Bagaimana Nasib 10 Pemain Muda Terbaik Versi Football Manager 2008 Saat ini?

Anda mungkin telah menyimak daftar 100 Pemain Muda Terbaik di Planet Bumi kami, hasil kolaborasi bersama kerabat kami di FM Towers. Namun, bagaimana kabar para bintang berikut ini yang sedekade silam ditakdirkan merengkuh kejayaan?​

10. Micah Richards

Micah Richards

Ada asa yang membumbung tinggi terhadap diri Richards pada 2008 lalu; beberapa bulan sebelum terungkap bahwa ia menduduki posisi ke-10 sebagai pemain muda dengan penilaian paling tinggi di Football Manager, Stuart Pearce, manajer Manchester City, mengungkapkan kepada para reporter bahwa ia “akan senang melihat Micah bertahan, menjadi kapten klub, mungkin menetap di sini selama 10 tahun dan memangku beban klub di pundaknya jika ia mampu”. Permintaan yang tak berlebihan saat itu.

Richards menjadi pemain reguler selama enam musim beruntun sejak tahun 2006 dan memainkan peranan fundamental dalam keberhasilan spektakuler City meraih gelar Liga Primer 2011/12

Pengambilalihan klub oleh konglomerat super kaya asal Abu Dhabi memang memperkecil peluang Richards untuk terus menjadi pemain utama selama satu dekade setelah ucapan tersebut diungkapkan, namun tak ada yang memprediksi begitu cepatnya kemerosotan kariernya hingga saat ini. Peminjaman ke Fiorentina pada musim 2014/15 tak begitu membuahkan hasil hingga semusim berikutnya ia dipermanenkan oleh Aston Villa yang terdegradasi ke divisi Championship, di mana ia bahkan kesulitan untuk mendapatkan waktu bermain musim ini.

Namun sebetulnya, kariernya di City tak sepenuhnya buruk: sebelum tergeser oleh Pablo Zabaleta, ia menjadi pemain reguler selama enam musim beruntun sejak tahun 2006 dan memainkan peranan penting dalam keberhasilan spektakuler City meraih gelar liga musim 2011/12 di bawah arahan Roberto Mancini.

9. Marcelo

Meski usianya baru 29 tahun, namun ia sudah menghabiskan lebih dari satu dekade kariernya di Real Madrid sejak pindah dari Fluminense ke raksasa Spanyol tersebut pada Januari 2007.

Pada 2006, Marcelo mengukir gol internasional perdananya di White Hart Lane kala Brazil mennumbangkan Wales 2-0

Ketika namanya masuk dalam daftar remaja terbaik Football Manager setahun berselang, bek kiri dengan karakter menyerang ini masih beradaptasi di Bernabeu dan tak sedikit yang ragu apakah ia akan bertahan lama di klub itu usai menjalani musim yang kurang bagus bersama entrenador Juande Ramos pada 2009 lalu.

Kenyataannya, Marcelo akhir-akhir ini berhasil membungkam banyak orang yang ragu terhadapnya. Anggapan bahwa dirinya adalah pemain dengan kemampuan bertahan yang buruk selalu tak adil, namun dalam beberapa musim terakhir pemain Brasil ini sudah membuktikan bahwa ia adalah salah satu pemain terbaik di posisinya.

8. Marek Hamsik

Nama lain yang masih bertahan dengan tim yang merekrutnya pada tahun 2007 ini kian mendekati rekor gol Diego Maradona untuk Napoli – pada saat artikel ini ditulis, ia hanya butuh tambahan dua gol untuk melampaui rekor pemain Argentina tersebut, yaitu 115 gol.

Hamsik dinobatkan sebagai pesepak bola terbaik tahunan Slovakia selama enam kali dari delapan penganugerahan terakhir. Dua tahun lainnya? Dimenangkan Martin Skrtel

Pemain yang pada awal kariernya disebut-sebut punya gaya bermain yang mirip dengan legenda Juventus, Pavel Nedved, ini telah berevolusi dalam beberapa tahun terakhir. Ia cenderung diplot sebagai bagian dari trisula Napoli semasa kepelatihan Walter Mazzari di Stadio San Paolo pada rentang tahun 2009 hingga 2013, namun beberapa musim terakhir ini, posisinya ditempatkan lebih ke tengah dalam trio gelandang racikan Maurizio Sarri.

Sayangnya, sampai sekarang, Coppa Italia 2012 adalah satu-satunya trofi yang ia raih bersama Napoli dan kini ia akan berjuang hingga titik penghabisan untuk mengakhiri puasa gelar Scudetto 27 tahun klubnya musim ini.

7. Zdravko Kuzmanovic

Kuzmanovic membangun karier yang cemerlang dengan bermain di kasta elite liga Italia, Swiss, Jerman, serta Spanyol, namun sulit untuk menyangkal bahwa dirinya tak pernah benar-benar menjelma menjadi pemain yang sesuai dengan ekspektasi di awal karier.

Kuzmanovic pernah mewakili timnas Swiss U-21 sebelum beralih memperkuat timnas senior Serbia

Gelandang yang pernah menyabet Golden Player of the Year Swiss di tahun 2006 ini meninggalkan Basel dan bergabung dengan Fiorentina pada Januari tahun berikutnya. Masa-masanya di Tucany terbilang sukses, namun pada tahun 2009 ia kembali berganti klub dan kali ini Stuttgart menjadi pelabuhannya dengan biaya transfer £7 juta. Sejak saat itu, silih berganti ia membela Inter, Basel (lagi), Udinese, dan saat ini tengah berkostum Malaga dengan berstatus sebagai pemain pinjaman.

Meski ia tak pernah lagi berseragam Serbia sejak tahun 2014, namun Kuzmanovic pasti berharap mendapat panggilan internasional untuk memperkuat kembali negaranya di Piala Dunia Rusia musim panas tahun depan.