Analisa

Best XI: 'One Season Wonders' di Sepakbola Eropa

Melejit di satu musim untuk kemudian tenggelam di musim-musim berikutnya, sepakbola meyediakan ruang bagi para one season wonder untuk setidaknya menikmati masa singkat sebagai pusat sorotan. Inilah para pemain yang cukup beruntung bisa disebut sebagai pemain berkelas meski hanya semusim saja...

We are part of The Trust Project What is it?

Menjaga konsistensi bermain di level top Eropa itu tidak mudah. Ada satu pemain atau rekrutan anyar yang tampil oke selama satu musim penuh, namun kemudian melempem di musim berikutnya, atau juga sebaliknya: tampil buruk di musim pertama, lalu bagus di musim berikutnya.

Pemain yang masuk kategori tersebut dikenal dengan istilah one season wonder. Mereka disebut one season wonder karena alasan yang berbeda-beda seperti: performa yang terganggu karena cedera, kalah bersaing dengan pemain lain, atau gagal tampil maksimal karena berganti klub baru. Satu hal yang pasti, Harry Kane tidak termasuk di dalamnya.

Status one season wonder tidak berlaku untuk Kane, karena ia telah membuktikan ketajamannya yang terus terjaga -bahkan lebih baik- sejak penampilannya di tim utama Tottenham Hotspur pada musim 2014/15. Lantas, siapa saja yang masuk kategori one season wonder? Berikut penjabaran versi kami dalam bentuk best XI dari kiper hingga lini depan.

1. Tomas Kuszczak

Menyebut dan menuliskan namanya mungkin sedikit rumit, serumit perjalanan kariernya bersama Manchester United. Kuszczak bermain selama enam tahun bersama Setan Merah. Tetapi, kiper asal Polandia hanya menjadi pelapis bagi Edwin van der Sar. 

Jika mengukur kariernya dari segi trofi dan kesuksesan, jelas dia sukses. Namun, jika melihat penampilannya, Kuszczak tidak tampil hebat seperti halnya di musim 2005/06 saat membela West Bromwich Albion (WBA). Kala itu, Kuszczak tampil konsisten menggantikan Chris Kirkland yang cedera.

Kuszczak tampil hebat sepanjang musim, termasuk momen terbaiknya terjadi saat melawan Wigan Athletic, di mana ia melakukan penyelamatan krusial dari upaya Jason Roberts. Penyelamatannya itu terpilih sebagai penyelamatan terbaik di musim 2005/06. Sayang, performa gemilang Kuszczak tidak mampu menyelamatkan West Brom dari jerat degradasi

2. Jon Flanagan

Pada musim 2013/14, yang dikenang sebagai musim 'nyaris' juara Premier League Liverpool, ada satu pemain muda yang penampilannya mencuat selain Raheem Sterling. Dia adalah full back asli kelahiran Liverpool, Jon Flanagan. 

Flanagan mulai banyak dimainkan Brendan Rodgers setelah pilihan utama untuk posisi bek kiri, Jose Enrique, cedera. Pilihan Rodgers pun tidak salah. Flanagan tampil dengan semangat yang tinggi, seringkali naik membantu serangan (overlap), dan mencetak gol fantastis kala melumat Tottenham Hotspur dengan skor 5-0.

Pujian datang membanjirinya, termasuk dari legenda Milan yang berasal dari Brasil, Cafu. Namun sayang, Flanagan melempem di musim berikutnya karena cedera, dan perlahan menghilang dari tim utama Liverpool. Posisinya juga tersingkir seiring kedatangan Alberto Moreno. Flanagan sempat dipinjamkan ke Burnley pada musim 2016/17 dan saat ini di Bolton Wanderers, juga dengan status pemain pinjaman. 

Pages