Bek Terbaik ISC A 2016: Hamka Hamzah (Arema Cronus)

Ia memang tak dipanggil oleh Alfred Riedl untuk membela tim nasional Indonesia di Piala AFF 2016. Tapi sulit untuk menyanggah bahwa Hamka Hamzah merupakan bek terbaik di Indonesia di sepanjang tahun 2016 ini, bahkan di usianya yang sudah hampir 33 tahun...

Usia yang sudah menginjak kepala tiga rupanya tak menghalangi seorang Hamka Hamzah untuk tetap memberikan kemampuan terbaik di klub yang dibelanya. Dalam satu musim gelaran Indonesia Soccer Championship (ISC) A kali ini, eks bek timnas Indonesia itu telah mempertontonkan performa yang luar biasa.

DATA STATISTIK

  • Penampilan: 30 pertandingan
  • Gol: 9
  • Assist: 4
  • Kartu kuning: 6
  • Akurasi umpan: 80%

Hingga partai terakhir melawan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Hamka sudah mencatatkan 30 penampilan bersama Arema Cronus. Itu artinya, pria kelahiran Makassar tersebut hanya absen di empat pertandingan saja. Hal ini menjelaskan betapa penting peran dari seorang Hamka di jantung pertahanan Singo Edan.

Bersama duetnya di Arema, Goran Ganchev, Hamka sukses menjaga gawang Kurnia Meiga dan Ahmad Kurniawan agar tidak kebobolan lebih banyak. Bahkan, klub asal kota Malang tersebut dibawanya menjadi tim yang paling sedikit menerima tendangan ke arah gawang dan kebobolan di akhir kompetisi (hanya kemasukan 22 gol).

Sebagai seorang bek tengah, Hamka juga jarang melayangkan tekel-tekel berbahaya yang tak efektif, dia lebih memilih untuk melakukan delay yang cenderung lebih berguna kala menjaga lini bertahan Arema, itulah mengapa persentase tekel sukses sang pemain termasuk paling rendah di antara bek lain, yakni hanya 58% saja. Akan tetapi, untuk apa melakukan tekel jika para pemain lawan sudah bisa diatasi dengan cara dibayangi saja?

Kehadiran Hamka di sektor pertahanan Arema sangat dibutuhkan, terbukti hilangnya sang pemain dalam empat laga membuat tim yang diasuh Milomir Seslija tersebut tidak maksimal. Salah satunya ketika menjamu Persipura Jayapura di Stadion Mandala, Jayapura. Dalam laga itu, absennya sosok yang juga menjabat sebagai kapten ini akibat akumulasi kartu membuat jawara Indonesia Super League (ISL) 2010 itu tak mampu berbuat banyak ketika terkena serangan bertubi yang dilancarkan Mutiara Hitam.

Berbicara soal produktivitas, pria 32 tahun tersebut juga unggul dari semua bek yang ada di ISC A. Dari 30 penampilannya, ia sukses menceploskan sembilan gol dan membuat enam assist. Praktis, Hamka mengakhiri musim sebagai top skorer kedua Arema di bawah Cristian Gonzales yang membukukan 15 gol. Top skorer sebuah tim runner-up liga adalah seorang bek tengah. Catatan yang luar biasa, bukan?

Perannya di sektor depan memang tak bisa terbantahkan, selain catatan gol dan assist yang menakjubkan untuk seorang pemain bertahan, jumlah tembakan ke gawang juga didominasi oleh Hamka. Jika Otavio Dutra melepaskan sebanyak 25 tembakan dan Fabiano Beltrame 15 tembakan, maka bek yang memulai karier sepakbolanya bersama PSM Makassar junior tersebut menjadi yang paling rajin, yakni 39 tembakan (18 di antaranya tepat sasaran).

Dengan semua statistik yang mendukung tersebut, rasanya tak sulit untuk menahbiskan Hamka Hamzah sebagai bek terbaik di ISC A 2016. Dan dengan dirinya mengisyaratkan bertahan di Malang untuk musim depan, maka bisa dipastikan jika lini belakang Arema akan tetap menampilkan kualitas yang sama baiknya di musim mendatang.