Analisa

BEST XI: Pemain-Pemain Terbaik Premier League yang Tidak Pernah Tampil di Liga Champions Eropa

Trio pemain yang masing-masing sudah mencetak 100 gol lebih di Premier League ditambah kiper paling abadi di liga. Bagaimana mereka semua tidak pernah bermain di Liga Champions? Andrew Murray akan menjelaskannya

We are part of The Trust Project What is it?

"Siapa yang akan Anda pilih di Premier League XI terbaik yang tidak pernah mencicipi rasanya bermain Liga  Champions?" Tiba-tiba, seorang teman lama FourFourTwo mengirimkan sebuah pesan yang membuat kami tertarik. Satu jam kemudian, dengan berbagai diskusi dan perdebatan yang kami lakukan, kami belum bisa menemukan titik temu. Kami menyerah.

Namun, FFT terdiri dari jiwa-jiwa yang kuat sekaligus sangat bosan. Kami terus mencari, karena Alan Shearer, Thierry Henry, Dennis Bergkamp dkk tidak mungkin masuk daftar ini. Tapi begitu juga dengan Tony Yeboah (satu musim bersama Hamburg), Sylvain Distin (10 pertandingan bersama Paris Saint-Germain), dan bahkan Dion Dublin – berkat 18 menit cameo bersama Manchester United saat melawan Galatasaray pada tahun 1993. Beberapa pemain sudah dijamin masuk dalam daftar ini, sementara yang lainnya belum bisa dipastikan.  Pencarian pemain untuk mengisi bek kanan adalah salah satu yang paling menyusahkan.

Tapi, inilah dia. Para pemain terbaik dari Premier League yang tidak pernah bermain di European Cup atau Liga Champions. Bahkan juga tidak pernah mencicipi babak kualifikasi (maaf untuk Duncan Ferguson, Tim Cahill dan segenap pemain Everton lainnya).

Kiper: Neville Southall

Kuli bangunan, tukang-servis-apapun, pembersih lantai, tukang sampah – sebut saja semua pekerjaan keras yang bisa Anda sebutkan, Big Nev mungkin pernah melakukan semua pekerjaan itu sebelum menjadi salah satu kiper terbaik yang pernah diproduksi oleh sepakbola Inggris.

Hingga detik ini, ia menjadi penjaga gawang terakhir yang pernah memenangkan Football Writers’ Player of the Year Award. Sangat disayangkan kiper Everton ini sedang berada di puncak karirnya saat larangan bermain di kompetisi Eropa pasca tragedi Heysel sedang diberlakukan untuk klub-klub Inggris. Baru-baru ini ia menemukan kembali jati dirinya sebagai kritikus terkemuka atas Tory di Twitter. Itupun kalau dia tidak me-retweet kegiatan amal untuk hewan dan pengumuman hewan peliharaan yang hilang.

Bek Kanan: Stephen Carr

Kami akan jujur, ini adalah posisi yang bermasalah. Saat Anda duduk di rumah dengan celana sambil bertanya-tanya apakah Steve Watson atau Aaron Hughes pantas untuk bermain di sisi kanan pertahanan tim Anda, Anda tahu Anda sedang dalam masalah. Apalagi dengan Mrs FFT. Pemain andalan Spurs selama satu dekade sebelum akhirnya mereka menjadi tim yang bagus, dia pindah ke Newcastle pada tahun 2004 ketika tim ini mengalami penurunan tajam. Nama tengahnya adalah Babeson. Selalu berada di posisi belakang.

Bek Tengah: Gareth Southgate

Bos tim nasional Inggris ini adalah pria baik dengan wajah dan sikap seseorang yang seharusnya lahir di Welwyn Garden City, bukan di Hertfordshire – wilayah Watford – yang terkenal keras. Coba berpikir lebih keras lagi dan Anda bisa mendengar mantan pemain Crystal Palace, Aston Villa, dan Middlesbrough ini mengatakan sesuatu yang hambar tentang bagaimana ia sudah cukup senang bisa tampil sebanyak 32 kali di Piala UEFA. Ironisnya, gaya khas Southgate sebenarnya sangat sesuai untuk sepakbola Eropa.

Bek Tengah: Paul McGrath

Pemain pertama di era Premier League yang memenangkan PFA Players’ Player of the Year  pada musim 1992-93 dan nyaris tidak pernah latihan karena cedera lutut yang begitu kronis. Alex Ferguson bahkan pernah menawarkan paket pensiun kepada pemain Irlandia ini dengan nilai £100.000 pada tiga tahun sebelumnya.

Alih-alih mengambil tawaran itu, McGrath memilih untuk pindah ke Aston Villa dan menghilangkan kebiasaan minum alkoholnya yang terkenal untuk memperpanjang masa karirnya lebih lama dari yang diperkirakan orang-orang. Namun tetap saja ia absen dari perjalanan panjang Manchester United di Liga Champions.

Bek Kiri: Leighton Baines

Kami tahu, kami sendiri tidak bisa mempercayai hal ini. Baines bahkan belum pernah bermain di kualifikasi Liga Champions, meskipun Everton pada awal 2000an sempat disejajarkan dengan tim elit Eropa lainnya.

Salah satu pemain paling konsisten di Premier League dalam bertahan maupun menyerang.  Bazza sebetulnya memiliki kesempatan untuk mengikuti David Moyes ke Manchester United dan bermain di Liga Champions, namun ia menolak tawaran dari mantan manajernya tersebut. Tapi dia juga berteman dengan Arctic Monkeys dan Miles Kane, jadi mungkin tidak semuanya buruk.

Pages