Wawancara

David Silva: Bergabung dengan Man City Adalah Keputusan Terbaik yang Pernah Saya Buat

David Silva

David Silva bercerita kepada FourFourTwo bahwa ia mau bergabung dengan Manchester City pada 2010 lalu karena usaha spesial yang dilakukan klub ini untuk mendapatkannya.

We are part of The Trust Project What is it?

Mantan pemain Valencia ini sebelumnya pernah gagal saat mendapatkan kesempatan untuk trial di Real Madrid ketika masih sangat muda. Tetapi, setelah peminjaman selama semusim di Eibar dan Celta Vigo, ia akhirnya berhasil menembus tim utama di Mestalla dan menciptakan kerja sama yang hebat dengan David Villa,

Hasilnya adalah, Silva mencetak 21 gol dalam 119 penampilannya di La Liga, dan mencetak 22 asis untuk membuatnya menjadi salah satu pemain paling berharga milik Los Che di masa ketika klub tengah dihajar masalah keuangan.

Meski Barcelona dan Real Madrid sama-sama menginginkannya, Silva pada akhirnya lebih memilih City, yang lewat manajernya ketika itu, Roberto Mancini, telah mengejarnya selama berbulan-bulan.

Berbicara secara eksklusif untuk majalah FourFourTwo edisi Januari 2019, Silva bercerita, "Mereka benar-benar tim yang paling menginginkan saya dan melakukan begitu banyak hal untuk mendapatkannya. Tim-tim lain juga tertarik pada saya, tetapi Mancini telah menghubungi saya jauh sebelum musim berakhir untuk mencari tahu apakah saya mau datang ke sana dan mengatakan bahwa saya adalah salah satu unsur penting dalam rencananya."

"Ketika seseorang melakukan usaha yang begitu besar untuk menunjukkan betapa inginnya mereka mendapatkanmu, Anda harus mengikuti kata hati Anda. Itu adalah keputusan terbaik yang pernah saya buat di dunia sepakbola."

Tak Bisa Berhenti

Sang ahli umpan asal Spanyol ini telah berperan dalam 130 gol Man City dalam 260 pertandingannya di Premier League. Kini, setelah mencetak delapan gol dalam 18 pertandingan pertama di musim 2018/19, ia berada di jalur yang tepat untuk memecahkan rekor pribadinya - yakni 12 gol di musim 2014/15.

Salah satu kunci ketajamannya ini adalah perubahan posisinya yang kini lebih banyak bermain di tengah, dan pemain yang dijuluki 'Merlin' ini memberikan kredit bagi manajernya yang memberikannya ruang untuk menciptakan keajaiban.

"Pep Guardiola memberikan saya posisi di mana kualitas saya paling bersinar," katanya. "Ada perbedaan-perbedaan yang subtil ketika Anda bermain di tengah, tetapi itu jelas posisi terbaik untuk saya karena saya selalu senang mengejar bola."

“Ia tidak pernah benar-benar meminta sesuatu yang berbeda dari saya [sejak ia tiba pada musim panas 2016\. Anda selalu akan mengalami kesulitan ketika ada pelatih baru datang, dan itu juga yang terjadi dengan Pep. Pelatih baru datang membawa filosofi baru, jadi ada hal-hal baru yang harus kami pelajari. Pada akhirnya, semua orang bertanggung jawab untuk mengeluarkan kemampuan terbaik mereka.”

Baca selengkapnya dalam majalah FourFourTwo edisi Januari 2019

Pesan sekarang, atau segera berlangganan!

Temukan feature baru di FourFourTwo.com