Dari Kemiskinan ke Porto: Kenapa Jackson Martinez Pantas Bermain di Liga Primer Inggris

Ahli Liga Portugal Tom Kundert telah mengevaluasi kebangkitan pemain depan luar biasa ini yang kemungkinan besar akan bermain di Liga Primer Inggris musim panas mendatang - dan dirinya masuk kedalam daftar 100 pesepakbola terbaik dunia...

Dirinya adalah pemain depan berkarakter di Amerika Selatan ketika Porto membelinya di tahun 2012, sedikit yang berharap kepadanya untuk segera beradaptasi dan menggantikan Radamel Falcao yang hengkang dari Estadio do Dragao setelah mencetak 72 gol bagi Porto. Dua tahun kemudian Anda bisa berargumen bahwa Jackson telah lebih produktif di klub, sama seperti rekan senegaranya tersebut.

Pada akhirnya dirinya memiliki jumlah gol yang sama seperti Falcao, walaupun membutuhkan 20 pertandingan lebih banyak dari rekan senegaranya tersebut, dirinya saat ini telah mencetak 71 gol dalam 108 pertandingan (SILAHKAN CEK KEMBALI SETELAH AKHIR PEKAN INI) dimana torehan itu tetap menjadi sebuah rekor yang luar biasa, ditambah mengingat tidak ada pemain kelas dunia lain yang membantu Jackson mencetak gol seperti para pemain lainnya yang bermain di posisi yang sama sepertinya.

Jackson seperti yang diketahui di Portuhal, sering menjadi tulang punggung timnya. Porto pada musim panas ini akhirnya mengeluarkan uang banyak dan memberikannya rekan-rekan yang kelas dunia, dimana hal ini sangat membantunya. Dirinya langsung memberikan bukti kepada publik, bahwa dengan rekan-rekan yang kualitasnya lebih tinggi, rasio golnya bisa meningkat tajam. 12 gol dari 16 pertandingan telah di cetaknya musim ini.

Dengan keras dengan kedua kakinya, ancaman kepada pertahanan yang terus menerus datang darinya dan dilengkapi dengan insting predator di depan gawang yang membuat Jackson adalah penyerang yang sempurna. Dia juga memiliki kapasitas yang luar biasa dalam mencetak gol indah, seperti golnya saat melawan Sporting.

Pelatih pertamanya di Porto, Vitor Pereira, dimana bersama dirinya berhasil merebut gelar Liga Portugal dan juga dilengkapi dengan gelar top skor Liga di musim pertamanya, yakin bahwa pemain Kolombia tersebut sedang berada di penampilan terbaiknya saat ini. 

Pereira mengatakan: "Kita telah mengintainya selama tiga tahun. Kami bisa mendapatkannya lebih murah apabila kami membelinya lebih cepat, akan tetapi dirinya lebih memilih untuk pindah dari Kolombia ke Meksiko.

"Pada dasarnya dirinya adalah pemain dengan teknik yang luar biasa, memiliki pribadi yang kuat dan kemampuan dari seorang pemain kelas dunia. Saya percaya dengan perkembangannya, profesionalitasnya dan kedewasaannya telah menunjukkan bahwa dirinya akan menjadi salah satu pemain terbaik dunia."

Rasa Lapar dan Malu

Kisah kebangkitan Jackson seperti dongeng. Pada 2014, penyerang ini di saksikan oleh para pemandu bakat klub Kolombia, Independiente Medellin, ketika sedang bermain di turnamen lokal. Keluarganya tidak memiliki uang yang cukup untuk membiayai perjalananya sejauh 200km dari kampung halamannya di Quibdo ke kota terbesar kedua di Kolombia, akan tetapi bapaknya merogoh tabungannya dan mendapatkan uang untuk mengirimkan anaknya kesana.

Pelatih pertamanya, Pedro Sarmiento, mengatakan bahwa pemain ini tidak memiliki gizi dan postur tubuh yang ideal, karena ketidakmampuan keluarganya untuk memberikan makanan yang layak kepadanya. "Dia sepertinya tidak mengkonsumsi makanan dengan baik dan merasakan lapar beberapa hari dalam seminggu," kata Sarmiento kepada website sepakbola Portugal Maisfutebol. "Di perjalanannya menjadi pemain sepakbola profesional, dia memiliki keadaan yang kacau. Saya sendiri harus membelikannya celana, kaos kaki, pelindung kaki dan sepatu agar dirinya bisa latihan. Dia sangatlah miskin, bahkan sangat parah tingkat kemiskinannya."

Lebih parahnya lagi, Jackson tidak bisa mengeluarkan sedikitpun kata-kata dari mulutnya karena dirinya merasa malu. "Dia seperti tembok bisu dan malu." Sarmiento melanjutkan. "Dia selalu telat datang ke sesi latihan. Saya selalu teriak kepadanya dan dia sama sekali tidak membalasnya. Saat itulah, teman-temannya mengatakan kepada saya bahwa dirinya tidak memiliki uang sama sekali untuk datang ke tempat latihan, dirinya harus berjalan selama dua jam untuk datang dan dua jam lagi untuk pulang. Saya menekannya untuk berbicara dan dia mengakui bahwa dirinya tidak memiliki satu peso pun di kantongnya. Keluarganya sedang mengalami waktu-waktu yang sulit dan tidak bisa lagi mengirimkan uangnya. Saya menariknya dan menjadikannya salah satu pembantu rumah tangga saya."

Penyerang Kolombia ini akhirnya mencetak gol pertamanya di UCL musim ini

Kesuksesan dari Jackson saat ini sangat berbanding terbalik saat dirinya memulai mimpinya kala itu, terutama saat melakukan debut di tim senior. "Ketika dirinya masuk ke lapangan dari bangku cadangan, dimana dia melakukan debut hanya beberapa menit, dia langsung mendapatkan cemoohan dari para fans." seperti yang di jelaskan oleh Sarmiento.

"Saya adalah satu dari sedikit orang yang percaya kepada anak kurus tersebut. Saya merasa bahwa dirinya memiliki sesuatu yang spesial dan menolak untuk menyerah kepadanya. Dia mendapatkan cemoohan dari pada pendukung kami, jadi saya harus menunggu sebelum memilihnya kembali. Kami pergi ke Bucaramanga dan saya memilihnya menjadi pemain utama. Jackson sukses menghancurkan lawannya - dia bermain dengan amarah. Setelah itu, para pendukung kami tidak pernah menyepelekannya lagi.”

Gaji pertama Jackson Martinez di Independiente hanyala sebesar 400.000 pesos (€172), setelah itu direktu Independienta, Fernando Jimenez mengatakan kepada Maisfutebol bahwa gajinya berubah beberapa menit sebelum pemain penyerang tersebut melakukan debut resminya.

"Setelah berbicara kepada para pelatih, saya menyadari bahwa Jackson tidak memiliki gaji yang sepadan." kata Jimenez. "Dia seperti sedih dengan hal itu. Saya duduk di sebelahnya tepat sebelum dirinya masuk kelapangan dan mengatakan: Mulai besok kamu akan mendapatkan gaji 800.000 pesos." Mukanya langsung berubah menjadi senyuman yang sebelumnya tidak pernah di perlihatkannya.

Walaupun dirinya diterima oleh para fans dengan skeptis, Jimenez mengingat saat hari kelima sesi latihan, para pelatih yang ada langsung berkomentar, "Dimana kamu menemukannya? Dia seorang bintang!."

Berkembang lebih baik

Jadi, setelah berhasil membuktikan orang-orang yang ragu kepadanya di klub pertamanya dan Porto, di lengkapi dengan karir yang sukses di Meksiko bersama Jaguares de Chiapas, membuat kita bertanya, apakah dirinya siap melakukan langkah berani dan membuktikan kemampuannya di liga top Eropa, satu dekade setelah karir sepakbolanya dimulai?

Permasalahan kemiskinannya sudah tidak menjadi masalah lagi, di tambah dengan kekuatan tubuhnya yang terus meningkat. Kekuatan Jackson membuatnya bisa mengalahkan pemain belakang terkuat sekalipun.

Penampilan pertama Jackson di Piala Dunia sukses mencetak dua gol ke gawang Jepans

Rekor kurang baiknya di Eropa musim lalu (enam gol dari 19 penampilan) mungkin menjelaskan kenapa belum ada klub besar dari liga top Eropa yang menginginkannya. Akan tetapi pada awal musim ini, dirinya sukses membuktikan kalau dia adalah salah satu penyerang terbaik dunia dengan mencetak enam gol dari tujuh penampilannya di Liga Champions dan mencetak gol ke gawang Jepang di Brazil bersama Kolombia.

Para peminatnya juga harus menyadari besarnya klausul pembeliannya yang di pasang oleh Porto sebesar €35 juta. Dengan berjalannya waktu dan menuanya penyerang ini, dirinya harus segara sadar bahwa umurnya akan mencapai 28 tahun dan diyakini pemain Kolombia ini tidak akan lama lagi bermain di liga top Eropa dengan klub papan atas.