Debut Mengesankan Matteo Darmian

Pemain terbaik di pertandingan Manchester United vs Tottenham Hotspur dalam angka yang dipersembahkan oleh aplikasi terbaik kami, STATS ZONE...

Louis van Gaal tidak ingin terlena usai susah payah mengamankan posisi empat klasemen akhir Premier League 2014/15. Tiket Liga Champions berada di genggaman, asalkan mampu menyingkirkan Club Brugge di babak kualifikasi. Lawan yang enteng sebenarnya apabila kita bandingkan dengan nama besar United sendiri apalagi harus menghadapi tim kuat macam Lazio atau Bayer Leverkusen, wakil asal Belgia ini bisa dikatakan satu level di bawah juara Inggris 20 kali ini.

Merombak pemain seperti halnya saat kita masih akrab dengan Tamiya, mobil rakit plus dinamo ini sangat tren bagi anak-anak di periode 90-an. Modifikasi dilakukan agar jagoan bisa lari kencang dan stabil dalam arena pertandingan (maklum jaman itu modifikasi mobil belom tren lagipula harganya masih mahal).

Hal ini juga dilakukan oleh Meneer, ditunjuk oleh manajemen klub menggantikan Ryan Giggs yang hanya beberapa saat merasakan kursi panas. Pemain legendaris United tersebut juga bisa ada disitu karena David Moyes sukses mempermalukan dirinya sendiri.

Darmian sukses menjadi pemain terbaik pilihan suporter United (Sumber foto: Manutd.com)

Salah satu sektor jadi perhatian van Gaal adalah full back. Dalam dirinya ia mencari pemain mampu diposisikan seperti itu ataupun sedikit naik hingga suatu saat coba kembali ke 3-5-2 ada stok pemain bisa digunakan tanpa harus pusing.

Dimana bisa mendapatkan lini pertahanan dengan kualitas prima? Meneer langsung menuju pusatnya tak lain dan bukan adalah Italia. Dengan cerdas ia memilih pemain masa depan gli azzurri, Matteo Darmian. Pemain yang membela Torino ini langsung diboyong untuk mengisi satu tempat di belakang hingga akhirnya membuat Rafael keluar dari Old Trafford.

Laga menghadapi Tottenham Hotspur jadi ujian pertama? Hasilnya sangat memuaskan kendati begitu belum bermain secara penuh lantaran digantikan oleh Valencia 10 menit menjelang waktu normal usai.

Pola Serangan

Berada di kanan Darmian tampil sama baiknya ketika menyerang ataupun bertahan. Walaupun tidak mencatatkan satu tendangan di laga debutnya, namun satu chances created darinya membuahkan gol semata wayang Red Devils. Berada di final third catatan passing ada di 10/13 membuktikan betapa sahihnya pemilik nomor punggung 36. Kemudian dari dua kali usahanya melepaskan umpan silang, berbagi rata, sekali berhasil dan gagal. Mampu ia juga empat kali menyelamatkan si kulit bundar (ball recoveries).

Pola Bertahan

Darah catenaccio tidak bisa luntur begitu saja walau sudah pindah dari tanah kelahiran. 100% konversi tekel jadi bukitnya, berhasil tiga dari tiga kali percobaan. Belum lagi saat clearances hanya dua kali ia tak bisa memenuhi dari lima kali kesempatan, satu diantaranya melalui kepala sukses memberhentikan serangan The Lilywhites.

Secara keseluruhan untuk urusan mengoper bola ia jarang sekali melakukan kesalahan, hanya lima dari angka total 31, sama saja ketika total tersebut diubah ke persentase, akan mejadi 86,1. Bila dipecah dalam tiga bagian lapangan maka menjadi seperti ini 10 ada di zona lawan kemudian 7 di daerah sendiri dan sisanya 14 dilakukan di area tengah permainan, angka tersebut adalah jumlah yang berhasil.

Melihat penampilan seperti itu sejatinya Darmian tidak perlu digantikan oleh Valencia terlebih hanya untuk 10 menit terakhir. Walaupun van Gaal punya pertimbangan sendiri namun ia sudah tidak akan berpaling ke nama lain kecuali yang bersangkutan tidak dapat diturunkan akibat cedera atau larangan bermain.