarnya. Blunder terbesarnya ini memang terdengar simpel, namun toh masih kerap diulangi oleh beberapa klub: “Membeli seorang pemain sebelum benar-benar menyaksikannya dalam sebuah pertandingan secara penuh.”

Dukungan finansial

Pencarian bakat bisa menguras biaya bagi klub-klub sepakbola. Leverkusen, misalnya, saat ini memiliki 50 pencari bakat paruh waktu dan 15 pencari bakat penuh waktu. Di sisi lain, klub-klub Skandinavia seperti Hammarby dan Viborg hanya memiliki satu anggota staf yang dipekerjakan secara penuh waktu di divisi pencarian bakat. Kompetisi di bidang ini tinggi.

Ditambah lagi, ada beberapa pemandu bakat di seluruh dunia yang bekerja secara sukarela (probono). Anda bisa mendapatkan tiket gratis dan dalam beberapa kasus, klub akan membayar pengeluaran Anda, seperti misalnya biaya bahan bakar kendaraan ketika melakukan perjalanan. Tapi jangan pernah percaya bahwa ini adalah pekerjaan yang glamor. Bagi kebanyakan pencari bakat, ini bukanlah pekerjaan yang menghasilkan banyak uang.

Steve Walsh

Kepala perekrutan Leicester, Steve Walsh (kanan) mendapatkan banyak pujian atas kesuksesan Leicester

Ada beberapa hal lain yang perlu Anda pertimbangkan juga. “Pastikan keluarga Anda memahami profesi Anda – profesi ini membutuhkan banyak waktu dan Anda akan sering bepergian,” kata kepala pencari bakat Hammarby, Hjelmberg. “Ambisius lah dan sering berbicara dengan pelatih kepala dan direktur olahraga klub Anda.”

Aspek penting lainnya adalah berlatih. Ya, Anda juga harus berlatih, seperti juga profesi lainnya. “Anda harus menonton banyak pertandingan dengan cara melihat ala pencari bakat,” ujar Tokul dari 1461 Trabzon.