Dari Saddam sampai Trio Belanda: Gelombang Keempat Invasi Manajer Asing di Inggris

Dengan Arsene Wenger akan merayakan 20 tahunnya sebagai manajer Arsenal pada Kamis kemarin, FFT memutuskan untuk mengenang setiap manajer asing yang pernah melatih di sepakbola level tertinggi di Inggris – semuanya. Dan inilah gelombang keempatnya...

31. Paolo Di Canio (Sunderland)

  • 31 Maret 2013 hingga 22 September 2013

Paolo Di Canio tidak akan pernah menjadi manajer yang kalem dan mudah dilupakan. Selalu penuh gairah dan berkali-kali kontroversial, orang Roma yang selalu menarik perhatian ini sudah sejak lama menegaskan keinginannya untuk menjadi manajer, terutama di West Ham (itu adalah “takdir”-nya, tampaknya seperti itu). Ia memulai kariernya di Swindon, mendapatkan promosi dan beberapa inci pemberitaan di koran – bayangkan wartawan liga-liga divisi bawah sangat bahagia ketika mesin penuh kutipan ini datang ke kota mereka – sebelum akhirnya mundur karena masalah keuangan.

Itu terjadi pada bulan Februari 2013 dan ia mungkin berniat menunggu sampai musim panas untuk mendapatkan pekerjaan baru, namun ia menemukan sebuah klub yang membutuhkannya. Memulai apa yang kemudian menjadi sebuah kebiasaan memecat manajer yang tidak memenuhi ekspektasi pada bulan Oktober atau Maret, The Black Cats baru saja membuang Martin O’Neill setelah tujuh kekalahan dari delapan pertandingan liga, yang membuat mereka hanya berada satu poin di depan zona degradasi dengan tujuh pertandingan tersisa. Para fans meminta gairah, dan Sunderland mendatangkan Di Canio.

Paolo Di Canio

Gaya ekspresif Di Canio di pinggir lapangan awalnya disukai fans Sunderland

Pengakuan Di Canio sebelumnya bahwa ia mendukung fasisme pernah membuat wakil ketua klub, David Miliban, memutuskan untuk mundur, tapi hanya sedikit yang menyesali kepergian mantan pria yang mengincar posisi sebagai ketua Partai Buruh ini saat Di Canio memenangi pertandingan keduanya dengan skor 3-0 di Newcastle United. Seminggu kemudian ia memenangi pertandingan kandang pertamanya, dan walaupun Sunderland dibantai 6-1 di Villa, Wigan tampak lebih bersemangat untuk degradasi dan Black Cats pun selamat.

Meski begitu, manajemen personal orang Italia ini sudah mulai dipertanyakan dan cuci gudang skuat di musim panas – di mana ada 14 pemain masuk dan 15 pemain keluar – tidak berjalan dengan baik: Sunderland hanya mendapatkan satu poin dari lima pertandingan pertama. Setelah kalah 3-0 dari West Brom, Di Canio berjalan ke area away The Hawthorns dan memberikan tanda bangga ke para fans sebelum meledak ke kamar ganti untuk memarahi para pemain, beberapa ternyata sampai hidung-ke-hidung dengannya sambil berteriak “Tidak ada yang ingin Anda di sini. Tidak ada yang mau Anda di sini.” Sayangnya untuk orang Italia ini, para pengurus klub pun setuju. Di Canio hanya memenangi tiga dari 13 pertandingan di liga sebelum dipecat dan masih belum menemukan pekerjaan baru hingga sekarang.

32. Manuel Pellegrini (Manchester City)

  • 14 Juni 2013 hingga 30 Juni 2016

Orang non-Eropa pertama yang berhasil memenangi gelar Liga Inggris ini membuat timnya bermain dengan gaya yang membuat banyak orang kagum dan juga memenangi banyak pertandingan

Dari semua tuduhan yang dilemparkan pada fans Manchester City, Anda tidak bisa menyebut mereka tidak sabaran. Mungkin tahun-tahun yang penuh penderitaan – lebih tepatnya, berdekade-dekade – memberikan mereka pandangan yang lebih lembek ke manajer yang mungkin dianggap oleh orang-orang di luar klub ini sebagai manajer yang idak berprestasi. Roberto ‘Bobby Manc’ Mancini mungkin diharapkan bisa memenangi lebih dari satu gelar liga di tiga musimnya, terutama dengan fakta bahwa ia mendapatkan tiga gelar dengan Inter dan kemudian menghabiskan £286 juta di bursa transfer bersama Manchester City, tapi ia akan selalu menjadi pahlawan di area biru Manchester.

Satu gelar dari tiga musim juga merupakan prestasi yang diberikan Manuel Pellegrini. Keberhasilannya tercipta di musim perdananya, dan kemudian ia hanya menunjukkan dengan jelas penurunan performa timnya. Musim keduanya dihancurkan oleh bulan Maret dan April yang menyedihkan (enam kekalahan dari delapan pertandingan), musim ketiga dan terakhir dihancurkan dengan mengetahui bahwa Pep Guardiola sudah akan menggantikannya di musim mendatang.

Manuel Pellegrini

Pellegrini tetap merupakan figur populer di Manchester City meski dua musim yang mengecewakan

Meski begitu, walau Pep sewajarnya mendapatkan banyak perhatian dari banyak orang, Pellegrini akan selamanya menjadi orang Cile paling populer di Droylsden. Orang non-Eropa pertama yang berhasil memenangi gelar Liga Inggris ini membuat timnya bermain dengan gaya yang membuat banyak orang kagum dan juga memenangi banyak pertandingan (63% di dua musim pertamanya) dan biasanya menampakkan dirinya sebagai sosok yang tenang. Ia mungkin saja akan kembali, dan akan disambut banyak orang dengan baik.

Pages