Pemain Tak Dikenal yang Menjadi Pahlawan: Orang Israel yang Membawa Liverpool Terakhir Kali Menjuarai Liga

Terakhir kali The Reds menjuarai liga, hal tersebut terjadi berkat pengaruh mantan pemain yang ditemui oleh Rich Edwards ini...

Margaret Thatcher masih menjabat sebagai Perdana Menteri dan ponsel masih seukuran satu kamar apartemen di Toxteth ketika Liverpool terakhir kali menjuarai liga. Dan pahlawan gelar juara First Division (tahu kan nama liga utama Inggris ini sebelum Premier League ada?) Liverpool saat itu bukanlah Peter Beardsley, John Barnes, atau Ian Rush, tapi pemain 26 tahun yang dipinjam dari sebuah klub Belgia, Standard Liege, yang belakangan terkenal bukan karena gelar juara itu, tapi karena tendangannya yang meleset ke gawang yang kosong adalah salah satu yang paling terkenal dalam sejarah Premier League.

Margaret Thatcher masih menjabat sebagai Perdana Menteri dan ponsel masih seukuran satu kamar apartemen di Toxteth ketika Liverpool terakhir kali menjuarai liga

Bahwa ketika FourFourTwo menemui Ronny Rosenthal, dia sedang di Belgia menonton anaknya bermain buat timnas U-18 negara itu menunjukkan betapa lamanya gelar juara liga terakhir Liverpool itu sudah berlalu. Waktu berlalu begitu cepat. Tapi ketika mantan pemain timnas Israel ini diminta menceritakan peristiwa 24 tahun lalu itu, ingatannya masih sejernih ketika dia pertama melangkah ke ruang ganti Liverpool yang bertabur pemain bintang pada Maret 1990.

“Saya tak dikenal dan datang dari liga yang lebih kecil,” ujarnya kepada FFT. “Ketika saya diberi kesempatan di klub besar sebagai pemain yang benar-benar asing, ada hal spesial yang saya rasakan. Kalau sekarang Manchester City atau Chelsea membeli pemain, semua orang tahu soal mereka sebelum mereka mulai bermain. Dulu benar-benar berbeda. Saya datang sebagai pemain tak dikenal dan membawa dampak besar yang mengangkat karier saya di Inggris."

“Bisa melangkah ke ruang ganti itu rasanya fantastis karena ketika itu, klub ini benar-benar mendominasi sepak bola Inggris. Saya bermain dengan pemain kelas dunia yang hebat seperti Ian Rush, Peter Beardsley, dan John Barnes."

“Liverpool sudah lama menjadi tim yang sukses dan Kenny (Dalglish) sangat cerdas, dia tahu apa yang ia inginkan dari dari pemainnya. Jangan lupa, saat itu semua klub belum mempunyai sistem pencarian bakat yang sebagus sekarang. Jadi Anda memang harus mengandalkan pemain-pemain terbaik di liga yang Anda ikuti."

“Secara finansial, Liverpool lebih baik dari klub lainnya jadi mereka selalu bisa membawa pemain yang terbaik. Tapi itu angka yang relatif - kalau dibandingkan dengan sekarang, jumlah uang belanja pemain ketika itu sangat kecil.”

Ketika Rosenthal tiba dari seberang Laut Utara, Liverpool sedang terlibat dalam pertarungan segitiga dengan Arsenal (juara bertahan) dan Aston Villa untuk memperebutkan gelar juara liga.

Peluang meraih trofi liga - yang direbut dari Liverpool oleh Arsenal besutan George Graham secara menyakitkan pada Mei sebelumnya di Anfield pada detik-detik terakhir (tonton film 'Fever Pitch' untuk cerita yang lebih detail) - masih seimbang di antara ketiga klub tersebut ketika lelaki dari Haifa ini bersiap menjalani debut penuhnya melawan Charlton di bawah lampu sorot stadion Selhurst Park pada 11 April. Apa yang terjadi setelahnya membuat mereka yang pergi bertandang dari Merseyside terbengong-bengong dan tak mampu berkedip.