Analisa

Betapa Gilanya David De Gea

Menjadi seorang penjaga gawang mungkin adalah salah satu tugas yang paling berat dalam sebuah tim. Tak jarang palang pintu terakhir sebuah tim ini jadi bulan-bulanan suporter jika tim kesayangan mereka menelan kekalahan.

We are part of The Trust Project What is it?

Tidak hanya bermodal refleks yang baik, tetapi seorang kiper juga harus punya mental yang kuat. Sebab harus menghadapi sepakan-sepakan keras dari pemain yang berbeda-beda tentu butuh lebih dari hanya sekadar skill saja.

Pada laga Tottenham Hotspur melawan Manchester United akhir pekan lalu, David De Gea benar-benar mempertontonkan bagaimana kualitas seorang penjaga gawang yang sebenarnya. Dalam 90 menit, De Gea menegaskan bahwa seperti itu lah seorang kiper seharusnya berkerja.

Tatapannya dingin, ia terlihat begitu tenang seusai menepis berbagai serangan bertubi-tubi yang dihadapinya. Son Heung-min, Harry Kane, Toby Alderweireld, dan Dele Alli dibuat frustrasi oleh kiper asal Spanyol tersebut.

Hal tersebut menunjukkan betapa matangnya seorang De Gea sebagai palang pintu terakhir. Ia melakukannya bagaikan rutinitas, ia membuat Wembley terlihat seperti Carrington, tempat latihan skuad United. Bagian mengerikannya, di saat bersamaan Anda bisa bayangkan betapa keras dan beratnya latihan yang ia lakukan sehingga bisa tampil sedemikian sempurna.

Tidak sampai di situ. Kiper yang pernah membela Atletico Madrid selama 10 tahun itu melakukan penyelamatan-penyelamatannya tersebut tidak hanya dengan kedua tangannya, tetapi juga kaki kiri dan kaki kanan.

Mari kita breakdown beberapa peluang emas yang didapat Spurs. Pada awal babak kedua Harry Kane mendapatkan peluang emas di dalam kotak penalti United. Dari sisi kanan lapangan, Kane melepaskan tembakan keras yang bisa dihalau oleh De Gea dengan kaki kanannya.

Peluang emas kedua datang dari kepala Dele Alli. Build up yang dilakukan Spurs sangat rapi sehingga membuat para gelandang dan pemain bertahan United pontang-panting. Umpan dari Kieran Trippier disambut oleh sundulan Alli, namun sukses ditepis oleh kedua tangan De Gea.

Peluang terakhir yang bisa dikatakan paling wah adalah sepakan Alderweireld memanfaatkan sepak pojok. Tendangan keras dan terarah dari pemain asal Belgia tersebut belum mampu menembus gawang United. De Gea dengan sigap menghalaunya dengan kaki kiri. Ya, kaki kiri.