Benarkah Neymar Membuat Barcelona Melupakan Messi?

John Robertson mencari tahu apakah penampilan Neymar dalam beberapa pekan terakhir membuat Luis Enrique tak perlu terburu-buru memainkan sang bintang utama klub untuk laga El Clasico hari Sabtu ini...

Adakah pemain lain di dunia ini yang lebih baik daripada Neymar saat ini? Dalam sembilan pertandingan sejak kemenangan 2-1 Barcelona di La Liga atas Las Palmas, hari di mana Lionel Messi mengalami cedera yang membuatnya absen selama dua bulan, Blaugrana telah mencetak 21 gol. Dengan 10 gol dan enam assist dalam periode yang sama, Neymar telah berkontribusi 76% pada statistik terpenting timnya tersebut.

Jelas, angka-angka itu menunjukkan level performa yang sangat hebat – sang pemain Brasil ini seperti memutuskan sendiri untuk menjadi pilot timnya di tengah absennya rekan setimnya asal Argentina yang sangat subur itu. Terlihat jelas bahwa ia memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kemampuannya dalam memimpin tim dengan penampilannya.

Neymar mengambil tanggung jawab itu dengan nyaman, sebagaimana ia melakukannya dan menjadikannya pemain kesayangan tim nasional Brasil, dan terlihat begitu tenang dengan peran barunya sebagai komandan tim asuhan Luis Enrique ini.

Benarkah Barça benar-benar merindukan Messi? Dengan El Clasico sesaat lagi, ini adalah jenis pertanyaan yang tidak diinginkan oleh Real Madrid untuk menjadi sesuatu yang relevan. 

Perubahan Permainan

NEYMAR 2015/16

  • Penampilan 14 (semua kompetisi)
  • Gol 13
  • Umpan 14

Sebelum cedera Messi, Neymar mencetak tiga gol dan tak membuat satu pun assist dalam lima pertandingan. Catatan itu terlihat menyedihkan jika dibandingkan dengan performanya akhir-akhir ini. Apa yang berubah dari penampilan Neymar saat absennya sang bintang utama Barcelona? Apa yang membuat salah satu bintang baru sepak bola ini menjelma menjadi penyerang paling berbahaya di dunia?

Satu hal yang tidak mengejutkan adalah Neymar menerima umpan dari rekan-rekan setimnya lebih sering ketika Messi absen. Dalam laga-laga domestik dan Liga Champions terakhir di mana ia bermain bersama Messi, masing-masing melawan Celta Vigo dan Roma, Neymar sukses menerima 103 umpan dalam kedua laga.

Bandingkan dengan pertandingan terkini di ajang domestik dan Liga Champions tanpa Messi, jumlah itu meningkat tajam menjadi 160 umpan, peningkatannya hampir 60%.

Perubahan yang besar itu menunjukkan bagaimana meningkatnya kepercayaan orang-orang di sekitarnya pada dirinya sebagai pemberi dampak positif pada hasil tim. Namun kepercayaan itu, meski dengan catatan gol Neymar yang luar biasa, tidak dimanfaatkan untuk dirinya sendiri saja. 

Brazil Berkolaborasi Dengan Uruguay

Para gelandang Barcelona, yang terbebaskan dari pilihan yang harus dibuat apakah memberikan bola kepada Messi atau Neymar, bisa mengirimkan bola dengan lebih cepat ke depan

Dengan enam assist musim ini – masing-masing tiga di liga dan tiga di Liga Champions – Neymar telah menjadi kreator lebih banyak gol daripada rekan-rekan setimnya yang lain. Empat di antaranya telah membuat Suarez mencetak gol.

Lebih jauh lagi, Suarez kini berada di peringkat kedua dalam tabel assist Barcelona dengan empat assist, yang juga terjadi di dua kompetisi tersebut. Tiga di antaranya diberikan kepada Neymar. Dengan absennya Messi, Suarez dan Neymar telah meningkatkan kombinasi serangan mereka sendiri dengan dua, alih-alih tiga, pemain kelas dunia yang ada di lini depan Barcelona.

Para gelandang Barcelona, yang terbebaskan dari pilihan yang harus dibuat apakah memberikan bola kepada Messi atau Neymar, bisa mengirimkan bola dengan lebih cepat ke depan dan membuat pasangan Brasil-Uruguay yang mengerikan ini untuk melakukan sisa pekerjaan mereka. Faktanya adalah bahwa Neymar kini merebut sebagian besar perhatian tambahan yang diberikan, dan dirinya pun kini tak perlu lagi menyesuaikan diri dengan pergerakan Messi, dan membuat permainannya lebih direct dan dengan gaya yang mirip seperti saat ia memberikan penampilan hebat yang menjadikannya bintang utama Brasil dan Santos – penampilan yang membawanya ke Barcelona dulu.

Ini mungkin bukan gaya bermain yang diinginkan oleh tim asuhan Guardiola dulu, tetapi tidak memanfaatkan talenta menyerang yang begitu besar seperti yang dilakukan oleh Luis Enrique saat ini adalah hal yang akan sangat merugikan.

Clasico Milik Neymar?

Sementara performa Neymar adalah musik bagi mata dan teliga Catalonia, para pendukung Real Madrid tak akan merasakan kegembiraan yang sama. Sebelum musim-musim yang magis ini, Neymar telah terbukti berhasil menjadi duri bagi Los Blancos, di mana ia mencetak dua gol dan satu assist dalam empat pertandingan liga yang sudah ia mainkan melawan mereka sejak pindah ke Spanyol pada musim panas 2013.

Apalagi, Madrid datang ke pertandingan ini setelah kalah 3-2 dari Sevilla. Yang paling mengkhawatirkan adalah penampilan bek kanan Danilo, setelah sang pemain Brasil ini dihancurkan oleh aksi individu Yevhen Konoplyanka di sisi kiri lapangan, sisi yang sama yang dihuni oleh Neymar.

Neymar, Danilo

Neymar dan Danilo pernah menjadi rekan satu tim saat membela Santos

Konoplyanka jelas memiliki bakat yang hebat, tetapi ia bukanlah Neymar. Jika Danilo tak mampu menghadapi pemain Ukraina tersebut, bagaimana ia bisa menghentikan rekan senegaranya tersebut?

Namun, Messi telah kembali berlatih dan bisa bermain melawan rival abadi Barcelona tersebut. Jika hal itu terjadi, menarik untuk dilihat bagaimana Neymar bereaksi dengan kehadiran kembali rekannya tersebut, dan bagaimana Enrique akan berusaha untuk mengubah fokus dan mentalitas timnya. Jika Messi dan Neymar kembali berbagi beban tugas di lini depan, beban kerja Danilo juga mungkin tak akan sebanyak yang diperkirakan sebelumnya.

Kewajiban Messi

Perubahan yang besar itu menunjukkan bagaimana meningkatnya kepercayaan orang-orang di sekitarnya pada dirinya sebagai pemberi dampak positif pada hasil tim

Ini mungkin terdengar aneh, tetapi kembalinya pemain terbaik abad ini mungkin malah akan membuat pemain-pemain tertentu dari tim lawan peluang untuk bermain lebih baik.

Apapun itu, bahkan jika Messi kembali, Clasico akan menjadi panggung bagi Neymar untuk melanjutkan performa fantastisnya dan memberikan pernyataan yang besar soal statusnya sebagai pemain elit di dunia sepak bola. Pemain Brasil berusia 23 tahun ini memiliki mentalitas, ego, dan talenta yang dibutuhkan untuk memimpin tim-tim terbaik di dunia, dan tidak diragukan lagi bahwa ia akan, dalam waktu dekat, ingin mengganti imejnya sebagai deputi Messi.

Ia sudah berjalan begitu jauh untuk mencapai apa yang ia inginkan. Sebuah penampilan yang menonjol di pertandingan paling besar dan paling sengit di dunia akan secara dramatis mengubah bayangan kita soal siapa pemain yang seharusnya disebut yang terbaik di planet ini.

Baca artikel menarik seperti ini setiap harinya hanya di FFT.com