Analisa

Callum Hudson-Odoi Mengubah Mental Pemain Muda Inggris

Callum Hudson-Odoi Chelsea

Kalau kalian sama sekali tidak memainkannya, tim lain yang akan dengan sukarela memainkannya. Daniel Storey bercerita tentang salah satu bakat muda terbaik di Inggris Raya dan bagaimana para klub-klub besar itu harus mulai percaya dengan para pemain muda.

We are part of The Trust Project What is it?

Salah satu dasar penting dari prinsip psikologi olahraga adalah "kontrol". Salah satu elemen kontrol adalah, merasakan bagaimana kamu bisa mengontrol semuanya, itu menandakan bahwa Anda mampu mencapai keinginan terbesar dan target utama Anda.

Hal itu harus bisa di implementasikan bahkan dari subjek terkecil ("Saya bisa mencetak gol dari kesempatan ini") hingga subjek terbesar ("Saya bisa mencapai level tertinggi"). Menurut psikolog olahraga, persiapan mental, benar-benar bisa memberikan dorongan besar yang dalam mengatur kepercayaan diri yang tinggi.

Ada ketidaksamaan dalam perlakuan kita kepada para pemain muda. Kita berharap para pemain muda bisa mengatasi masalah terkecil dalam diri mereka, tetapi kita sendiri seting lupa dan bahkan tidak memikirkan masalah besar yang sedang menanti mereka, salah satunya seperti kita sering mengatakan kepada mereka untuk lebih bersabar karena kesempatan mereka akan segera datang, dan tetap meminta mereka percaya diri ketika kesempatan itu datang yang entah kapan datangnya.

Cara yang Berani

Satu tahun lalu, Jadon Sancho hanya bermain selama 16 menit di level tertinggi sepakbola. Tetapi dia sudah mendapatkan kepercayaan diri dalam kariernya di umur yang baru 17 tahun, dia menolak tawaran dari Manchester City dan lebih memilih bergabung dengan Borussia Dortmund.

Secara teori, keputusan tersebut tidaklah mudah. Target terbesar Sancho adalah menjadi pemain tim nasional Inggris, bermain di Liga Champions dan berkembang secepat mungkin. Dengan reputasi yang Dortmund miliki, percaya kepada para pemain muda dan bermain secara reguler di Liga Champions, menjadi pilihan terbaik bagi pemain sayap lincah tersebut.

Tetapi di balik keberanian seorang Sancho, dia juga melakukan pengorbanan besar. Dia menolak tawaran gaji £30,000/minggu yang ditawarkan oleh Manchester City, yang mana hal itu bisa membuat dia stabil dalam sisi keuangan. Tetapi dia memutuskan untuk meninggalkan negara kelahirannya di umur yang masih sangat muda, 17 tahun, hal itu benar-benar membutuhkan nyali yang sangat besar. Inggris adalah negara kepulauan yang tidak memiliki tradisi untuk migrasi ke negara lain.

Dua belas bulan sudah berjalan, Sancho kini adalah pemain tim nasional Inggris, dan salah satu talenta muda terbaik di Eropa. Dia sudah bermain selama 1800 menit di Bundesliga bersama Dortmund. Sebagai perbandingan, catatan tersebut 1000x lebih banyak dari menit bermain yang didapatkan oleh Ruben Loftus-Cheek bersama Chelsea, satu hal lagi, Loftus-Cheek empat tahun lebih senior dari Sancho.

Callum Hudson-Odoi, Ruben Loftus-Cheek

Dan sekarang Callum Hudson-Odoi menghadapi masalah yang sama. Bayern Munich sudah melayangkan dua tawaran kepada Chelsea, untuk mendatangkannya, penawaran kedua bahkan bernilai £30 juta. Laporan menyebutkan bahwa Chelsea menginginkan £40 juta tetapi tidak menolak untuk melepas dengan harga di bawah itu. Hudson-Odoi sendiri ingin pindah ke Jerman. Delapan bulan lebih muda dari Sancho, dia memiliki kemampuan yang sama, sejauh ini dia sudah bermain selama 69 menit di kasta tertinggi sepakbola.