Top 10/50/100

Bibit Unggul Liga-Liga Top Eropa yang Layak Diikuti Kiprahnya Musim Ini

Musim liga baru dimulai, pemuda-pemuda ini menunjukkan mengapa mereka juga layak diberikan status sebagai "bibit unggul". Siapa saja?

We are part of The Trust Project What is it?

Richarlison de Andrade (Everton, Premier League)

Ditertawakan tetapi kemudian memberikan pembuktian. Begitulah kisah awal Richarlison musim ini. Ia sempat dicibir karena biaya transfernya ke Everton dianggap tak sebanding dengan performa yang ia tunjukkan bersama Watford musim lalu. Namun, ia mampu menunjukkan pembuktian lewat torehan tiga gol di Premier League dari dua penampilan saja. Jumlah itu bahkan bisa menjadi lebih banyak andai ia tak mendapat kartu merah yang membuatnya absen di beberapa pertandingan sebelumnya.

Menarik menyimak apakah Richarlison bisa konsisten dengan performanya tersebut. Dan jika pemain berusia 21 tahun ini ternyata benar-benar bisa konsisten, besar kemungkinan klub-klub besar akan mencoba mendapatkan servisnya pada musim depan. Apalagi ia juga mulai mendapat panggilan tim nasional Brasil dan telah mencetak dua gol dari dua pertandingan.

Matteo Guendouzi (Arsenal, Premier League)

Penampilan pemain berkewarganegaraan Perancis ini amat menonjol secara fisik. Rambutnya ikal –seperti David Luiz, tingginya 185 sentimeter. Kendati demikian, perawakan sekilas itu tak membuat orang-orang menujukan pandangan mereka begitu saja pada Guendouzi. Namun tiba-tiba, namanya nagkring di starting eleven Arsenal pada lima pertandingan berturut-turut. Pada titik inilah ia mulai mencuri perhatian.

Sebagai seorang gelandang, Guendouzi punya karakter bermain yang tenang. Ia juga rajin mendekati bola serta cukup sering melepaskan umpan-umpan progresif. Berbagai hal inilah yang barangkali membuat Unai Emery lebih memilih dirinya sebagai tandem utama Granit Xhaka di lini tengah Arsenal, alih-alih Lucas Torreira yang juga baru didatangkan musim ini.

Pages