Bagaimana Sebastian Giovinco Bersinar di Toronto dan Sukses Mengubah MLS

Pemain Italia bertubuh kecil ini masuk dalam FFT100 2015 meski meninggalkan Serie A dan pergi ke Amerika Serikat. Jason Davis menjelaskan mengapa kesuksesannya bisa menjadi katalis perubahan pada liga ini...

Kita mungkin seharusnya sudah tahu dari awal, bahwa Sebastian Giovinco akan mengubah Major League Soccer menjadi tempat bermain sepakbola pribadinya. Semua tanda-tanda bahwa penyerang Italia ini akan langsung meraih sukses di kompetisi Amerika Utara ini terlihat jelas: bukan hanya soal kemampuannya yang jelas bagus, tetapi Giovinco begitu tak sabar untuk segera bekerja dengan tim barunya, Toronto FC, sehingga ia sampai mengusahakan kepergian yang lebih awal dari kontrak terakhirnya di Juventus.

Tidak ada sedikitpun keraguan soal komitmennya yang mengikutinya ke Kanada. Kepindahan Giovinco ke MLS tepat dengan dimulainya musim, dengan Toronto sering dilupakan sementara tahunnya yang luar biasa dimulai.

Suksesnya TFC dalam mendapatkannya – seorang pemain yang sangat berbakat dengan catatan penampilan untuk timnas Italia dan berada di usia emasnya – semestinya terjadi di akhir musim Eropa, periode migrasi tradisional untuk para pemain dari Dunia Lama untuk pindah ke MLS.

Tetapi Giovinco, yang turun ke bangku cadangan di bawah asuhan Antonio Conte, tidak punya alasan untuk terus bermain bersama Juventus. Ia pun segera pindah ke the Reds, dan menjadi mimpi buruk para pemain belakang di MLS.

Giovinco menjadi favorit untuk mendapatkan gelar pemain terbaik 2015 setelah debut gemilangnya di MLS

Tingkat Kesulitan di MLS

Tidak ada yang percaya bahwa MLS adalah salah satu liga terbaik di dunia, tetapi itu tidak berarti apa yang dilakukan Giovinco di sepanjang tahun ini luar biasa.

Giovinco, dengan tinggi 65 inci, mendominasi para pemain belakang MLS di sepanjang tahun 2015 ini. Secara statistik, permainannya musim ini adalah salah satu yang terbaik di sepanjang sejarah liga yang berusia 20 tahun ini. Faktanya, ini malah bisa dikatakan yang terbaik, sebuah pencapaian yang benar-benar luar biasa mengingat perjalanan panjang liga ini dalam dua dekade terakhir.

Ini bukanlah liga akhir tahun 90an/awal 2000an, ketika Carlos Valderrama yang sudah menua melakukan apapun yang ia suka dalam semi-pensiunnya di Florida, dan bek terbaik di liga adalah para petualang America dan anak-anak yang baru lulus dari kampus dan masih mencari pengalaman.

MLS yang lebih dewasa penuh dengan tim-tim bermain dengan sistem yang teratur, di bawah para pelatih yang mendorong para pemainnya melewati tantangan tradisional atas sepakbola di wilayah ini.

Asumsi tentang level pertahanan, atau kemampuan tim-tim untuk menghentikan pemain-pemain berbakat lewat manuver dengan skema tertentu, seharusnya digunakan dengan hati-hati.

Sepakbola (dan gaya rambut) memiliki sejarah panjang di AS sejak Valderrama bermain di Tampa Bay pada era 90an

Tidak ada yang percaya bahwa MLS adalah salah satu liga terbaik di dunia, tetapi itu tidak berarti apa yang dilakukan Giovinco di sepanjang tahun ini luar biasa. MLS tidak mudah, terutama ketika perbedaan bermain di Eropa dan Amerika Utara juga dipertimbangkan.

Terbang Bebas

Giovinco tak perlu waktu lama untuk beradaptasi, tak terganggu dengan rumput buatan dan perjalanan yang sangat jauh, dan sepertinya tidak pernah terpengaruh dengan gaya bertahan yang sangat mengandalkan fisik yang digunakan oleh banyak tim.

Para pemain yang namanya lebih terkenal daripada Giovinco gagal menaklukkan semua itu; ada banyak talenta yang mengering di tengah panasnya musim panas sepak bola di wilayah ini.

Giovinco tidak hanya berkembang, ia bahkan membawa klub Toronto ini ke play-off untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Giovinco tidak hanya berkembang, ia bahkan membawa klub Toronto ini ke play-off untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Giovinco mencetak 22 gol dan membuat 15 assist dalam 33 pertandingan. Ia adalah pemain pertama dalam sejarah MLS yang mampu memecahkan catatan lebih dari 20 gol dan 15 assist di musim yang sama. Pekan demi pekan ia memberikan MLS publisitas gratis dengan berdansa di tengah lini belakang lawan, mencuri umpan ke rekan-rekan setimnya, dan mengeksekusi tendangan bebas yang mungkin menjadi salah satu yang terbaik yang pernah dilihat oleh liga ini. Ia terus membawa klubnya meraih poin demi poin.

Bermain bagi timnas sebesar Italia ketika bermain di MLS adalah keuntungan besar bagi liga tersebut

Kesuksesan pemain Italia ini di MLS bahkan membuatnya kembali ke Azzurri: setelah hampir satu tahun tak bermain di tim nasional, Giovinco kembali ke tim untuk dua pertandingan kualifikasi Piala Eropa pada Oktober lalu. Eks manajernya di Juventus, Antonio Conte, memanggil kembali sang penyerang dan menggunakannya sebagai pemain pengganti di kedua pertandingan di mana Italia memastikan kelolosan mereka ke Perancis. Giovinco pun memanfaatkannya, dan menggunakannya untuk membuka kesempatan terus bertahan di rencana masa depan Conte.

MLS Sudah Dilirik Banyak Pihak

Begitu mepetnya waktu yang ada membuatnya ia langsung ke stadion dari bandara, masuk sebagai pengganti melawan New York Red Bulls di menit ke-71, dan mencetak sebuah gol yang luar biasa

Sekembalinya dari Italia, Giovinco membuka jalannya untuk menjadi legenda MLS.

Begitu ingin membantu timnya saat mereka berusaha untuk lolos ke babak playoff, Giovinco bisa bermain hanya beberapa jam setelah penerbangannya dari Roma tiba di Kanada.

Begitu mepetnya waktu yang ada membuatnya ia langsung ke stadion dari bandara, masuk sebagai pengganti melawan New York Red Bulls di menit ke-71, dan mencetak sebuah gol luar biasa dengan sebuah dribel fantastis dari jarak jauh dan melewati beberapa pemain lawan sekaligus.

Itu adalah gol yang memastikan tempat Toronto di playoff, dan menghasilkan perayaan yang hebat di antara suporter, yang selama ini telah berbagi rasa sedih mereka karena prestasi tim selama bertahun-tahun.

Sulit untuk menggambarkan betapa pentingnya pemanggilan Giovinco ke timnas Italia bagi MLS secara luas. Bagi sebuah liga yang baru muncul bisa memiliki seorang pemain yang akhirnya mendapatkan kepercayaan lagi ke timnas Italia untuk pertandingan-pertandingan penting berkat penampilannya di liga tersebut adalah momen transformatif bagi sejarah kompetisi ini.

Jika MLS bisa keluar dari imejnya sebagai liga para pensiunan di mana para pemain dari liga-liga top menjadi eks pemain internasional, mereka mungkin akan mendapatkan keuntungan dari para pemain lain dengan kualitas seperti Giovinco untuk bergabung di usia emas mereka.

Seorang penyerang berbakat mengambil kesempatannya untuk bermain di sebuah liga yang masih muda di seberang samudera – dengan faktor finansial juga, tentunya – dan menunjukkan apa yang bisa diberikan sebuah komitmen yang sebenarnya.

Jika ada satu hal yang bisa menunjukkan betapa hebatnya Giovinco di tahun 2015 ini, mungkin ini: menurut agennya dan beberapa laporan, sang treble-winner Eropa musim lalu, Barcelona, telah mengajukan ketertarikan resmi soal Giovinco.

Sebastian Giovinco, sang pembuat hal-hal yang tidak bisa terpikirkan sebelumnya di Major League Soccer.

#FFT100 100 Pemain Sepakbola Terbaik Dunia 2015: Daftar dan fitur lengkapnya ada di sini