Dhurgham Ismail: Pemain Muda Irak yang Berusaha Menaklukkan Eropa

Seorang bintang bonafid di usia baru 21 tahun, Dhurgam ismail sudah mencapai cuku banyak hal bersama klub dan negaranya. Seorang pemain irak yang langka karena bermain di Eropa, apakah kepindahan ke salah satu liga besar di Eropa akan segera dikantonginya? Scott McIntyre menginvestigasi...

CERITA 60 DETIK

FAKTA DIRI

  • Lahir: 23 Mei 1994
  • Tempat lahir: Amarah, Maysan, Irak
  • Tinggi: 178cm
  • Posisi: Bek kiri
  • Klub saat ini: Rizespor (Turkey)

Salah satu dari hanya segelintir pemain Timur Tengah di liga top Eropa, dan baru saja berulang tahun yang ke-21, pemain sayap kiri asal Irak ini dianggap sebagai salah satu prospek terbaik yang muncul dari negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Menandatangani kontrak sebagai pemain pinjaman dengan klub divisi utama Turki, Rizespor, pada awal musim ini, dia sedang berupaya menjadi pemain reguler untuk klub yang berbasis di tepi Laut Hitam tersebut.

Sebuah tendangan bebas khasnya menandai debutnya untuk tim nasional Irak di usia yang baru menginjak 18 tahun melejitkan namanya ke level Asia dan ia dengan suara bulat terpilih sebagai pemain terbaik Irak di Piala Asia tahun lalu, di mana golnya dari titik putih membantu negaranya menuju ke semifinal. 

MENGAPA ANDA PERLU MENGENALNYA

Irak memiliki tradisi yang bagus untuk memproduksi pemain yang sangat berbakat, dan sangat bagus secara teknis berbakat, yang entah kenapa gagal untuk mencapai potensi mereka di liga-liga besar di luar Timur Tengah.

Dhurgham adalah contoh klasik dari generasi baru pemain multi-talenta

Namun sekarang, dengan keberhasilan Ali Adnan (ironisnya ia juga seorang bek kiri yang juga memulai karir di Eropa dengan Rizespor) di Udinese, pencari bakat dan klub di Eropa akhirnya mulai memperhatikan para pemain muda berbakat yang muncul dari salah satu kawasan penghasil bakat mentah terbaik.

Dhurgham adalah nama tenar di tanah airnya sejak masa remajanya dan, sebelum menandatangani kontrak sebagai pemain pinjaman yang mengirimnya ke Turki, ia membantu membawa tim asal Baghdad, Al Shorta, untuk meraih gelar liga di 2012-13 dan 2013-14.

Hebatnya dia mencetak gol di masing-masing enam laga liga terakhirnya sebelum kepindahannya ke Eropa dan sebagai bek yang telah sukses dan memiliki kemampuan mengeksekusi bola mati, dia sangat memenuhi syarat dari seorang fullback menyerang modern.

KEKUATAN

Dhurgham adalah contoh klasik dari generasi baru pemain multi-talenta - secara teknis luar biasa, kuat, dinamis, dan mampu beroperasi baik sebagai pemain sayap kiri atau peran yang mungkin akan diperankannya dalam jangka panjang, sebagai fullback kiri.

Dia memiliki kemampuan aerobik yang luar biasa yang memungkinkan dia untuk naik turun di sayap kiri, baik dalam situasi satu-lawan-satu di mana ia bisa mengalahkan lawan dengan kecepatan, menggiring bola atau tipuan dan seorang eksekutor tendangan bebas dan penalti yang luar biasa. Dalam laga penuh tekanan di perempat final Piala Asia ia mencetak dua gol pada menit-menit terakhir dan kemudian dalam adu penalti, ketika ada pilihan yang jauh lebih berpengalaman ketimbang pemain 20 tahun ini, tak seorang pun menduga ia akan menjadi pengambil tendangan pertama.

KELEMAHAN

Seorang pemain yang telah berganti-ganti posisi antara lini tengah dan pertahanan sebelum menetap di lini pertahanan di level klub, kemampuan bertahan dan kesadaran posisionalnya mungkin belum berada pada level yang dibutuhkan untuk kompetisi yang lebih tinggi. Tapi dengan reputasi sebagai seorang pekerja keras, itu merupakan aspek dari permainan yang bisa Anda harapkan akan mengalami banyak kemajuan dalam beberapa musim mendatang.

Sudah ada sejumlah klub lain di Asia yang mempertimbangkan untuk merekrut bek yang sangat berbakat ini

MEREKA MENGATAKAN

"Bek kiri Irak ini adalah salah satu bintang baru dalam turnamen, membuat sesama bintang muda Ali Adnan keluar dari starting line-up dan bermain bagus di setiap pertandingan; memiliki kualitas dalam serangan seperti saat beroperasi dalam pertahanan, pemain Al Shorta ini ditakdirkan untuk hal-hal yang lebih besar. "- Koran UEA, Sport 360, yang menunjuk Dhurgam dalam Tim Terbaik Piala Asia versi mereka.

TAHUKAH ANDA

Dilaporkan bahwa sang pemain harus membayar 'suap' yang cukup besar - dalam jumlah puluhan ribu dolar - untuk mantan presiden klubnya di Irak untuk mewujudkan kepindahannya ke Turki setelah Sertifikat Transfer International (ITC) miliknya ditahan untuk 'alasan yang tidak diketahui'.

APA YANG TERJADI SELANJUTNYA

Saat ini menetap di Turki, Rizespor diprediksi akan mempermanenkan statusnya dari pemain pinjaman jika berhasil menghindar dari degradasi musim ini. Tapi sudah ada sejumlah klub lain di Eropa yang mempertimbangkan untuk merekrut bek yang sangat berbakat ini.

Klik di sini untuk membaca tentang daftar 50 pemain terbaik Asia FourFourTwo • Temukan semua konten 50 pemain terbaik Asia di sini