Deretan Pesepakbola yang Memilih Karier Ajaib dan Luar Biasa Setelah Pensiun

Curtis Woodhouse: Petinju

Woodhouse (kiri) memiliki karier yang hebat di dunia tinju

Mungkin pertanda bahwa ia tidak pernah ditakdirkan untuk menjadi pemain sepakbola sudah muncul saat Curtis Woodhouse terus menerus pindah klub di masa-masa bermainnya.

Masa terpanjang dirinya dalam satu klub adalah empat tahun bersama Sheffield United, dilanjutkan dengan masa bersama Birmingham City, Rotherham United, Peterborough United, Hull City, Grimsby Town, Rushden & Diamond, Mansfield Town, Harrogate Town, dan Sheffield.

Setelah pensiun, Woodhouse banting setir ke tinju dan ia langsung sukses, dengan 10 kemenangan secara beruntun.

Statistik karier Woodhouse terus bertahan dengan 22 kemenangan dan hanya tujuh kali kalah dan ia sudah memenangi beberapa gelar di kelas welterweight.

Kakha Kaladze: Politisi

Kaladze, salah satu kandidat kuat untuk menjadi perdana menteri suatu hari nanti

Kakha Kaladze bukanlah atlet pertama yang memasuki dunia politik setelah gantung sepatu, walaupun ia melakukannya dengan begitu banyak perbedaan dengan yang lain.

Ia membantu menjalankan perubahan yang cukup signifikan di sektor energi Georgia dan sangat terlibat dalam perkembangan energi yang bisa didaur ulang

Muncul dari negara kecil bernama Georgia, Kaladze menjadi terkenal di Italia dan menjadi bagian lini belakang perkasa AC Milan yang dipimpin oleh legenda mereka, Paolo Maldini.

Ia terlibat di politik melalui partai Dream-Democratic Georgia yang dibentuk oleh milyuner Bidzina Ivanishvili di tahun 2012, partai ini sukses merekrut sang bek tengah untuk masuk ke dunia politik.

Kaladze dijadikan wakil Perdana Menteri sekaligus juga Menteri Energi. Ia membantu menjalankan perubahan yang cukup signifikan di sektor energi Georgia dan sangat terlibat dalam perkembangan energi yang bisa didaur ulang, terutama dalam hubungannya dengan angin dan sumber tenaga secara hydro-elektris.

Bisakah suatu saat nanti kita menyaksikan mantan pemain sepakbola ini menduduki kursi tertinggi di parlemen?