Chambo Bukanlah Tipikal Pemain Arsenal - Itulah Kenapa Dirinya Akan Bersinar di Emirates

Michael Cox menganalisa penampilan dari pemain tengah Arsenal, Oxlade Chamberlain yang akan berhadapan dengan Liverpool pada Minggu nanti...

Alex Oxlade-Chamberlain bukanlah tipikal pemain Arsenal. Dimana mayoritas pemain Arsene Wenger adalah pemain tengah yang memiliki insting mencetak gol, kreatif dan memiliki teknik yang tinggi, Chambo adalah pemain yang menawarkan sesuatu yang berbeda, dia sangat cepat, kuat dan memiliki fisik yang kuat..

Pemain 21 tahun ini sebelumnya menampilkan kualitas yang berbeda dari pemain Arsenal lainnya, apalagi Chambo selalu bermain baik saat bertemu dengan Liverpool - musuh mereka minggu ini - menjadi contoh yang baik. Tim asuhan Brendan Rodgers musim lalu berhasil mengalahkan Arsenal 5-1 di Anfield dan satu-satunya pemain Arsenal yang bermain baik adalah Oxlade-Chamberlain.

Dengan ditekannya Mesut Ozil oleh para pemain Licverpool, aliran bola Arsenal jadi tidak berjalan. Akan tetapi, Oxlade Chamberlain berhasil membuat sesuatu yang berbeda di pertandingan itu, dirinya dapat menusuk kedalam dengan dribble menusuk yang berbahaya, dimana hal ini membuat Steven Gerrard melakukan pelanggaran di kotak terlarang dan berhasil membuat Arsenal mencetak satu gol. Walaupun hasil yang di dapat oleh Arsenal sangatlah tidak mengenakan, tetapi pemain muda Inggris tersebut bisa membuat pertahanan Liverpool kocar-kacir dengan kemampuannya.

Oxlade-Chamberlain bermain melawan Liverpool di Piala FA musim lalu.

Oxlade-Chamberlain bermain melawan Liverpool di Piala FA musim lalu.

Oxlade-Chamberlain juga bermian di pertandingan Piala FA melawan Liverpool musim lalu. Lagi-lagi dirinya membuat Gerrard berada dalam masalah dengan kecepatannya - dan memenangkan pertarungan tersebut yang menaikan kepercayaan diri pemain tengah muda Arsenal tersebut. Dia sangat mengidolakan Steven Gerrard dan musim lalu, Wenger mengatakan kepadanya bahwa dirinya harus memikirkan lagi untuk menjadikan kapten Liverpool tersebut sebagai panutannya - Oxlade-Chamberlain berhasil mencetak satu gol dan memberikan assist terhadap gol lainnya dan dia sangat menikmati penampilannya melawan Liverpool.

Posisi terbaik Oxlade-Chamberlain telah di perdebatkan sejak dirinya pindah ke Arsenal pada 2011 - faktanya, sangat jarang mencari pemain muda Arsenal yang tidak bisa minimal bermain di dua posisi. Banyak yang mempercayainya adalah pemain tengah melebar, dimana banyak yang membandingkannya dengan Theo Walcott, tetapi dirinya memiliki kualitas yang berbeda.

’s best position has often been debated since his move to Arsenal in 2011 – in fact, it’s rare to find an Arsenal youngster that isn’t in two minds about his optimum role. Initially many considered him a wide midfielder, as he was likened to Theo Walcott, but he has different qualities. Dia lebih agresif, lebih dari pejuang, dan seseorang yang menyukai tantangan fisik.

Memenangkan Kepercayaan Wenger

Sebenarnya, dan luar biasa untuk pemain Arsenal adalah kualitasnya dalam mengumpan sangatlah buruk dan itu secara alami menjadi kelemahan utamanya. Ia cenderung untuk membawa bola ke samping, dan maju lebih dengan kecepatan tinggi. Sulit untuk membandingkan dia untuk setiap pemain Wenger sebelumnya - mungkin Ray Parlour akan menjadi yang paling akurat.
 
Wenger secara bertahap mulai percaya Oxlade-Chamberlain di posisi tengah. Peran ini di mulai di salah satu penampilannya bersama Arsenal musim lalu melawan Crystal Palace, di mana ia mencetak dua gol dalam kemenangan 2-0. Kinerja yang aneh: meskipun ia jelas pemain terbaik pertandingan, ia tidak benar-benar bermain seperti gelandang tengah tradisional - atau, setidaknya, bukan gelandang Arsenal tradisional. Dia naik ke atas dan ke bawah lapangan, dan gol keduanya menarik, datang setelah lari dari posisi yang lebih luas. Finishing-nya sangat baik, meskipun dribbling-nya tidak efektif.

Dia hanya merasa seperti gelandang lebar yang bermain di posisi lebih sempit - mungkin, misalnya, sedikit seperti ketika Raheem Sterling bermain di tengah, meskipun dalam posisi yang lebih dalam. Memang, Oxlade-Chamberlain adalah generasi pemuda Inggris yang menarik karena mereka memainkan sepakbola sederhana seperti itu. Orang-orang seperti dirinya, Sterling, Jack Wilshere, Jordan Henderson dan Ross Barkley semua adalah pemain yang lebih suka bergerak maju - atau keluar dari posisinya - daripada menjaga bermain sederhana. Tentu saja, bagian dari masalah tradisional pemain Inggris adalah ketidakmampuan untuk bermain sabar, memperlambat tempo dan mempertahankan bola, dan terlalu banyak pemain ini bersama-sama akan membuat panik, kick-and-rush. Namun, pemain ini semua memiliki kualitas teknis dan kecerdasan sepakbola juga. Untuk orang Inggris, Oxlade-Chamberlain adalah sempurna.
 
Semangat, pengambilan keputusan dalam penguasaan bola membaik juga. Ini adalah penampilannya melawan Newcastle akhir pekan lalu dalam peran di lini tengah - terjadi peningkatan, dan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi untuk dribble-nya.

Sementara itu, umpannya bisa menjadi lebih direct dan menciptakan situasi. Dia memainkan beberapa umpan panjang yang baik, panjang langsung menusuk ke dalam area berbahaya musuhnya - dimana musim lalu dirinya sering mengumpan ke kedua sisi lapangan.

Sekarang dirinya sepenuhnya nyaman di tengah, Oxlade-Chamberlain adalah pilihan taktis yang berguna. Dia bisa bermain di tengah ketika Wenger ingin kekuasaan dan mobilitas di posisi itu, atau melebar ketika manajer ingin lebih kreatifdi lini tengah, tetapi membutuhkan seseorang yang dapat diandalkan untuk diselipkan dan membantu. Ini jenis orang-orang yang handal, profesional, pekerja keras dan Arsenal sering kekurangan pemain serbaguna dalam beberapa tahun terakhir, dan karena itulah Oxlade-Chamberlain bisa membuktikan salah satu pemain klub yang paling penting selama setengah dekade berikutnya.