Bek Terbaik ISC A 2016 Bulan Oktober: Agung Prasetyo

FourFourTwo Indonesia memilih Agung Prasetyo sebagai pemain belakang terbaik di Indonesia Soccer Championship A bulan Oktober lalu. Mengapa? Renalto Setiawan menjelaskan alasannya...

Jika terus fit selama bulan Oktober kemarin, bukan tidak mungkin Ricardo Salampessy, bek tengah Persipura, bisa mempertahankan gelarnya sebagai pemain belakang terbaik Indonesia Soccer Championship (ISC) A versi FourFourTwo. Salampessy sedang berada dalam performa terbaiknya. Beberapa waktu lalu, dirinya berperan besar saat Persipura berhasil mengalahkan Sriwijaya FC dan Arema Cronus. Selain Persipura tidak kebobolan dalam dua pertandingan tersebut, keberadaan Salampessy di pusat pertahanan Persipura juga membuat Yoo Jae-hoon, kiper Persipura, lebih sering menganggur selama pertandingan – Salampessy seperti sebuah tembok kokoh yang tak akan rubuh meski dihajar oleh gempa berskala besar.

BACA JUGA Bek Terbaik ISC A 2016 Bulan September: Ricardo Salampessy

Jika terus fit selama bulan Oktober kemarin, bukan tidak mungkin Ricardo Salampessy, bek tengah Persipura, bisa mempertahankan gelarnya sebagai pemain belakang terbaik Indonesia Soccer Championship (ISC) A versi FourFourTwo

Sayangnya, Salampessy hanya tampil dalam dua pertandingan tersebut selama bulan Oktober kemarin. Dalam empat pertandingan Persipura lainnya, bek tengah yang pernah menjadi andalan timnas tersebut harus absen karena cedera. Selain menyebabkan Persipura kebobolan empat gol dalam empat pertandingan tersebut, cedera yang dialami Salampessy juga membuatnya gagal mempertahankan posisinya sebagai pemain belakang terbaik ISC A yang diraihnya pada bulan September kemarin. Lalu, siapa pemain yang paling pantas mendapatkan kehormatan untuk menjadi pemain belakang terbaik ISC A pada bulan Oktober?

Yustinus Pae, full-back kanan Persipura, dan Hamka Hamzah, bek tengah Arema Cronus, memang berperan besar atas performa apik timnya pada bulan Oktober kemarin. Namun, kedua pemain tersebut harus puas hanya menjadi kandidat kuat pemain belakang terbaik ISC A bulan Oktober. Hal ini terjadi karena performa menjanjikan dari Agung Prasetyo, bek tengah Semen Padang, selama bulan Oktober kemarin. Tak hanya pantas mendapatkan gelar pemain belakang terbaik ISC A bulan Oktober, Agung juga layak mendapatkan aplaus panjang dari para pecinta sepakbola Indonesia. Lalu, apa penyebabnya?

Selama bulan Oktober, hanya Persipura yang mampu meraih empat kali kemenangan dalam enam pertandingan di ISC A. Selain itu, bersama Semen Padang, Persipura hanya kebobolan empat gol, terbaik di antara kontestan-kontestan ISC A lainnya. Yustinus Pae selalu bermain penuh dalam empat pertandingan tersebut. Sayangnya, meski berkontribusi hebat saat membantu Persipura dalam melakukan serangan, full-back kanan Persipura tersebut sering teledor saat timnya dalam fase bertahan. Dia sering terlambat turun dalam membantu pertahanan. Dan dari empat gol yang bersarang ke gawang Persipura, beberapa di antaranya berasal dari area yang seharusnya dijaga oleh Yustinus Pae.

Bermain satu pertandingan lebih sedikit daripada Yustinus Pae selama bulan Oktober, Hamka Hamzah dan Agung Prasetyo, baik dalam membantu melakukan build-up serangan dari lini belakang maupun dalam bertahan, nyaris tampil sempurna selama bulan Oktober kemarin. Meski dimikian, ada beberapa alasan yang menyebabkan penampilan Agung Prasetyo dapat dikatakan lebih baik daripada Hamka Hamzah.

Pertama, Seme Padang kebobolan lebih sedikit daripada Arema Cronus, empat berbanding lima, di mana Semen Padang hanya kebobolan satu gol saat Agung tampil. Sedangkan tiga gol dari lima gol yang tercipta ke gawang Arema terjadi saat Hamka memimpin rekan-rekannya di lini belakang. Kedua, sementara Hamka hampir selalu bermain bersama Goran Ganchev, di mana kedua pemain tersebut sudah bermain bersama sejak bermain di Pusamania Borneo, Agung Prasetyo sering berganti partner di pusat pertahanan Semen Padang, entah itu bersama Cassio de Francisco dan Hamdi Ramdhan. Dan yang terakhir, Agung tak sekali pun mendapatkan kartu di ISC A sejauh ini, sedangkan Hamka sudah memperoleh tiga kartu kuning, di mana salah satunya didapatkannya pada bulan Oktober kemarin.

Satu-satunya keunggulan Hamka daripada Agung Prasetyo pada bulan Oktober kemarin adalah jumlah golnya, di mana dirinya berhasil mencetak dua gol dalam lima pertandingan.

Selama bulan Oktober kemarin, Agung sukses membuat Semen Padang tidak kebobolan dalam empat pertandingan secara berurutan, dari pekan ke-21 hingga ke-24. Selain itu, meski  pada akhirnya Semen Padang kebobolan pada menit ke-77, Agung adalah salah satu alasan kuat kenapa tuan rumah PS TNI hanya mampu melakukan dua kali tembakan tepat sasaran saat menghadapi 10 orang pemain Semen Padang. Penampilan hebatnya waktu itu membuat pemain-pemain depan PS TNI nyaris putus asa. Sayang dalam partai panas menghadapi Arema Cronus beberapa waktu lalu, Agung urung tampil karena cedera. Pada pertandingan tersebut, Semen Padang untuk pertama kali mengalami kekalahan di Stadion Agus Salim dalam gelaran ISC A sejauh ini, dan pertahanan buruk Semen Padang adalah salah satu penyebab utamanya. 

Penampilan Agung sendiri terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan di ISC A sejauh ini. Diplot untuk menggantikan Saepullo Maulana, mantan bek tengah Semen Padang yang memilih pindah ke Mitra Kukar, Agung terus mencuri perhatian publik Agus Salim setelah didatangkan dari PSM Makassar. Selain tenang, dirinya juga mampu menutupi kelemahan Cassio de Francisco dan Hamdi Ramdhan menyoal kecepatan. Biasa bermain sebagai bek tengah di sebelah kanan, Agung juga mampu memberikan kebebasan kepada Hengky Ardiles, full-back kanan sekaligus kapten Semen Padang, dalam membantu serangan. Selain itu, kemampuannya dalam melakukan build-up serangan dari lini belakang juga tidak dapat diragukan. Sejauh ini, tingkat akurasi umpannya berhasil mencapai 78%.

Agung juga tergolong seorang bek tengah yang penuh perhitungan. Jebolan tim Pon Sumatera Utara 2012 tersebut jarang sekali melakukan kesalahan. Dia memang sering melakukan tekel, tetapi tekel-tekelnya hampir selalu mengarah tepat sasaran – tingkat keberhasilan tekelnya mencapai 61%. Dengan pendekatan tersebut, Agung hanya melakukan 10 kali pelanggaran hingga pekan ke-26 ISC A, salah satu yang paling sedikit di antara pemain-pemain belakang lainnya.

Ada yang lebih hebat daripada dirinya?