Top 10/50/100

Crazy Rich Asians: Daftar Klub-Klub Eropa yang Dimiliki Pengusaha Asia

Siapa saja "Crazy Rich Asians" versi sepakbola dan klub mana saja yang sahamnya kini dimiliki pengusaha Asia? Zakky BM dan Arief Hadi mengumpulkan daftarnya...

We are part of The Trust Project What is it?

Film layar lebar berjudul “Crazy Rich Asians” tengah ramai diperbincangkan publik saat ini di media sosial atau sekedar obrolan ketika berkumpul dengan teman. Alur cerita Crazy Rich Asians sebenarnya sederhana: kisah romantis yang dibalut komedi di antara dua sejoli dengan ‘tembok pemisah’ dari latar belakang keluarga pria yang kaya raya.

Berkategori film Hollywood, Crazy Rich Asians yang melibatkan seluruh aktor dan aktris Asia terbilang sukses karena meraup keuntungan sampai 170.793.181 dolar Amerika Serikat per 12 September lalu. Kendati demikian, masih ada cela-cela atau kekurangan yang dapat dibahas di film tersebut.

Akan tapi, kami tidak sedang membahas film Crazy Rich Asians di sini, melainkan membahas Crazy Rich Asians dalam makna harfiah yang menggambarkan kekayaan figur-figur asal Asia yang memiliki klub sepak bola di Eropa sana. Siapa saja?

1. INTER MILAN

Pada Juni 2016, Inter Milan secara resmi mengumumkan bahwa Suning Holdings Grup yang dipimpin oleh Zhang Jindong asal Tiongkok telah mengakuisisi Inter Milan dari tangan Erick Thohir yang menguasai Inter sejak Oktober 2013 lalu. Kini pengusaha asal Indonesia tersebut hanya menjadi pemegang saham minoritas saja. Meski begitu, Erick Thohir masih menjabat sebagai presiden klub hingga saat ini.

2. FULHAM

Pebisnis kaya rasa keturunan Pakistan-Amerika, Shahid Khan, membeli Fulham dari pengusaha Asia lainnya, Mohamed Al Fayed pada 2013 dengan kisaran harga 150-200 juta poundsterling. Lima tahun berselang, Khan sukses membantu Fulham promosi ke Premier League. Tak cukup sampai di situ, Khan juga berambisi membeli stadion nasional Inggris, Wembley dari FA (Federasi Sepak Bola Inggris).

3. LEICESTER CITY

Pada Agustus 2010 kepemilikan Leicester City beralih ke tangan perusahaan bernama King Power Group yang dipimpin oleh Vichai Srivaddhanaprabha. Sejak itu pula pria asal Thailand itu menjadi presiden Leicester. Dibawah Vichai inilah kemudian The Foxes mampu bergelimang kesuksesan. Menjuarai Championship pada 2013/14, kemudian menjuarai Premier League pada 2015/16 dan menembus babak perempat-final Liga Champions Eropa adalah bukti nyata kesuksesan The Foxes saat ini

4. MANCHESTER CITY

Kebangkitan Manchester City dalam beberapa tahun terakhir tentu tak lepas dari peran Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, pemilik Abu Dhabi United Group yang mengakuisisi klub pada musim 2008/09 lalu dengan nilai sebesar £210 juta. Beragam gelar telah diraih The Citizens seiring dengan masuknya banyak pemain kelas dunia. Selain Manchester City, Syaikh Mansour juga melebarkan sayapnya menuju Amerika Serikat dan Australia dengan memiliki New York City FC dan Melbourne City FC.

Pages