Blog

David De Gea Tak Lagi Tutupi Kelemahan Manchester United

De Gea jarang menghasilkan penyelamatan untuk timnya musim ini, yang berarti dia tidak lagi mampu menutupi kebobrokan di lini belakang yang sudah ada.

We are part of The Trust Project What is it?

Setelah enam musim ditinggal pensiun Sir Alex Ferguson, Manchester United seperti kesulitan untuk kembali mengklaim trofi Liga Primer Inggris. Jangankan menjadi juara, menembus empat besar saja terasa berat.

Berbeda halnya saat Liverpool kekeringan gelar, pada 1995/96 silam, klub penghuni Anfield itu setidaknya mulai menerima keadaan dan memainkan gaya menyerang dengan mengandalkan Robbie Fowler dan Steve McManaman di bawah arahan Roy Evans.

Hal yang sama tidak terjadi di Old Trafford, padahal tim arahan Jose Mourinho itu punya daya dobrak yang terbilang cukup mengerikan.

United adalah klub yang dahulu dikenal dengan permainan menyerangnya, namun mereka tidak lagi mampu mencetak empat gol atau lebih di sebuah laga Liga Primer sejak partai terakhir Ferguson, sedangkan 14 tim berbeda (di 69 kesempatan) telah mengemas lima gol atau lebih di kompetisi kasta teratas, termasuk Hull City, Stoke City dan Swansea City, yang semuanya sekarang terdampar di Liga Championship.

Alasan utama keterpurukan United musim ini adalah mereka gagal mengulang kekokohan mereka seperti tahun lalu, di mana waktu itu mereka punya lini belakang yang cukup cekatan untuk mengantar klub penghuni Old Trafford itu finis di urutan kedua. Dan, terlihat mencengangkan, karena faktor penyebab kemunduran mereka sekarang adalah kiper David de Gea.

Statistik Kebobolan De Gea

Musim Gol Kemasukan Expected Goals Conceded
2017-18 28 41.2
2018-19 12 9.1

Opta mencatat bahwa De Gea menyelamatkan 13 peluang yang bisa menjadi gol di musim 2017/18 kemarin, dengan ia menampilkan salah satu performa terbaik dalam kemenangan 3-1 atas Arsenal di Emirates Stadium pada Desember 2017.

Jika di musim lalu kiper asal Spanyol itu hanya kebobolan 28 gol dari 37 penampilannya, ia sekarang sudah dibobol 12 kali hanya dari delapan penampilan perdananya di liga, selagi baru mengemas satu clean sheet.

Banyak orang menyebut penurunan performa De Gea, yang sudah berlangsung sejak Piala Dunia 2018 kemarin, disebabkan karena faktor internal di klub. Sampai sekarang saja dia belum mau memperpanjang kontraknya, yang berakhir pada Juni 2019, padahal pihak klub sudah intens merundingkannya selama dua bulan terakhir.

Apabila situasi ini tidak segera ditemukan solusi, De Gea kemungkinan besar tidak lagi bisa diharapkan untuk menjadi juru selamat United.