Best XI Para Pemain Muda Liga 1 2017 versi FourFourTwo

Liga 1 2017 menjadi panggung banyak pemain muda potensial untuk menampilkan talenta mereka. Dan inilah susunan pemain terbaik para pemain muda yang tampil di Liga 1 lalu...

Sudah bukan rahasia bila Liga 1 2017 penuh dengan masalah dan berbagai hal menyebalkan lainnya. Mulai dari penerapan marquee player yang agak dipaksakan dan terkesan dadakan, jadwal pertandingan yang ditunda, keputusan wasit yang bermasalah, regulasi yang berubah-ubah, hingga perihal gelar juara Bhayangkara FC yang menimbulkan tanda tanya. Itu hanya beberapa. Belum ditambah dengan  masalah-masalah lain yang tak kalah menyebalkannya.

Kendati demikian, sebagaimana pepatah klise yang menyatakan bahwa ‘selalu ada hikmah di balik semua peristiwa’, Liga 1 musim ini juga menelurkan banyak hikmah yang bisa diambil. Salah satunya adalah perihal regulasi wajib menurunkan minimal 3 pemain U-23 bagi tiap tim. Meski regulasi ini hanya bertahan selama setengah musim – pada Agustus PSSI dan PT LIB menghapus regulasi tersebut, hal itu terbilang cukup untuk membuat para pemain muda unjuk gigi. Beberapa bahkan mampu tampil apik hingga akhirnya benar-benar menjadi andalan di klub masing-masing.

PENJAGA GAWANG

Awan Setho

Posisi penjaga gawang mutlak menjadi milik Awan Setho. Kendati masih berusia 20 tahun, ia sudah dipercaya untuk tampil di bawah mistar gawang Bhayangkara FC. Tak tanggung-tanggung, sebagai penjaga gawang utama!

Total Awan Setho mencatatkan 84 kali penyelamatan untuk timnya dalam 25 laga. Rinciannya adalah 3,3 kali penyelamatan per pertandingan. Statistik itu merupakan salah satu yang tertinggi di Liga 1 sehingga pada artikel sebelumnya, kami menobatkan dirinya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik sepanjang kompetisi kemarin.

BEK

I Made Andhika Wijaya

Di musim ini, bek kanan menjadi posisi yang cukup banyak ditempati talenta-talenta muda potensial. Terhitung beberapa nama seperti Putu Gede, Henhen Herdiana, Markcho Sandy Meraudje, hingga I Made Andhika Wijaya, tampil cukup baik dan menjadi andalan di timnya masing-masing. Tapi di antara nama-nama itu, nama terakhir dapat disebut yang paling menonjol.

I Made Andhika menjadi salah satu bagian penting dari performa garang yang ditunjukkan Bali United sepanjang musim. Rutin dimainkan sebagai bek kanan, ia tergolong pemain yang lebih baik dan disiplin saat bertahan. Statistik akurasi tekelnya yang cukup baik (58 %) membuktikan hal tersebut. Kendati demikian, saat timnya menyerang, ia juga sesekali merangsek ke lini serang untuk membantu Irfan Bachdim dan kawan-kawan. Total ia bermain sebanyak 25 kali dan mencatatkan satu assist.

Salah satu kelebihan yang dimiliki I Made Andhika adalah kemampuannya bermain di beberapa posisi. Selain sebagai bek kanan, ia juga bisa bermain sebagai bek tengah.

Hansamu Yama

Sementara posisi bek kanan menjadi panggung banyak pemain muda unjuk gigi dan menjadi pilihan utama di tim masing-masing, posisi bek tengah cenderung sedikit. Sebabnya, posisi ini kebanyakan sudah disegel oleh para pemain senior dan pemain asing. Hansamu Yama menjadi satu di antara sedikit pemain yang menjadi pengecualian.

Hansamu menjadi salah satu kunci keberhasilan Barito Putera menembus urutan ke-7 Liga 1. Ketenangan yang ia miliki benar-benar membuat gawang Barito yang sebetulnya sudah cukup kokoh dengan kawalan Aditya Harlan, menjadi semakin kokoh. Tercatat ia tampil sebanyak 20 kali dan mencetak 2 gol. Statistik tekelnya juga lumayan, yaitu mencapai tingkat akurasi 54 %.

Dandi Maulana

Ketika Hansamu Yama memperkuat tim nasional pada ajang SEA Games lalu, harusnya Barito Putera merasa khawatir. Beruntungnya ada satu nama yang membuat kekhawatiran Barito tereduksi. Dia adalah Dandi Maulana.

Dandi merupakan salah satu pemain muda yang paling mencuri perhatian di Liga 1 2017. Permainannya yang disiplin dan militan ketika bertahan, membuat kehilangan Hansamu selama beberapa pekan tidak terlalu terasa. Bahkan, statistiknya membuktikan bahwa Dandi sepanjang musim 2017 lebih baik dari tandemnya di lini belakang Barito itu. Dari 26 kali kesempatan bermain, Dandi mencatatkan akurasi tekel tinggi dengan mencapai 63 %. Selain apik ketika bertahan, ia juga cukup tajam ketika membantu penyerangan. Total ia bisa mencetak 4 gol sepanjang musim.

Satu kemampuan lain yang membuat Dandi tampak lebih komplit ketimbang Hansamu, yaitu kemampuannya bermain di beberapa posisi. Selain sebagai bek tengah, Dandi juga piawai bermain di posisi bek kanan.

Topics