Best XI Liga 1 2017 versi FourFourTwo Indonesia

FourFourTwo memilih sebuah tim terbaik yang berisikan para pemain terbaik di Liga 1 2017 lalu. Dan seperti inilah tim tersebut....

Penjaga Gawang: Andritany Ardhiyasa (Persija Jakarta)

Liga 1 2017 merupakan musim terbaik Andritany bersama Persija Jakarta sejauh ini. Tampil sebanyak 33 kali, ia menjadi kiper yang paling sulit ditaklukkan oleh para penyerang ganas di Liga 1. Bagaimana tidak, dalam 33 tiga pertandingan tersebut gawang Persija hanya kebobolan sebanyak 24 kali, terbaik di antara kontestan Liga 1 lainnya. Tak hanya berhenti sampai di situ, Andritany juga berhasil mencatatkan 14 kali clean sheet, terbanyak di antara kiper-kiper Liga 1 lainnya. Dan perlu diketahui, 5 di antara 14 clean sheet-nya tersebut terjadi secara berturut-turut, dari pekan ketujuh hingga pekan kesebelas Liga 1.

Selain itu, Andritany juga berhasil mencatatkan 92 kali penyelamatan. Meski jumlah penyelamatan tersebut masih kalah dari jumlah penyelamatan yang dilakukan oleh Muhammad Ridho (104 kali) dan Aditya Harlan (95 kali), dilihat dari jumlah kebobolannya yang lebih sedikit daripada kedua penjaga gawang tersebut, catatan itu setidaknya mampu membuktikan kehebatan Andritany lainnya: ia merupakan seorang penjaga gawang yang juga cukup mahir dalam mengarahkan lini pertahanan timnya.

Bek Kanan: I Made Andhika Pradana (Bali United)

Anda mungkin terkejut saat mendapati nama I Made Andhika dipilih untuk menempati posisi ini. Menurut Anda, mungkin ada pemain lain yang lebih layak untuk menempati posisi ini, seperti I Putu Gede, Ismed Sofyan, Henhen, atau mungkin Zulkifli Syukur. Namun, kami mempunyai pertimbangan tersendiri mengapa I Made Andhika Prada merupakan pemain yang paling pantas untuk menempati posisi ini.

Di Liga 1 lalu Bali United memiliki empat full-back kanan: Hasim Kipuw, Dias Angga, Mahdi Fahri, dan I Made Andhika. Meski begitu, Widodo Cahyono Putro lebih sering memainkan I Made Andhika di mana ia bermain sebanyak 25 kali di sepanjang musim. Lalu, mengapa? Sederhana: ia adalah full-back kanan Bali United yang paling mampu mempermudah dan mengimbangi kinerja Irfan Bachdim di sisi kanan permainan Bali United. Perpaduan antara Bachdim dan Made Andhika merupakan senjata ampuh Bali United Setiap kali membangun serangan. Kemudian, dari 76 gol yang dicetak Bali United, terbanyak di Liga 1, sebagian besar berawal dari pergerakan Andhika dan Bachdim di sisi kanan permainan Bali United.  

Andika sendiri memulai debutnya di Liga 1 saat Bali United bertandang ke markas Madura United. Menariknya, saat itu ia bermain sebagai full-back kiri – menggantikan tempat Ricky Fajrin yang mengikuti pelatnas timnas U-22. Sejak saat itu, ia kemudian sering menjadi pilihan utama Widodo Cahyono Putro, baik di sisi kanan maupun sisi kiri pertahanan timnya. Baru-baru ini, ia kabarnya akan segera mendapatkan ganjaran dari performa impresifnya: Bali United siap memagarinya hingga tahun 2023 nanti.

Bek Tengah: Willian Pacheco (Persija Jakarta)

Selain Andritany, Willain Pacheco adalah alasan lain mengapa gawang Persija susah sekali ditembus tim-tim lawan di Liga 1 lalu. Pemain berusia 26 tahun tersebut mempunyai kemampuan tergolong komplet sebagai seorang pemain belakang. Ia pintar membaca permainan, mampu mengkoordinasi lini belakang dengan baik, dan sangat sulit dikalahkan dalam duel satu lawan satu.

Selain itu, Pacheco juga sangat tangguh dalam duel-duel udara. Menurut Labbola, tidak ada pemain lain di Liga 1 yang lebih tangguh dalam urusan ini selain Pacheco. Ia tercatat berhasil memenangi 149 duel udara di mana beberapa di antara kemenangan tersebut berbuah gol ke gawang lawan. Pachecho sendiri berhasil mencetak 5 gol dan mencatatkan 1 asis dalam 30 kali penampilannya. Dengan performa seperti itu, Pacheco kemungkinan besar akan menjadi incaran utama tim-tim lainnya di musim yang akan datang. Dan jika Persija tidak mau menyesal, mereka harus segera pasang badan untuk menghindari kepergian salah satu pemain bintangnya tersebut.

Bek Tengah: Achmad Jufriyanto (Persib Bandung)

Di Liga 1 lalu Persib Bandung babak belur. Memulai liga sebagai salah satu kandidat juara, mereka ternyata hanya mampu finis di urutan ke-13. Meski begitu, penampilan konsisten Achmad Jufriyanto di barisan pertahanan Persib tentu saja tak boleh dianggap remeh. Saat rekan-rekannya hampir selalu kehilangan akal, Jupe, sapaan akrab Achmad Jufrianto, selalu tampil tenang seolah ingin selalu memberikan harapan kepada timnya yang sebetulnya hampir selalu terlihat tanpa harapan.

Tampil sebanyak 31 kali – salah satu pemain Persib yang mempunyai penampilan terbanyak untuk tim – Jupe mampu membuktikan bahwa ia merupakan salah satu center-back terbaik yang dimiliki oleh Indonesia saat ini. Selain pintar dalam melakukan build-up serangan dari lini belakang di mana akurasi umpannya mampu mencapai 82%, ia juga berhasil mencatatkan 38 kali blok di sepanjang musim, terbaik di antara pemain-pemain Liga 1 lainnya. Selain itu, tingkat akurasi tekelnya juga mencapai 62%.

Penampilan konsisten Jupe di lini belakang kemudian membuat Persib Bandung hanya kebobolan 34 kali di Liga 1 lalu, hanya kalah dari Persija Jakarta (kebobolan 24 kali). Ia lalu kembali mendapatkan kesempatan untuk membela timas Indonesia karena penampilan bagusnya di Liga 1.

Topics