Bagaimana Nasib Para Pemain Timnas Indonesia U-19 yang Menjuarai Piala AFF 2013?

Mereka berhasil mengakhiri dahaga gelar juara tim nasional Indonesia pada empat tahun lalu, dan status mereka melambung menjadi pahlawan sepakbola Indonesia. Lalu bagaimana nasib mereka sekarang? Renalto Setiawan mencari tahu...

Tim ini masih sering diceritakan hingga sekarang. Kehebatannya tak lekang oleh waktu. Muncul nyaris tanpa suara di tengah perkembangan sepakbola Indonesia yang begitu-begitu saja, kemudian berhasil mencuri perhatian saat menggenggam prestasi yang, bagi sepakbola Indonesia, sangat lama dinantikan. Dan mereka melakukannya dengan gaya yang khas: energi yang nyaris tak berbatas, kreativitas kelas satu, kualitas individu di atas rata-rata, dan mental juara sekeras baja.

Lalu di mana pemain-pemain yang tergabung dalam tim juara Piala AFF U-19 tahun 2013 ini sekarang berada?

Ravi Murdianto

Benteng terakhir timnas U-19 di Piala AFF U-19 tahun 2013 lalu. Kehebatannya dalam menjaga gawang nyaris tiada banding. Dan dia merupakan salah satu alasan mengapa Indonesia akhirnya berhasil menjadi yang terbaik dalam turnamen tersebut.

Dalam tujuh pertandingan yang dijalani Indonesia, Ravi selalu menjadi pilihan utama Indra Sjafri, pelatih timnas Indonesia U-19 pada saat itu. Gawang Ravi memang kebobolan lima kali, tetapi jumlah kebobolan tersebut bisa saja lebih banyak jika bukan Ravi yang berada di depan gawang. Dia nyaris selalu tenang dan cekatan saat penyerang-penyerang lawan berusaha untuk menghancurkan pertahanan Indonesia.

Pada pertandingan final, Ravi menunjukkan performa terbaiknya sepanjang gelaran Piala AFF. Menghadapi Vietnam, yang dua kali membobol gawangnya dalam babak penyisihan grup, Ravi berhasil memastikan gawangnya steril hingga wasit mengakhiri babak perpanjangan waktu. Nguyen van Toan, penyerang terbaik Vietnam, benar-benar kehilangan akal pada saat itu.

Puncak penampilan gemilang Ravi di pertandingan final itu terjadi saat babak adu penalti. Dia berhasil menggagalkan tendangan dua penendang penalti Vietnam, Tranh Tu Dong dan Pham Duc Huy. Berkat sumbangsih Ravi tersebut, Indonesia pun akhirnya menang 7-6.

Sejak akhir tahun 2015 lalu, Ravi memutuskan untuk bergabung dengan TNI Angkatan Darat. Meski demikian, Ravi tetap aktif bermain sepakbola. Dia menjadi salah satu pemain PS TNI yang dipersiapkan untuk mengikuti Liga 1 yang akan bergulir dalam waktu dekat.

Hansamu Yama Pranata

Seperti Ravi, Hansamu Yama juga merupakan bagian penting dari kesuksesan timnas U-19 dalam gelaran Piala AFF U-19 tahun 2013 lalu. Dia merupakan bek tengah terbaik yang dimiliki oleh timnas U-19. Meski begitu, Hansamu tak selalu tampil pada saat itu. Dalam pertandingan terakhir penyisihan grup melawan Malaysia, Hansamu tidak bisa tampil karena akumulasi kartu.

Selain tangguh, sebagai seorang pemain belakang, Hansamu Yama juga pintar dalam menjaga sirkulasi bola. Kemampuan inilah yang membuatnya menjadi salah satu pemain kesayangan Indra Sjafri. Permainan umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki yang diperagakan timnas U-19 sering berawal dari umpan-umpan Hansamu.

Pasca berakhirnya Piala AFF 2013, karier Hansamu Yama semakin meroket. Di ISC A beberapa waktu lalu, Hansamu menjadi salah satu pilar lini belakang Barito Putera. Dia tampil cukup bagus, sehingga membuatnya dilirik oleh Alfred Riedl untuk menjadi bagian timnas senior di Piala AFF 2016.

Sempat menjadi penghuni tetap bangku cadangan, Hansamu kemudian mulai dipercaya Riedl saat Piala AFF 2016 memasuki babak semifinal. Dia ternyata mampu tampil heroik, mampu menutup lubang di lini belakang timnas Indonesia yang terbuka di sepanjang penyisihan grup. Hansamu kemudian terus dipercaya hingga pertandingan final. Menariknya, Hansamu berhasil mencetak dua gol dalam empat pertandingan yang dijalaninya.

Saat ini, Hansamu masih bermain bersama Barito Putera.

Muhammad Sahrul Kurniawan

Ditemukan Indra Sjafri saat timnas U-19 melakukan uji coba ke Ngawi, Jawa Timur, pada tahun 2012 lalu, Sahrul berhasil menjadi duet serasi bagi Hansamu Yama Pranata di jantung pertahanan timnas U-19. Jika Hansamu Yama memiliki ketenangan, Sahrul adalah seorang petarung di lini belakang.

Meski mempunyai gaya permainan yang sedikit keras, hampir selalu tampil di setiap pertandingan, Sahrul tidak sekali pun mendapatkan kartu selama Piala AFF 2013. Tekel-tekelnya jarang meleset, dan saat harus melakukan pelanggaran, Sahrul jarang sekali melakukannya di daerah berbahaya.

Menariknya, Sahrul juga cukup bagus saat bola berada di kakinya. Dirinya sering mengawali serangan cepat dari lini belakang. Dalam pertandingan menghadapi Myanmar di penyisihan grup, yang dimenangkan Indonesia 2-1, gol Evan Dimas terjadi berkat kejelian Sahrul dalam memberikan umpan jauh dari lini belakang.

Muhammad Sahrul Kurniawan (nomor 13)

Saat ini, seperti kebanyakan jebolan timnas U-19 lainnya, Sahrul bermain untuk Bhayangkara FC.

I Putu Gede Juni Antara

Baik saat bermain sebagai bek tengah maupun full-back kanan, Putu Gede dapat bermain dengan sama baiknya. Dan ketika Indra Sjafri kemudian lebih sering memainkannya sebagai seorang full-back kanan, hal itu terjadi karena pendekatan taktik yang dilakukannya. M. Fathur Rohman, full-back kiri timnas U-19, adalah full-back yang ofensif. Demi keseimbangan di lini belakang, Sjafri kemudian membutuhkan pemain yang lebih defensif di sisi sebelah kanan. Putu kemudian menjadi jawaban karena kemampuan bertahannya lebih bagus daripada Mahdi Fahri Albaar, full-back kanan murni timnas U-19.

Seperti Sahrul Kurniawan dan Hansamu Yama, peran Putu Gede dalam gelaran Piala AFF 2013 nyaris tak tergantikan. Putu hampir selalu tampi di setiap pertandingan. Maldini Pali, pemain yang biasanya bermain sebagai sayap kanan, bisa menyerang secera leluasa ketika Putu Gede berada di belakangnya. Dalam turnamen tersebut, Putu berhasil mencetak satu gol saat Indonesia mengalahkan Myanmar 2-1 di babak penyisihan grup.

Menjelang Piala AFF 2016 lalu, Putu Gede sempat menarik perhatian Alfred Riedl untuk menjadi bagian dari timnas senior. Sayang, dia akhirnya gagal berangkat karena kalah bersaing dengan Benny Wahyudi. Hingga saat ini, dia masih menjadi bagian penting dari Bhayangkara FC.