Bagaimana para bek membuat Piala Dunia menjadi spektakuler- dan mengapa Inggris membutuhkan kinerja yang lebih cemerlang dari mereka

Michael Cox mengevaluasi dampak marsekal-marsekal bersahaja yang bertugas di lini pertahanan di Brasil...  

Bek serang selalu memainkan peran penting di Piala Dunia manapun, dan kali ini juga tak berbeda. Setelah ronde pertama di fase grup, hanya ada empat pemain yang mencetak dua asist di turnamen itu- dan tiga di antaranya adalah bek. 

Faktanya, pemain yang lain itu adalah bek yang dikonversi- Juan Cuadrado sudah didesak untuk meluncur ke arah depan dari posisinya di bek kanan untuk menjadi gelandang sayap di beberapa musim terakhir, meskipun ada suara-suara yang mengatakan bahwa Barcelona menginginkannya untuk menjadi pengganti Dani Alves di musim depan.  

Memang, tidak mengejutkan melihat ke tiga pemain lainnya juga akan melakukan kepindahan musim panas ini. Pemain Belanda Daley Blind, pemain Pantai Gading Serge Aurier dan pemain Swiss Ricardo Rodriguez sudah terus dikait-kaitkan dengan klub-klub top Eropa- dan klub mereka sekarang akan merasa senang mengetahui bahwa ke tiga pemain ini sudah berhasil menaikkan label harga mereka beberapa juta poundsterling. 

Blind adalah pemain pertama yang mencetak dua assist. Memang ia tadinya diterjunkan sebagai bek sayap kiri ketimbang bek kiri biasa, dan oleh karena itu dia punya ijin ekstra untuk meluncur ke pinggir lapangan dan melepaskan serangan. Meskipun begitu, asist yang ia ciptakan sebenarnya berasal dari posisi yang sangat dalam- dan hampir mirip dengan apa yang dilakukan seorang bek sesungguhnya. 

Strategi yang diterapkan Belanda adalah memotong pertahanan Spanyol secepat mungkin, dengan bola-bola langsung dan operan-operan lambung di lini belakang. Blind, salah satu pemain yang paling brilian dari segi taktik, sangat memahami strategi seperti ini. Dia memungut bola di bawah sedikit kawalan lawan (di mana Spanyol tidak menurunkan pemain sayap yang begitu handal) dan dengan cepat meluncurkan serangan lewat bola yang ia lepaskan, yang membuka celah bagi Belanda untuk mencetak dua gol pertama mereka yang lahir berkat sundulan spektakuler  Robin van Persie, dan penyelesaian bola yang keren oleh Arjen Robben 

Bek kedua yang mencatatkan dua asisst adalah calon pemain Arsenal. Serge Aurier sudah banyak disebut-sebut sebagai bek kanan Arsenal selanjutnya karena Bacary Sagna hengkang ke Manchester City, dan dia memang bermain layaknya bek Arsenal klasik-cepat, mahir menangani bola, dan cukup hebat dalam laga udara untuk pemain dengan postur yang relatif mungil. 

Namun, meskipun Sagna butuh beberapa saat untuk mengasah kemampuan mengumpan silang, lain halnya dengan Aurier yang memang sudah handal dalam hal itu. Dia terus bisa mendapatkan celah di pinggir lapangan karena gelandang kiri asal Jepang Shinji Kagawa tak begitu berminat menempelnya, dan di celah yang ia dapatkan itu, hanya dalam waktu tiga menit ia sudah bisa menyediakan dua umpan silang cemerlang dari tiang dekat, pertama untuk Wilfried Bony, kemudian untuk Gervinho, seiring dengan bangkitnya Pantai Gading dari ketertinggalan 1-0 menjadi unggul 2-1.  

SEE ALSO Semua yang perlu Anda tahu dari ... Serge Aurier

Menutup daftar bek yang mencetak assist adalah  pemain Swiss Ricardo Rodriguez. Musim lalu bersama Wolfsburg, dia melahirkan lebih banyak gol ketimbang bek lain yang bermain di Eropa, dan dia pun melakukan hal yang sama di Piala Dunia ini. Rodriguez terasa seperti versi tenaga turbonya Leighton Baines, dan di sepanjang laga Swiss kontra Ekuador yang berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Swiss itu, dia terus menerus mendesak Antonia Valencia mundur ke sisi lapangannya sendiri dan menusuk ke lini tengah. 

Assistnya yang pertama berasal dari tendangan bebas yang diberikan karena sundulan Admir Mehmedi, namun Rodriguez terus-menerus menjadi ancaman yang tak henti-hentinya menggempur dalam laga yang dimainkan secara terbuka. Fakta bahwa assist keduanya datang di saat-saat terakhir, yang dirancang untuk Haris Seferovic untuk dituntaskan dari jarak dekat, merupakan bukti atas stamina dan energinya yang luar biasa. Swiss boleh menyombongkan diri dengan dua bek handalnya, di mana Stephane Lichtsteiner yang bermain di Juventus bermain di sisi lini belakang satu lagi, namun Rodriguez-lah yang sejauh ini paling mengancam. 

Ada juga bek yang tampil tak kalah mengesankannya- Matteo Darmian tampil cemerlang lewat keaggresifannya menahan gempuran Wayne Rooney dalam laga Italia kontra Inggris yang ditutup dengan kemenangan 2-1 Italia atas Inggris. Selain itu ada pemain Kosta Rika Christian Gamboa yang melepaskan beberapa umpan silang brilian kala menghadapi Uruguay, termasuk asisstnya yang menjadi gol penyama yang lahir lewat kaki Joel Campbell. 

Pada dasarnya di Piala Dunia sejauh ini, Inggris membutuhkan kinerja yang lebih cemerlang dari Baines dan Glen Johnson jika mereka berharap lolos dari Grup D.