Analisa

BEST XI: Inilah Line-Up Terbaik Piala Presiden 2018 versi FourFourTwo

FourFourTwo memilih susunan line-up berisikan para pemain terbaik di Piala Presiden 2018, dan menjelaskan mengapa kami memilih mereka...

We are part of The Trust Project What is it?

KIPER

Teja Paku Alam (Sriwijaya FC)

Pada gelaran Liga 1 tahun lalu, Teja Paku Alam mengalami musim yang kurang mengenakkan. Meski masih mencatatkan jumlah penyelamatan yang cukup tinggi sebagaimana di Indonesian Soccer Championship musim sebelumnya, performa Teja di musim lalu cenderung angin-anginan dan pada beberapa kesempatan ia melakukan kesalahan yang membuat Sriwijaya kehilangan poin. Akun Instagram miliknya pun bahkan sempat dipenuhi oleh beragam kritikan para pendukung Sriwijaya yang tak puas dengan performa yang ia tunjukkan.

Namun di musim ini, tepatnya pada gelaran pra musim Piala Presiden, Teja menunjukkan tanda-tanda bahwa ia akan bangkit. Ia kembali menjadi palang pintu terakhir Sriwijaya yang begitu sulit ditembus. Pengambilan keputusannya terbilang selalu tepat. Ia tahu kapan harus menangkap, menepis, memblok, atau merangsek ke depan untuk menutup ruang tembak lawan. Teja turun pada semua laga Sriwijaya di Piala Presiden dan hanya kebobolan tiga gol, paling sedikit di antara penjaga gawang lain. Dan untuk itulah perannya di bawah gawang begitu krusial.

Satu momen yang rasanya paling menunjukkan betapa krusialnya peran Teja adalah ketika ia menepis tendangan penalti pemain Arema FC pada babak perempat final. Ketika itu, tepisan penaltinya menjadi tapal kebangkitan Sriwijaya FC yang setelahnya dengan cepat berhasil menjaringkan dua gol.

BEK

I Made Andhika Wijaya (Bali United)

Adanya sosok I Made Andhika di sisi kanan Bali United membuat dirinya menjadi sosok yang diperhatikan di Liga 1 musim lalu. Gara-garanya, musim lalu merupakan musim debut pemain berusia belia ini di kompetisi resmi. Dan, di posisi yang ia tempati pun juga sudah ada Hashim Kipuw yang jauh lebih berpengalaman. Tapi rupanya Andhika menunjukkan bahwa ia layak berada di sisi kanan Bali sebab kemampuan yang ia miliki memang tergolong luar biasa. Kami bahkan memasukkan namanya ke dalam susunan pemain terbaik Liga 1.

Pada gelaran Piala Presiden tahun ini, Andhika kembali menunjukkan hal serupa. Ia menjadi satu dari sejumlah sosok yang berperan penting dalam keberhasilan Bali United menembus babak final.

Seperti musim lalu, Andhika tampil begitu apik pada gelaran ini, baik ketika menjaga pertahanan maupun merangsek ke lini depan. Saat bertahan, ia akan menjadi pemain yang begitu disiplin dan tanpa kompromi. Sementara saat menyerang, ia menjelma sabagi pemain yang suka menguasai bola dan terlihat begitu cepat tiap kali memasuki sepertiga akhir penyerangan.

Performa apiknya di Piala Presiden inilah yang akhirnya membuat Luis Milla memantaunya untuk kemudian membawa Andhika ke tim nasional untuk pertama kali.

Jaimerson Xavier (Persija Jakarta)

Jaimerson Xavier tiba di Persija Jakarta dengan beban yang kelewat berat. Selain harus menggantikan sosok terbaik di lini pertahanan Persija musim lalu, William Pacheco, yang hengkang ke Selangor FA di Malaysia, ia juga harus menjaga nama baik Persija yang musim lalu menjadi tim dengan pertahanan yang paling sukar ditembus.

Jaimerson rupanya bisa melakukannya dengan baik dan itu terlihat pada Piala Presiden tahun ini. Dengan postur yang sama tinggi besarnya seperti Pacheco, pemain asal Brasil ini menjadi momok menakutkan bagi para penyerang lawan. Gaya bermainnya yang begitu mengandalkan fisik, agresif, dan juga disiplin membuat ia begitu sulit dilewati. Terbukti, meski bukan yang terbaik, gawang Persija hanya bisa ditembus sebanyak enam kali.

Selain kokoh dalam bertahan, Jaimerson punya kelebihan lain yang membuat ia tampak sedikit lebih baik ketimbang Pacheco, yaitu kemampuannya dalam mengeksekusi tendangan bebas. Ia bahkan sudah mencetak satu gol dalam situasi tersebut.

Hamka Hamzah (Sriwijaya FC)

Apa yang ditunjukkan pertahanan Sriwijaya FC pada musim lalu dan pada gelaran pramusim Piala Presiden tahun ini berbanding terbalik. Musim lalu, mereka sering kehilangan poin karena sejumlah kesalahan di lini pertahanan. Tapi di awal musim ini, mereka malah menjadi tim dengan statistik pertahanan terbaik. Dan sosok Hamka Hamzah punya peran penting di balik luar biasanya pertahanan Sriwijaya.

Hamka datang sebagai pelengkap kepingan bintang Sriwijaya FC. Sosoknya yang tenang berhasil menjadi pemimpin tak hanya bagi lini belakang, tetapi bagi seluruh tim. Ketenangan yang ia miliki juga sejauh ini berhasil menjadi penetralisir agresivitas berapi-api yang ditunjukkan palang pintu Sriwijaya lainnya, Mamadou N’Diaye. Ditambah dengan kehadiran Teja yang sedang bagus-bagusnya, rasanya wajar bila Sriwijaya hanya kebobolan tiga gol di Piala Presiden.