Analisa

Benarkah Taktik Ernesto Valverde di Barcelona Sudah Usang?

Saat Barcelona menjadi bulan-bulanan Real Betis beberapa waktu lalu, penampilan Real Betis arahan Quique Setien lebih dianggap seperti Barca ketimbang Barca itu sendiri. Performa apik, sepakbola menyerang, penguasaan bola dan pergerakan tanpa bola mereka memang luar biasa.

We are part of The Trust Project What is it?

Meski baru semusim menangani Barca, bahkan memenangi gelar liga dan Copa del Rey, Ernesto Valverde dianggap tak cocok menangani Barca lagi. Bermaterikan pemain mahal seperti Philippe Coutinho dan Ousmane Dembele, belum lagi super star seperti Luis Suarez dan Lionel Messi, banyak pihak yang menganggap harusnya Barca jauh main lebih baik lagi.

Valverde sendiri bukan tak sadar dengan tekanan-tekanan ini. Berulangkali ditanyakan apakah ia akan memperpanjang opsi tambahan kontrak satu musim tersebut atau tidak, ia selalu menghindarinya. Paling terbaru, Valverde lebih ingin menunggu progres tim dan hasilnya di penghujung musim.

"Kami tidak memiliki keraguan di sini bahwa Ernesto Valverde akan menjadi pelatih Barcelona musim depan. Kami akan berbicara dengannya, tentu saja, pada waktunya. Itulah yang kami sepakati,” ungkap sang Presiden Barca, Josep Bartomeu yang kami lansir dari laman Sport.

"Dia pelatih yang sangat kami percayai. Dia melakukan pekerjaan dengan baik. Dia orang yang cerdas, dia tahu sistem permainan Barcelona dan dia mengelola permainan dengan cara yang kita sukai," lanjutnya.

Anda, para penggemar Barcelona boleh sepakat, boleh juga tidak dengan pernyataan Presiden ini. Sistem bermain Barcelona dianggap berjalan dengan baik, jika mengacu pernyatan Presiden Barca tersebut. Secara kasat mata, memang baik-baik saja, kini Barca ada di puncak klasemen sementara, lolos ke babak 16 besar Liga Champions Eropa dan maish punya peluang memepertahankan juara Copa.

Namun apakah benar taktik Valverde memang sudah kelewat biasa saja untuk level Barcelona? Jawabannya, bisa ya bisa juga tidak.

Perlu digaris bawahi, Barcelona musim lalu sebetulnya nyaris sempurna. Sepanjang musim di liga bisa saja meraih titel unbeaten namun kekalahan di kandang Levante mengacaukan semuanya. Dosa kedua adalah membiarkan Roma lakukan comeback di leg kedua Liga Champions Eropa. Jika digambarkan dengan nilai raport anak sekolah, Valverde semua mata pelajaran mendapat nilai 9 namun ada noda jelas dengan tinta merah dengan nilai 5.

Bicara taktik, musim 2017/18, Valverde mesti mengubah gaya main dan skema Barca dari 4-3-3 ala Luis Enrique dan mengubahnya menjadi 4-4-2. Trio Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar Jr yang menggila sebelumnya harus diubah secara telak oleh Valverde. Sukses? Ya, sukses besar. Kebobolan sedikit, menguasai bola dan jadi juara kompetisi domestik di liga dan copa.