10 Pemain Berkualitas Yang Dibeli Dengan Harga Murah

Murah bukan berarti murahan! Zakky BM dari FourFourTwo Indonesia mengumpulkan nama-nama pemain yang berharga murah tetapi bermain luar biasa, jauh dari harga yang dibayarkan klub tersebut...

Biaya transfer dari Paul Pogba agar kembali ke Manchester United memang sedikit di luar akal sehat manusia. Entah siapa yang benar dalam mendeskripsikan harga pastinya, baik dalam satuan mata uang poundsterling ataupun euro, fakta absolut bahwa Pogba adalah transfer termahal di dunia saat ini adalah suatu hal yang tak terbantahkan.

Namun, dari ratusan ribu atau bahkan jutaan pesepakbola di seluruh dunia, selalu ada proses transfer yang ajaib, atau lebih mudahnya, si klub mendapatkan pemain secara murah bahkan gratis dan mampu memberikan dampak yang signifikan bagi performa klub di lapangan. Kami akan mencoba mengulas beberapa pemain dan klub yang beruntung dalam proses transfer ajaib ini…

1. Peter Schmeichel (Brondby > Manchester United)

Hanya dengan banderol £500,000, Manchester United mendaratkan penjaga gawang Brondby pada musim 1991/92. Harga yang terhitung cukup terjangkau (bisa kita bilang, sangatlah murah) bagi kesebelasan sebesar The Red Devils untuk menggaet seorang pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang tersebut. Namun, ayah dari Kasper Schmeichel ini membuktikan bahwa harganya yang murah bernilai jutaan bahkan tidak bisa digantikan dengan uang. Penampilan gemilangnya di bawah mistar gawang United membuat Sir Alex Ferguson pusing tujuh keliling mencari penggantinya saat pemain Denmark tersebut memutuskan untuk pindah ke Sporting Lisbon di akhir musim 1998/99.

Peter Schmeichel

Manchester United kesulitan mencari penggantinya setelah Schmeichel pindah ke Sporting Lisbon

Pencapaian terbesarnya tentu saat ia merengkuh treble winners di penghujung musim 1998/99. Aksinya yang patut dikenang adalah saat United mendapatkan sepak pojok yang akan menjadi cikal bakal gol penyeimbang di partai final Liga Champions melawan Bayern Munich. Meski ia hanya maju sampai kotak penalti lawan dan tak mencetak gol, Schmeichel mampu membikin barisan pertahanan Bayern yang digalang Oliver kahn menjadi goyah dengan lompatannya.

Lompatannya tersebut membuat bola sedikit mengenai kepalanya sebelum jatuh ke kepala Dwight Yorke yang diteruskan ke Ryan Giggs dan Sheringham yang mencetak gol penyama kedudukan. Beberapa menit kemudian, Manchester United kembali bersorak karena mampu menegmbalikan kedudukan menjadi 2-1 dan memastikan trofi si kuping besar mendarat di Manchester.

2. Gerard Pique (Manchester United > FC Barcelona)

Putra asli Katalunya ini memang besar di Akademi La Masia, salah satu akademi sepakbola milik klub terbaik di kolong langit, FC Barcelona. Namun, sebelum ia bermain dan tenar seperti saat ini baik di klub maupun tim nasional Spanyol, siapa sangka Pique pernah menempa kariernya di bawah arahan Sir Alex Ferguson.

Ia pindah secara permanen dan mendapat kontrak professionalnya di Manchester. Sayangnya, ia hanya mendapatkan 12 kali bermain saja sepanjang karirnya di kesebelasan yang berjuluk setan merah tersebut.

Dirinya sempat dipinjamkan ke Real Zaragoza pada musim 2006/07 lalu. Dan di awal musim 2008/09, El Barca akhirnya memutuskan untuk memulangkan anak didiknya tersebut dengan mahar yang hanya sebesar £5 juta saja. Harga yang kelewat murah jika mengingat penampilan musim perdana Pique yang mampu memberikan treble winners di musim 2008/09 bersama Barcelona.

Gerard Pique

Sir Alex ingin dirinya bertahan, tetapi keinginannya untuk kembali ke Barcelona tidak bisa dibendung lagi

Pages