Derbi Madrid Membuat Media Spanyol Bingung

Tim Stannard melaporkan langsung pertandingan leg pertama, perempat final Liga Champions...

Jika salah satu fans dari Atletico Madrid atau Real Madrid mencari semacam panduan dari harian lokal mengenai apa yang terjadi pada Selasa malam waktu setempat di Champions League, sepertinya yang di dapat hanya omongan yang tidak bijaksana disana.

Seperti apa yang dilihat, beberapa pengamat serta komentator besar tak tahu bagaimana akhir dari pertarungan dua klub ibu kota. “Hasil yang baik untuk kondisi normal, tapi tidak jika lawan adalah Atletico, tim spesialis main jauh dari rumah,” kata mantan pemain Madrid, Manolo Sanchis di Marca.

Di satu sisi, Real Madrid sukses tidak menelan kekalahan serta tampil mengesankan saat babak pertama sebelum tradisi derby berlangsung pada babak kedua.

Bagaimanapun juga dua harian Marca dan AS akan menampilkan halaman depan mengenai Jan Oblak yang mampu menginspirasi Atletico Madrid dalam laga.

Cheers for coming again, Real

Delapan laga sebelumnya ketika Real Madrid sukses mengamankan skor imbang kaca mata di leg pertama, “hasil baik dari paling jelek,” ucap Diego Simeone.

Masih saja, ini kali ketujuh musim ini Real Madrid gagal kalahkan Rojiblancos, pertama dalam 113 tahun. Ada kemungkinan Real Madrid koreksi hal ini karena minggu depan bisa saja catatan tersebut lanjut saat bertemu di Santiago Bernabeu.

“Madrid akan menyesal tak manfaatkan kesempatan, kini kita akan sering mendengar tujuh laga tak bisa kalahkan Atletico,” tulis Alfredo Relano, editor AS pada edisi Rabu. Terlebih, bagi Atletico selalu berhasil lolos ketika leg pertama kompetisi Eropa mencatat hasil tersebut.

Gajah besar sangat sulit tersentuh, kehilangan peluang di menit awal lewat Gareth Bale dan tak tampil seperti biasa bagi Cristiano Ronaldo. Mantan pemain Remengamati Iker Casillas setelah pertandingan saat dirinya mengatakan: “Jika dia mencetak gol maka pertandingan akan berlangsung beda.”

Legenda hidup, Tomas Roncero mungkin paling mendekati komentarnya, menulis di AS menurutnya Atletico seperti petinju di perebutan gelar kelas berat “Mencoba menang dengan mengandalkan poin setelah 15 ronde tanpa sekalipun melontarkan pukulan” salut.

Narked Neymar is in a little trouble

Malam ini giliran Barcelona dengan bertemu PSG, 11 pemain tanpa Zlatan Ibrahimovic. Pemain Swedia diusir keluar lapangan saat jumpa Chelsea fase sebelumnya, tapi juga dalam masa larangan bermain empat pertandingan domestik karena menyindir Perancis, beruntung tak dilempar ke guillotine.

Jelas masih ada talenta berbakat lain dimiliki Laurent Blanc, termasuk Edinson Cavani pemain yang berharap bisa lewati King Zlatan tapi tidak pada Rabu malam waktu setempat.

Barcelona juga memiliki masalah sendiri, Neymar dalam posisi tak aman karena menunjukan bahasa tubuh tak lazim dibalik Luis Enrique karena diganti ketika bertemu Sevilla akhir pekan kemarin. “Saya mengerti semua ingin bermain, tapi saya yang buat keputusan,” keluh sang pelatih.

Pemain Brazil sulit untuk mendapat hukuman, hanya tak masuk dalam starting line up, sayang Pedro juga tak cukup untuk bermain di Parc des Princes. Sesuatu berbeda dibutuhkan oleh tim ini di lini depan jika tidak akan berbahaya bagi sendiri.

PSG vs Barcelona ANALISIS LANGSUNG dengan Stats Zone