Kisah

Bagaimana Nasib Para Pemain Timnas Indonesia di Piala Asia 1996?

Piala Asia 1996 adalah turnamen yang akan selalu dikenang sepakbola Indonesia: inilah kali pertama Indonesia bermain di putaran final Piala Asia dan bahkan sempat membuat heboh di laga pertama. Renalto Setiawan mencari tahu kabar para penggawa Merah Putih yang beraksi di turnamen itu saat ini...

We are part of The Trust Project What is it?

Selain meraih medali emas SEA Games tahun 1991 di Manila, Filipina, timnas Indonesia mempunyai beberapa prestasi bagus pada tahun 90an. Lolos ke putaran final Piala Asia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah adalah salah satunya, dan hal tersebut terjadi dalam gelaran Piala Asia tahun 1996 yang diselenggarakan di Uni Emirat Arab (UEA).

Perjuangan timnas Indonesia untuk mengukir sejarah tersebut berjalan tidak mudah. Pada babak kualifikasi, Indonesia berada di Grup 4, tergabung bersama Malaysia dan India. Pertandingan grup 4 sendiri dilangsungkan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Beruntung, setelah berhasil menahan imbang Malaysia dalam pertandingan yang menegangkan, Indonesia berhasil menghancurkan India 7-1. Indonesia kemudian berhasil memastikan satu tempat di Uni Emirat Arab karena Malaysia hanya mampu unggul 5-2 atas India – Indonesia unggul selisih gol.

Di putaran final, berada di grup E bersama UEA, Kuwait, dan Korea Selatan, Indonesia memang tak mampu berbuat banyak. Namun, pada pertandingan pembuka melawan Kuwait, Indonesia sempat tampil mengejutkan: Ronny Wabia dkk. berhasil menahan imbang Kuwait,2-2, setelah sempat unggul 2-0 pada paruh pertama laga. Dan salah satu gol Indonesia dicetak secara ajaib oleh Widodo Cahyono Putra, penyerang Indonesia.

Widodo mencetak gol melalui tendangan salto yang membuat banyak orang kagum, termasuk kiper Kuwait, Khaled Al Fadhli. Bahkan, gol tersebut ditayangkan berungkali oleh stasiun-stasiun televisi di Uni Emirat Arab, membuat Widodo banyak dikenal oleh warga Al Ain dan Dubai, dua kota besar di Uni Emirat Arab.

Sayang, setelah pertandingan tersebut Indonesia kalah 2-4 dari Korea Selatan, dan 2-0 dari tuan rumah, Uni Emirat Arab. Indonesia pun harus pulang lebih awal, mengakhiri petualangan bersejarahnya di dasar klasemen grup A.

Lalu, di manakah pemain-pemain timnas Piala Asia 1996 sekarang? Berikut daftar dari beberapa pemain yang menjadi bagian penting dalam sejarah sepakbola Indonesia tersebut.

Kurnia Sandy

Kiper jebolan timnas Primavera ini merupakan salah satu kunci sukses Indonesia ketika berhasil menahan imbang Kuwait, 2-2. Beberapa kali penyelamatan krusialnya membuat penyerang-penyerang Kuwait nyaris frustasi. Sayang, benturan keras yang terjadi antara dirinya dengan penyerang Kuwait membuat dirinya harus mengakhiri pertandingan dan juga Piala Asia lebih awal. Sandy cedera hingga Indonesia dipastikan tak mampu melangkah dari babak penyisihan grup. Peran Sandy sendiri kemudian digantikan oleh Hendro Kartiko.

Setelah sempat malang melintang di beberapa klub profesional Indonesia, kiper yang tampil sebanyak 24 kali bersama timnas Indonesia tersebut memutuskan pensiun pada tahun 2012 lalu. Sandy kemudian menjadi pelatih kiper di beberapa klub Indonesia.

Pada akhir tahun 2015 lalu, Sandy sempat jatuh sakit dan membuat publik sepakbola khawatir. Beruntung dia bisa segara sembuh dan kembali berkecimpung di dalam dunia sepakbola yang dicintainya.

Pada tahun 2016 lalu, atas rekomendasi Rahmad Darmawan, pelatih kepala T-Team, klub asal Malaysia, Sandy menjadi pelatih kiper di sana. 

Pada penghujung 2018 Kurnia Sandy menjadi bagian dari anggota staf kepelatihan timnas Indonesia selama gelaran AFF 2018.

Pages