Kisah

Bagaimana Nasib Para Pemain Indonesia yang Tampil di Final Piala AFF 2010 di Bukit Jalil?

We are part of The Trust Project What is it?

M. Nasuha

Hingga saat ini, Indonesia sepertinya akan kesulitan untuk menemukan full-back seatraktif M. Nasuha. Ia cepat, mempunyai kemampuan menyerang mumpuni, dan seperti mempunyai paru-paru cadangan karena nyaris tak pernah terlihat lelah meski terus-terusan lari kencang di sepanajang pertandingan. Tak heran, selain Cristian Gonzales, Ahmad Bustomi, dan Irfan Bachdim, ia kemudian menjadi salah satu pemain Indonesia paling menarik perhatian dalam gelaran Piala AFF 2010.

Sayangnya, sewaktu di Bukit Jalil, Malaysia menyadari kemampuan Nasuha tersebut. Mereka kemudian sering kali menciptakan situasi overload di wilayah kiri pertahanan Indonesia, yang membuat Nasuha tidak nyaman untuk melaju ke depan. Strategi ini ternyata manjur. Tanpa bantuan Nasuha, serangan Indonesia terlihat begitu menonton.

Saat ini, tidak seperti pemain-pemain timnas Indonesia di Piala AFF 2010 lainnya, Nasuha memiliki nasib yang kurang baik. Sementara rekan-rekannya masih aktif bermain, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di meja perawatan. Penyebabnya: sejak akhir tahun 2011 lalu, ia menderita cedera lutut parah, dari mengalami robek meniscus hingga mengalami robek ACL.

Zulkifli Syukur 

Zulkifli Syukur tampil penuh di Bukit Jalil waktu itu. Meski begitu, ia tidak banyak berkontribusi dalam pertandingan tersebut. Sebaliknya, bersama Hamka Hamzah, Maman Abdurahman, dan M. Nasuha di lini pertahanan, ia justru ikut bertanggung jawab saat gawang Markus Horison kebobolan tiga kali dalam pertandingan tersebut.

Saat ini, setelah sempat berpetualang ke Malang, Bandung, hingga ke Kutai Kartanegara, Zulkifli Syukur memperkuat PSM Makassar, klub asal tanah kelahirannya. Pemain berusia 33 tahun ini sendiri sudah membela PSM sejak tahun 2016. Dan yang perlu Anda ketahui, meski tidak secepat dulu, Zulkifli ternyata masih bisa bersaing dengan para full-back tangguh di Liga 1 lainnya.

Ahmad Bustomi 

Ahmad Bustomi bisa dibilang merupakan pemain terbaik Indonesia dalam gelaran Piala AFF 2010. Ia pandai memainkan tempo. Dan yang paling penting, ia mampu membuat permainan Indonesia enak dilihat karena kemampuannya dalam melakukan operan-operan pendek. Bahkan di Bukit Jalil, Bustomi merupakan satu-satunya pemain Indonesia yang sama sekali tak gentar menghadapi determinasi pemain-pemain Malaysia. Ia tetap mampu tampil tenang dalam pertandingan tersebut.

Setelah Piala AFF 2010, Bustomi masih sering keluar masuk timnas Indonesia. Meski begitu, secara perlahan perannya tak lagi sekrusial dalam gelaran Piala AFF 2010 itu. Saat ini, meski sudah mengalami penurunan, Bustomi masih menjadi andalan tim-tim terbaik di Indonesia. Setelah memperkuat Arema FC di Liga 1 lalu, Bustomi kini berseragam Mitra Kukar.