Bintang Muda Premier League Yang Wajib Kita Tunggu Penampilannya Musim Ini

Musim baru membawa sejumlah pemain baru dari seluruh penjuru dunia, tapi Michael Cox memilih 20 pemain yang diyakini akan menarik perhatian di klub mereka masing-masing...

Arsenal (Gabriel)

Pemain yang didatangkan pada bulan Januari ini tidak banyak bermain di paruh kedua musim lalu, tapi Arsene Wenger sangat yakin dengan masa depan bek tengah asal Brasil ini. Bek yang berkomitmen, proaktif dan pintar yang kerap disejajarkan dengan rekan senegarnya, Lucio, Gabriel sepertinya adalah bek yang akan membuat kesalahan saat ia bergabung dengan sepakbola Inggris, tapi dia memiliki potensi untuk menjadi bek top. Posisi Per Mertesacker mungkin berada dalam bahaya, dengan duet reguler Gabriel dan Koscielnya sepertinya akan menjadi kenyataan di akhir musim. 

Carles Gil

Aston Villa (Carles Gil)

Gelandang serang Spanyol tampaknya menjadi penandatanganan menarik pada bulan Januari, pada saat Aston Villa memainkan sepakbola yang sangat menyedihkan di bawah kepelatihan Paul Lambert. Gol menakjubkan melawan Bournemouth di Piala FA mengisyaratkan ia adalah pemain sepak bola yang luar biasa berbakat.
 
Pergantian manajer tidak menguntungkan Gil, dan dengan dirundung sejumlah masalah cedera paha, dia mendapatkan sedikit kesempatan dari Tim Sherwood. Namun, Sherwood sangat ingin memberinya kesempatan setelah beberapa penampilan mengesankan di pra musim.
 
"Carles Gil akan memainkan lebih banyak pertandingan tahun ini karena kita tidak dalam situasi di mana itu adalah pertempuran degradasi," katanya. "Saya tidak mengenalnya [musim lalu] dan kami bermain dengan cara yang berbeda. Itu cara yang kami butuhkan untuk lolos dari degradasi. Ini berbeda sekarang, mudah-mudahan kami bisa memberikan dia kesempatan bermain di area penting di atas lapangan. Saya melihat posisi terbaiknya adalah bermain di posisi No. 10."

Bournemouth (Tyrone Mings)

Dia memiliki atribut fisik yang sangat baik, dia tinggi dan cepat. Dia sangat unggul di dalam kotak penalti karena fisiknya

- Eddie Howe

Mungkin sudah jelas bahwa Bournemouth akan mengharapkan musim yang baik dari pembelian termahal mereka senilai delapan juta pound, tapi Mings belum terbukti pada tingkat tertinggi, dan masih belum mengubah potensi menjadi konsistensi. Namun, ia tampaknya memiliki semua kualitas yang diperlukan untuk berhasil di Liga Primer. Seorang bek yang terkendali, cerdas dan dominan secara fisik, mampu bermain baik di pusat pertahanan atau bek kiri, Mings juga mengesankan dengan kerendahan hati dan profesionalisme-nya. Dikejar oleh Arsenal selama setahun terakhir, pindah ke Bournemouth menjadi sesuatu yang mengejutkan.
 
Bukan hal yang mustahil untuk berpikir Mings bisa masuk skuat Inggris di akhir musim, terutama dengan kurangnya pilihan untuk Roy Hodgson di lini pertahanan.

Tyrone Mings

Chelsea (Ruben Loftus-Cheek)

Anda harus kembali ke 15 tahun lalu untuk menemukan produk akademi Chelsea terakhir yang mampu membuktikan dirinya di tim utama - John Terry - tapi Loftus-Cheek tampaknya merupakan pertaruhan yang layak untuk mengikuti jejak kapten Chelsea saat ini.
 
Sebagai pemain serba bisa, Loftus-Cheek adalah gelandang tengah yang mampu melindungi pertahanan, sebelum membantu serangan untuk memberikan kontribusi penting di sepertiga akhir lapangan. Stamina dan kekuatan-nya yang mengesankan, tapi ia juga menawarkan kualitas teknis yang baik.
 
Jose Mourinho sangat kritis terhadap kontribusi Loftus-Cheek dalam kemenangan di laga pasca-musim atas Sydney, mempertanyakan tingkat kinerjanya dan pengambilan keputusan dalam penguasaan bola. Tapi itu mengisyaratkan Mourinho percaya Loftus-Cheek memiliki potensi besar dan dia harus terlibat dalam misi mempertahankan gelar liga Chelsea musim ini. Fakta bahwa ia belum dipinjamkan ke klub lain sejauh ini menjadi buktinya.

Ruben Loftus-Cheek

Crystal Palace (Patrick Bamford)

Dia membuat Crystal Palace unggul dibandingkan lawan-lawannya. Saya sangat senang dia memilih kami untuk membantunya berkembang

- Alan Pardew

Palace membutuhkan lebih banyak pilihan di lini depan, dan pemain pinjaman dari Chelsea, Bamford, memberikan mereka striker yang cepat dan pekerja keras, dengan potensi untuk mengembangkan dirinya pada tingkat ini.
 
Baru saja mencetak 17 gol dengan Middlesbrough musim lalu, langkah ke Liga Primer tampaknya tak terelakkan dan Palace bisa cocok dengannya. Dengan Alan Pardew memainkan dua pemain sayap cepat, ditambah Yohan Cabaye mengumpan bola dari lapangan tengah, Bamford seharusnya mendapatkan banyak peluang untuk mencetak gol.
 
Tapi dia bertekad untuk bisa masuk tim utama di klub asalnya, dan performa bagus di Selhurst Park bisa membuatnya kembali ke Chelsea untuk musim depan, meskipun sebagai hanya sebagai striker ketiga Mourinho. Setelah bergabung Crystal Palace ia menandatangani kontrak baru di Stamford Bridge berdurasi tiga tahun.

Everton (Tyias Browning)

Dengan Sylvain Distin akhirnya bergabung ke tim promosi Bournemouth, dan John Stones tampaknya akan hengkang ke ke Chelsea, Roberto Martinez mungkin terpaksa untuk memberikan kesempatan untuk pemain muda, Browning.
 
Setelah berada di tim akademi Everton selama satu dekade, Browning membuat debut Premier League musim lalu - dalam laga panas, sebagai pemain pengganti dalam derby Merseyside di Anfield.
 
"Dia menunjukkan ketenangan yang luar biasa dan kecepatan yang besar," kata Martinez. "Dia bek fenomenal yang memberi kami penetrasi nyata."  Anda tidak akan sering mendengar seorang manajer memuji penetrasi pemain, tapi itu merangkum kualitas teknis Browning.
 
Seperti Stones, dia nyaman di bek kanan, tapi tampaknya bisa lebih terbiasa di jantung pertahanan. Martinez pasti akan membeli bek lain sebelum akhir jendela transfer, tetapi Browning juga akan menjadi pilihannya.

Leicester (Ben Chilwell)

Bek kiri timnas Inggris U-19, Chilwell telah dipuji sebagai " pemain fantastis" oleh manajer baru Leicester, Claudio Ranieri, yang telah memasukkannya ke dalam agenda pra-musim menyusul musim yang mengesankan untuk tim U-21. Dia juga bagian dari tim yang mencapai semi-final A Youth Cup.
 
Chilwell dikaitkan dengan Arsenal pada bulan Juni tetapi pemain muda ini - yang juga menjadi pemain akademi terbaik Leicester musim lalu - terlihat memiliki peluang bagus untuk masuk ke dalam tim utama Ranieri. Dia harus bersaing dengan mantan pemain Schalke, Christian Fuchs di musim ini, tapi ia tampak seperti pertaruhan jangka panjang yang lebih baik daripada pemain berpengalaman Paul Konchesky.
 
The Foxes jelas sangat memuji dirinya, dan dengan beberapa pemain tim utama dipinjamkan ia akan siap untuk musim 2015/16.  

Ben Chilwell

Liverpool (Jordon Ibe)

Setelah penggemar Liverpool menerima fakta bahwa mereka tidak akan melihat Raheem Sterling di klub musim ini, perhatian beralih ke Ibe. Pemain muda yang energik, fleksibel dan cepat, kesamaan di antara tampak begitu jelas.
 
Pemain lainnya, seperti Roberto Firmino dan Lazar Markovic, mungkin akan memainkan peran Sterling dengan lebih alami, tapi Ibe adalah seseorang yang bisa diharapkan dalam jangka panjang oleh suporter Liverpool.
 
Sangat mengesankan dalam penampilan sporadis musim lalu, pemain berusia 19 tahun ini cukup fleksibel untuk bermain di berbagai  formasi, yang berarti ia sesuai dengan harapan Brendan Rodgers.
 
Masih harus dilihat apakah Ibe dapat meraih posisi reguler dalam tim, tetapi jika ia menikmati musim yang bagus dengan Liverpool, Euro 2016 bukan merupakan tujuan yang mustahil.

Jordon Ibe

Man City (Rony Lopes)

Itu tergantung dengan apa yang bisa mereka (Lopes dan Kelechi Iheanacho) lakukan, apakah mereka bisa menjadi bagian dari skuat musim depan, kita akan melihat apa yang mereka bisa lakukan

- Manuel Pellegrini

Gelandang serang muda yang sangat berbakat, Lopes adalah lulusan yang paling menjanjikan dari akademi Manchester City selama bertahun-tahun. Sebenarnya bernama Marcos, tapi dijuluki 'Rony' karena dia selalu muncul dengan jersey Brasil bertuliskan 'Ronaldo 9' saat latihan, playmaker Portugal berharap mendapatkan kesempatan bermain untuk tim utama musim ini.
 
Dia menghabiskan tahun lalu sebagai pemain pinjaman Lille, di mana ia tampil konsisten. Ia memiliki semua atribut yang Anda harapkan dari gelandang serang Portugal - kecepatan, penguasaan bola, kemampuan mengumpan yang bagus- tetapi juga terkenal karena keberanian dan tekadnya, ia seharusnya beradaptasi dengan atmosfer Liga Primer dengan baik.
 
Selain itu, setelah berada di City sejak 15 tahun, ia memenuhi syarat sebagai pemain homegrown. Kedatangan Sterling mungkin merugikan dirinya, tetapi Lopes bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan di Piala Liga.

Rony Lopes

Man United (James Wilson)

Pada saat ini, Manchester United hanya memiliki satu striker berpengalaman: Wayne Rooney. Sepertinya pemain baru akan didatangkan untuk berbagi tugas mencetak gol, namun Wilson akan berdoa tak ada pemain baru yang datang.
 
Wilson dibawa ke tim utama oleh Ryan Giggs saat menjabat sebagai manajer sementara, dan sejak itu mendapatkan beberapa kesempatan bermain di bawah Louis van Gaal. Penyerang tengah yang suka  bergerak di belakang lini pertahanan lawan, masih ada banyak bagi Wilson untuk belajar - ketepatan waktu larinya harus ditingkatkan, dan Van Gaal akan memperbaiki kerjasamanya dengan pemain lain. Namun, Van Gaal memang suka memberikan kepercayaan pada pemain muda, terutama yang dapat ia bentuk sesuai dengan keinginannya. Dari segi itu, Wilson tampaknya dalam posisi yang sangat baik.

Newcastle (Adam Armstrong)

Sosok striker kecil kemampuan finishing yang luar biasa, Armstrong  secara konsisten muncul sebagai supersub untuk Newcastle, biasanya dimasukkan pada saat Newcastle mengejar ketertinggalan. Akibatnya, Armstrong tidak memiliki start yang paling bahagia di Premier League - 14 dari 16 penampilannya berakhir dengan kekalahan.
 
Tapi itu bukan gambaran dari kemampuan Armstrong. Dia mencetak banyak gol untuk tim muda Inggris, dan musim lalu menerima beberapa saran pribadi di St George Park dari Wayne Rooney, yang memuji cara pemuda Geordie ini dalam menghaapi para bek dan berada di posisi yang berbahaya.
 
Armstrong telah bergabung dengan Coventry sebagai pemain pinjaman selama enam bulan ke depan, tetapi dengan lini depan Newcastle yang inkonsisten, akan menyenangkan untuk melihat Steve McClaren menggunakan pemain mudanya.

Adam Armstrong

Norwich (Jacob Murphy)

Murphy masuk ke tim utama sebagai pemain didikan akademi di Norwich bersama saudara kembarnya Josh - mantan manajer Chris Hughton pernah meminta mereka untuk memakai sepatu berwarna yang berbeda, sehingga ia bisa membedakan mereka - dan nama yang disebutkan terakhir yang lebih sering menerima pujian.
 
Tapi Jacob tampaknya berada dalam posisi yang lebih baik untuk bermain untuk tim Norwich musim ini. Dia bagian dari skuad 25 pemain yang berlatih di Jerman dalam tur pra musim, sementara Josh ditinggalkan untuk berlatih dengan tim muda, menunjukkan Alex Neil saat ini lebih percaya pada Jacob. Setelah bermain bagus sebagai pemain pinjaman di Colchester musim lalu, penyerang cepat ini sekarang akan berharap mendapatkan kesempatan bermain di tim utama lebih sering.

Southampton (Matt Targett)

Targett mungkin berharap untuk menjadi pengganti Lukas Shaw di Southampton, namun dengan penandatanganan Ryan Bertrand berarti ia masih harus menjadi bek kiri cadangan di St Mary musim lalu.
 
Dia harus menunggu sampai pertengahan musim, ketika Bertrand tidak diperbolehkan turun dalam pertandingan melawan klub asalnya, Chelsea, untuk memulai debut liganya. Dan ia bermain sangat mengesankan, memperlihatkan kemampuan penting dalam kecerdasan mengambil posisi dan tekel-nya yang tepat waktu.
 
Sama seperti Luke Garbutt di Everton, Targett masih menjadi pemain cadangan di posisi bek kiri untuk Inggris, dan sulit untuk membayangkan bagaimana Southampton bisa memainkan ia dan Bertrand bersama-sama. Namun, dengan tim semenanjung selatan ini yang terlibat dalam kompetisi Europa League tahun ini, manajer Ronald Koeman membutuhkan rotasi dan ia mendapatkan peluang untuk bermain.

Matt Targett

Stoke (Jack Butland)

Butland sudah mulai terkenal sekarang - ia membuat debutnya di timnas Inggris pada 2012, tahun di mana ia masuk skuat Piala Eropa dan Olimpiade - tetapi ia tidak mampu menggantikan Asmir Begovic sebagai pilihan pertama Stoke. Dia baru tampil enam kali di Premier League, dan telah dipinjamkan ke Birmingham, Barnsley, Leeds dan Derby.
 
Oleh karena itu, sedikit sulit untuk mengukur tingkat kemampuan Butland yang sebenarnya Butland tetapi, dengan Begovic menjadi pelapis Thibaut Courtois di Chelsea, ini adalah waktunya untuk bersinar. Kiper tinggi, tenang dan terkendali ini lebih mirip dengan kiper tradisional daripada sweeper-kiper modern, ia akan menjadi pilihan pertama Stoke musim ini.
 
"Dia pemain yang memiliki kepercayaan dari kami," kata Mark Hughes. "Dia menunggu waktu, ia bersabar. Dia seorang kiper muda yang luar biasa dan saya pikir itu diakui oleh kami semua, sehingga kami semua merasa ini akan menjadi waktunya sekarang - ia akan memiliki kesempatan untuk benar-benar membuktikan diri."

Jack Butland

Sunderland (Adam Matthews)

Manajer bilang 'kami telah mengamatimu dalam beberapa kesempatan, saya suka dengan apa yang saya lihat tetapi kamu harus mengembangkan beberapa hal dan saya berharap, saya bisa membuat kamu menjadi pemain yang lebih baik'

- Adam Matthews

Setelah bermain di Wales dengan Cardiff, dan di Skotlandia dengan Celtic, Matthews sekarang akan bermain di Inggris dengan Sunderland setelah transfer senilai dua juta pound. Ini sebuah langkah yang agak riskan, tapi bisa berubah menjadi pembelian cerdas. "Saya ingin menyerang tetapi manajer sudah bilang saya harus meningkatkan kemampuan bertahan saya jadi saya akan mencoba yang terbaik untuk melakukan itu," kata Matthews. "Saya ingin bisa mengontrol bola, saya ingin menyerang dan mudah-mudahan mencetak beberapa gol." Tapi di timseperti Sunderland, Matthews akan menghabiskan sebagian besar waktunya di lini pertahanan, dan kemampuan bertahannya itulah yang akan lebih menentukan saat ia bertekad mengakhiri musim dengan satu tempat di skuat Wales untuk Euro 2016.

Swansea (Matt Grimes)

Mantan kapten tim Inggris U-20, Swansea menandatangani gelandang muda menjanjikan dari tim League Two, Exeter City pada Januari, meskipun ia hanya membuat tiga penampilan sebagai pemain pengganti musim lalu.
 
Musim ini, dia akan berharap untuk mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain reguler. Swansea memiliki sejumlah gelandang muda mengesankan, tapi Grimes cocok dengan gaya bermain mereka - handal dan peka dalam menguasai bola, dan mampu naik turun di atas lapangan.
 
"Dia telah bermain dengan sangat baik sejak datang," kata manajer Garry Monk. "Dia adalah pemain muda berbakat, kami senang untuk memilikinya di sini dan kami sangat gembira dengan masa depan untuknya."

Tottenham (Alex Pritchard)

Mauricio Pochettino mengisi timnya dengan lulusan akademi, dan Pritchard bisa menjadi pemain tersebut untuk musim ini setelah performa yang sangat mengesankan saat dipinjamkan di Brentford tahun lalu.
 
Gelandang menyerang yang sudah menjadi pemain reguler untuk tim Inggris U21, Pritchard mengombinnasikan kecerdasan saat menguasai bola dengan kemampuan untuk memberikan sentuhan yang tak terduga di dekat area penalti lawan, dan tampaknya mampu bermain di berbagai posisi lini tengah.
 
"Saya merasa seperti saya sudah menyelesaikan waktu saya di League One,  menyelesaikan waktu saya di Championship dan sekarang saatnya bagi saya untuk mendapatkan kesempatan di kompetisi Liga Primer," katanya baru-baru ini.

Alex Pritchard

Watford (Essaïd Belkalem)

Memprediksi starting XI Watford untuk musim ini sangat sulit - mereka memiliki skuad yang besar dengan banyak pendatang baru di kompetisi Inggris, dan itu sulit untuk mengetahui berapa dari mereka yang akan mampu beradaptasi.
 
Belkalem adalah kasus membingungkan. Tampil mengesankan untuk tim Aljazair yang mencapai fase gugur Piala Dunia tahun lalu, dia salah satu dari banyak pemain yang dikontrak klub Spanyol, Granada sebelum  dipinjamkan ke Watford, yang kemudian menandatanganinya secara permanen. Dia pindah ke klub Turki Trabzonspor musim lalu, dan masih harus dilihat apakah ia akan menjadi bagian dari rencana Quique Sanchez Flores.
 
Bek yang mengesankan secara fisik yang juga menawarkan pengambilan posisi dengan baik, Belkalem memiliki semua kualitas untuk sukses di Liga Primer. Tapi apakah dia mampu memanfaatkan kesempatan, masih harus dilihat.

Essaid Belkalem

West Brom (Adil Nabi)

Tony Pulis tidak dikenal sebagai manajer yang gemar menggunakan pemain muda, tetapi dengan Nabi ia mungkin tidak punya pilihan. Yang menarik, striker muda yang cepat ini secara rutin mencetak gol bagi tim The Baggies U-21 dan dinobatkan sebagai pemain muda terbaik  klub musim 2014/15, Nabi mengatakan ia ingin mengikuti jejak dari Saido Berahino dan menjadi pemain reguler tim utama. Sulit untuk melihat dia sering bermain musim ini, tapi dia bisa menjadi supersub ideal.
 
Jika Nabi membuktikan sukses, West Brom juga memiliki adiknya yang masih muda - Samir 17 tahun adalah gelandang menjanjikan di akademi.

West Ham (Martin Samuelsen)

Penyerang Norwegia berbakat yang datang dari akademi Manchester City, kontrak Samuelsen yang berakhir pada akhir musim lalu dan dia mengambil keputusan yang berani untuk pindah ke selatan dan bergabung dengan West Ham, di mana dia yakin dia lebih berpeluang untuk mendapatkan kesempatan bermain di tim utama.
 
"Saya ingin kuat secara fisik dan saya suka permainan langsung, jadi permainan Inggris cocok untuk saya. Saya sangat suka menonton Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, tentu saja, tapi idola utama saya adalah Michael Laudrup," katanya saat penandatanganan kontrak dua tahun dengan pakaian Upton Park.
 
Setelah tampil mengesankan di pra-musim, tak akan menjadi kejutan untuk melihat dia di skuat West Ham musim ini - dan ia bisa menjadi pemain yang sempurna untuk melambangkan transformasi klub di era pasca-Allardyce.

Dapatkan info pemain-pemain muda berbakat musim ini dalam fitur Talentspotter kami