Bagaimana Peraturan Baru di Chinese Super League Mempengaruhi Nasib Para Pemain Impornya

Beberapa nama terbesar di dunia sepakbola saat ini terbagi dua: entah dia sudah bermain di Tiongkok atau dihubungkan dengan kepindahan ke sana. Tetapi Chinese Super League punya aturan baru terkait pemain asing sekarang, lalu apa efeknya pada nama-nama besar ini?

Awal pekan lalu, Chinese Football Association, PSSI-nya Tiongkok, mengumumkan peraturan baru mengenai pemain asing di Chinese Super League (CSL) mulai dari musim 2017 nanti, yang mana akan dimulai pada bulan Maret.

Tim masih bisa mendatangkan maksimal lima pemain asing, tetapi hanya tiga yang bisa dimainkan di setiap laga. Dua lainnya akan duduk di bangku penonton.

Tidak hanya itu, posisi yang sebelumnya dikhususkan untuk pemain Asia menghilang, yang artinya pemain-pemain bintang dari Korea Selatan, Australia, dan Uzbekistan yang ingin bermain di CSL sekarang harus bersaing tidak hanya dengan pemain lain dari Asia, tapi juga seluruh dunia untuk memperebutkan satu tempat di tim.

Mengingat beberapa tim sudah membeli beberapa pemain asing pada Januari ini sementara sebagian lainnya belum, pemilihan waktu pengumuman peraturan baru ini membuat seluruh liga kebingungan. Di sini, FourFourTwo mencoba menebak nasib beberapa pemain – baik yang sudah di Tiongkok maupun belum – yang masa depannya mungkin akan dipengaruhi peraturan baru ini.

Diego Costa (Chelsea)

Tianjin Quanjian, klub yang baru promosi dan memiliki banyak uang serta pemilik klub yang senang menjadi pemberitaan, mengklaim bahwa mereka berencana mendatangkan Diego Costa sebelum peraturan baru ini diumumkan.

Memang sudah ada ketertarikan dari beberapa klub terhadap striker Chelsea ini dalam beberapa waktu terakhir, seperti yang dilaporkan di media-media Inggris dan juga internasional.

Tapi perubahan jumlah pemain asing yang bisa dimainkan di sebuah pertandingan CSL membuat klub akan sedikit berpikir lebih jauh tentang pemain-pemain impornya.

Tentu saja kemungkinan Costa akan terus menjadi starter, namun kedatangannya membuat pelatih Fabio Cannavaro akan harus meninggalkan satu pemain asing bergaji tinggi di pinggir lapangan.

Berita di Tiongkok masih menyebut bahwa kemungkinan Costa pindah pada musim panas masih terbuka.

Jackson Martinez (Guangzhou Evergrande)

Banyak yang terjadi selama 12 bulan terakhir di sepakbola Tiongkok, tapi baru satu tahun berlalu semenjak dunia terperangah melihat Guangzhao Evergrande memberikan Atletico Madrid €42 juta untuk penyerang Kolombia ini.

Namun Martinez jarang terlihat nyaman dan bahagia di kota ketiga terbesar di Tiongkok ini.

Cedera di awal-awal kariernya tidak membantu namun dengan kehadiran rekannya asal Brasil, Alan, yang mampu membuat dirinya kembali menjadi kesayangan Luiz Felipe Scolari lagi, tampaknya jelas bahwa Guangzhou – yang melaju terus memenangi gelar domestik keenam mereka secara berurutan – terlihat lebih baik tanpa Martinez.

Dan kelihatannya sang striker pun tidak akan keberatan untuk pergi dan Guangzhou sudah mulai mencari striker baru.

Martinez tidak terlihat bahagia saat itu dan tak bermain baik sebagaimana harusnya