Dilema PS Mojokerto Putra: Bisakah Mereka Benar-Benar Bermain di Liga 1?

Ada realita yang sulit yang harus dihadapi PS Mojokerto Putra jika mereka benar-benar promosi ke Liga 1 Indonesia: bisakah mereka tetap bermain di kandang sendiri?

Satu klub asal Jawa Timur, tepatnya dari Kabupaten Mojokerto, yakni PS Mojokerto Putra sukses membuat kejutan di ajang Liga 2 2017. Setelah menampilkan performa luar biasa yang membuat mereka lolos ke babak 16 besar, baru-baru ini Laskar Mojopahit – julukan Mojokerto Putra – kembali membuktikan bahwa skuat asuhan Redi Suprianto itu bukanlah tim penggembira semata.

Kendati sempat dijegal oleh Madura FC, Djayusman Triadji dkk berhasil mengunci satu slot ke babak 8 besar. Bahkan, Mojokerto Putra menyelesaikan babak grup sebagai pemuncak klasemen. Hal ini tentu disambut suka cita oleh seluruh pecinta klub yang didirikan pada tahun 2001 silam, tak terkecuali MP Mania, basis pendukung klub yang bermarkas di Stadion Gajahmada Mojosari tersebut.

Tapi siapa sangka? Ternyata keberhasilan Mojokerto Putra menembus babak perempat-final justru membuat mereka berada dalam dilema. Di satu sisi, semua pihak bersorak atas hasil yang menakjubkan ini, akan tetapi di sisi lain para pendukung pesimis soal peluang Mojokerto Putra bermain di kandang sendiri andai benar-benar lolos ke kasta tertinggi kompetisi nasional, Liga 1.

Wahyu Agus, pemimpin redaksi www.elkosongsiji.com, media pemberitaan MP Loyalis 2001, kelompok suporter PS Mojokerto Putra, mengemukakan fakta bahwa selama ini dirinya beserta rekan-rekan pendukung mencoba bersikap realistis dan tidak muluk-muluk untuk mengejar Liga 1. Mengingat kondisi Stadion Gajahmada Mojosari dinilai jauh dari kata layak untuk menggelar pertandingan-pertandingan profesional.

Stadion Gajahmada Mojosari | Foto: www.ps-mojokertoputra.com

“Kami ini sebenarnya tidak menolak kalau PSMP naik kasta. Tapi kami realistis jika memang di Liga 1, semua aspek harus dibenahi.” ujarnya pada FourFourTwo Indonesia.

Ternyata keberhasilan Mojokerto Putra menembus babak perempat-final justru membuat mereka berada dalam dilema

“Kami sudah berusaha agar stadion yang menjadi syarat utama di Liga 1 harus direhab total. Tapi sampai saat ini belum ada pergerakan ke arah sana. Jika nanti lolos sekalipun, di mana kami bermain? Kami tak mau sampai masyarakat Mojokerto harus melihat timnya dari jauh.”

“Sekali lagi, kami tidak menolak, kami hanya bersikap realistis saja dengan kondisi yang ada. Jika nanti lolos ke Liga 1 ya kami berharap klub bisa tetap bermain di Mojokerto. Kami sebenarnya juga ingin melihat klub kebanggaan kami berprestasi, tapi ya mau bagaimana lagi? Kami cuma bisa mendukung sebisanya,” imbuh Agus.

Perlu untuk diketahui, kondisi Stadion Gajahmada Mojosari saat ini memang cukup memprihatinkan. Mulai dari kondisi rumput yang di bawah standar hingga tribun penonton yang kebanyakan sudah ditumbuhi tanaman liar.

Kondisi lapangan Stadion Gajahmada yang menyedihkan | Foto: www.ps-mojokertoputra.com

Bahkan, menurut laman PS Mojokerto Putra (ps-mojokertoputra.com), stadion kebanggaan masyarakat Mojokerto tersebut sempat mengalami krisis air. Hal itu kemudian membuat kontur lapangan di Stadion Gajahmada menjadi tidak bisa ditumbuhi rumput yang berimbas pada tidak lancarnya aliran bola.