Analisa

Best XI Timnas: Seandainya Pemain-Pemain Berdarah Indonesia Dinaturalisasi

Pernah berandai-andai jika Radja Nainggolan dan pemain-pemain berdarah Indonesia lainnya dinaturalisasi?

We are part of The Trust Project What is it?

Tak ada yang melarang kita untuk berandai-andai. Tak ada, apalagi berandai-andai tak semahal harga secangkir kopi di pusat perbelanjaan elit tengah kota. Berandai-andai mempunyai tim nasional dengan nama-nama pemain dunia, pun sampai berandai-andai Indonesia juara dunia, semuanya gratis tak berbayar. Percayalah.

Kami akan mengajak kalian berandai-andai pesepakbola kelas dunia keturunan Nusantara mau mengabdikan diri mereka demi darah leluhur mereka. Lalu siapa saja The Best XI dari kami? Mari lihat daftarnya…

Emilio Audero Mulyadi (Kiper)

Sebetulnya, niatan kami menghimpun sebelas nama pesepakbola dunia yang memunyai garis darah Nusantara adalah untuk memprioritaskan nama-nama lawas terdahulu yang sudah lebih senior melanglang buana karirnya dan sementara mengenyampingkan nama-nama yang baru muncul seperti Emilio Audero, Ezra Walian, dkk.

Namun, dengan pertimbangan kelangkaan pemain keturunan yang berposisi sebagai kiper, akhirnya nama Emilio kami sertakan sebagai pengecualian. Kiprah pemain keturunan Lombok-Italia ini melejit bersama Juventus. Meski hanya terdaftar sebagai kiper ketiga, namun itu adalah prestasi luar biasa karena ia akan langsung dibina oleh sang senior sekaligus legenda, Gianlugi Buffon.

Michael Elias Timisela (Bek)

Nama belakang (marga) Timisela memang tak asing bagi warga Indonesia bagian timur terutama kepulauan Maluku. Bahkan beberapa pesepakbola legendaris Indonesia saja ada yang menggunakan nama marga Timisela sebagai salah satu ciri dari darah keturunan Maluku terebut.

Oh ya, jangan heran juga jika kita melihat berita bahwa warga di Ambon/Maluku sana kerap berkumpul bahakan berpesta jika tim nasional Belanda sedang bermain.

Michael Timisila yang merupakan keturunan Maluku-Belanda ini memulai karir sepakbolanya bersama Ajax Amsterdam. Sempat diisukan akan membea klub di Liga Indonesia, kini ia masih membela salah satu klub divisi bawah Liga Belanda yaitu Koninklijke HFC.

John Heitinga (Bek)

Pernah memperkuat Everton, Atletico Madrid, hingga Herta Berlin, John Heitinga sejatinya memulai karir sepakbolanya di Ajax Amsterdam. Pemain yang berposisi sebagai bek tengah ini juga kerap menghuni skuat tim nasional belanda dalam kurun waktu 2004 hingga 2013 lalu.

Darah Indonesianya disinyair ia dapat dari sang ayah yang merupakan kelahiran Jakarta dan sang kakek yang berasal dari Belitung. John yang tinggal dan tumbuh besar bersama kakeknya (karena orang tuanya bercerai) ini banyak mendapatkan cerita tentang tanah leluhurnya dari sang kakek.

Giovanni van Bronckhorst (Bek)

Rahim dan kasih sayang dari wanita yang bernama Fransien Sapulette ini berperan untuk membesarkan salah satu pesepakbola tersukses Belanda keturunan Indonesia yaitu: Giovanni van Bronckhorst . Sang ibu yang merupakan asli Maluku ini jugalah yang menghidupkan Bahasa Indonesia di lingkungan keluarga Van Bronckhorst.

Sebagai pemain yang berposisi di bek kanan, Gio banyak berprestasi di berbagai liga. Bahkan ia juga merupakan kapten tim nasional Belanda saat melaju ke final Piala Dunia tahun 2010 lalu. Selepas gantung sepatu, kini ia sedang menempuh karirnya sebagai pelatih Feyernoord, Belanda.