Blog

Cara Menentukan Peringkat Ketiga Terbaik Grup Asian Games 2018

Selain juara dan runner-up grup, ada juga mekanisme lolos ke babak 16 besar lewat jalur peringkat ketiga terbaik. Bagaimana cara penentuannya?

We are part of The Trust Project What is it?

Cabang olahraga (cabor) sepakbola Asian Games 2018 sudah dimulai sejak 10 Agustus lalu. Seperti diketahui, kali ini ada 25 tim yang berpartisipasi pada ajang olahraga multievent terbesar di Asia tersebut.

Dari jumlah peserta itu, dibagi menjadi enam grup. Grup A menjadi yang terbanyak pesertanya berdasarkan hasil drawing yang dilakukan, yaitu sebanyak lima tim. Di grup tersebut terdapat tuan rumah Indonesia, Palestina, Hong Kong, Cina Taipei, dan Laos.

Sisanya, masing-masing grup dihuni empat tim. Dan yang berhak lolos ke babak 16 besar adalah juara dan runner-up grup masing-masing, plus empat tim peringkat ketiga terbaik.

Berdasarkan regulasi yang ada, mekanisme penentuan peringkat di klasemen grup diawali dengan jumlah poin tertinggi. Jika ada dua tim atau lebih yang memiliki poin yang sama, urutan penetapan peringkatnya adalah dimulai dari selisih gol, serta produktivitas gol di antara tim yang bersangkutan.

Apabila masih sama juga, diberlakukan selisih gol dari seluruh pertandingan yang telah dimainkan di grup, produktivitas gol dari seluruh pertandingan yang telah dimainkan di grup. Kemudian bila masih sama juga dilakukan tendangan penalti jika kedua tim yang bersangkutan berada dalam satu lapangan atau sedang saling menghadapi.

Penentuan berikutnya melalui skor terendah dari jumlah kartu kuning dan kartu merah yang diterima di fase grup ini. Dan yang terakhir adalah penentuan berdasarkan pot ketika dilakukan drawing. Otomatis, tim yang berada di pot teratas dia yang akan lolos.

Lantas, bagaimana mekanisme penetapan untuk empat tim peringkat ketiga terbaik? Pertama, dari hasil akhir keseluruhan grup, diidentifikasi tim mana saja yang berhasil menempati posisi ketiga.

Selanjutnya, tim yang berada dalam grup yang jumlah pesertanya lebih banyak dibandingkan grup lainnya, ada mekanisme awal yang harus dilakukan. Misalnya, di grup A dihuni lima tim, nah peringkat ketiga dari grup ini harus dibatalkan hasil pertandingannya dengan penghuni dasar klasemen grup yang mereka huni. Itu supaya jumlah pertandingan yang dihitung sama dengan peringkat ketiga di grup lainnya.

Setelah itu, untuk penetapan empat peringkat ketiga terbaik diterapkan dengan melihat dari jumlah poin yang dikoleksi masing-masing tim, selisih gol, jumlah gol yang berhasil dicetak, kriteria fair-play (skor terendah dari jumlah kartu kuning dan kartu merah yang diraih), dan jika masih sama juga ditentukan berdasarkan pot tertinggi saat dilakukannya drawing.