Dukung dan Lihat Apa Yang Akan Dilakukan Van Gaal Bersama Manchester United

Dua musim terakhir prestasi Manchester United tak kunjung membaik, semua ini terjadi pasca pensiunnya Sir Alex Ferguson. Pelangi Gunawan dari United Indonesia mengeluarkan kata hatinya dalam tulisan yang dia persembahkan bagi para pendukung Manchester United di seluruh Indonesia...

Penutupan bursa transfer musim ini bagi suporter Mancheter United semakin menegaskan era baru di bawah kepemimpinan Louis Van Gaal. Suporter United seakan diajak naik dalam rollercoaster perasaan saat nama-nama seperti Jonny Evans, Chicharito hingga Robin Van Persie masuk dalam daftar nama "cuci gudang" pemain yang dilepas ke klub lain. Belum lagi drama David De Gea yang sejak akhir musim lalu dikabarkan menginginkan keluar dari Old Trafford dan bergabung bersama tim yang dulu menjadi lawan abadi klub lamanya, Real Madrid.

Tidak hanya di kisah cinta, sepakbola pun tak lepas dari romantisme. Momen-momen seperti gol Chicha ke gawang Stoke, kemampuan Jonny di barisan belakang hingga momen gelar ke-20 yang diberikan oleh SAF, semua akan berkelebat dalam pikiran para suporter Manchester United dan mengajak mereka kembali ke waktu saat mereka semua merayakan momen-momen tersebut dengan cara mereka masing-masing dan meraung dalam hati saat mengetahui nama-nama tersebut dilepas.

Banyak fans United yang sedih melihat Chicharito dijual ke Bayer Leverkusen (Sumber: ch14_instagram)

Mungkin saja Louis Van Gaal seorang yang romantis dan ingin menulis kisah indahnya di Old Trafford dengan warna barunya dan lepas dari semua bayang-bayang indah masa lalu Manchester United. Dengan dilepasnya banyak nama dan membeli pemain yang diharapkan dapat membawa kesegaran dalam tim dengan menyisakan Rooney dan Carrick sebagai pilar, Louis Van Gaal berharap dapat mengambil hati para suporter. Hanya saja yang dihadapi sang meneer adalah suporter Manchester United yang hampir selalu dimanja dengan hasil yang indah.

Setelah hanya bisa menang tipis yang salah satunya menang akibat gol bunuh diri dan imbang, para suporter United berteriak dalam keputusasaan saat timnya lagi-lagi dikalahkan oleh Swansea City untuk ketiga kalinya sejak musim lalu dengan skor 2-1, kekalahan yang terjadi di laga kompetitif ke-50 sang meneer bersama United. Apa yang terjadi? Masuknya nama-nama di season 2015-2016 seperti Depay, Schneiderlin, Darmian hingga Bastian (yang akhirnya berlabuh setelah bertahun tahun hanya menjadi isu) diharapkan dapat mengembalikan kejayaan United, namun hasil sejauh ini tak sesuai dengan ekspektasi.

Dan apakah pembelian nama baru Martial, yang membuat para suporter mengeluarkan banyak pertanyaan tentang dia, ditambah ketika semua mengetahui bahwa harga 36 juta poundsterling adalah harga yang harus dibayarkan Setan Merah untuk mendatangkan pemain 19 tahun yang digadang-gadang sebagai the next Thierry Henry tersebut, apakah pergerakan transfer United ini adalah sebuah panic buying dari Manchester United? Hanya waktu yang bisa menjawabnya, dan membahas embel-embel tersebut, para suporter tentu langsung teringat David Bellion yang dahulu juga dilabeli the next Thierry Henry dan kita tahu kelanjutan karirnya di dunia sepak bola seperti apa.

Era baru Manchester United bersama Louis Van Gaal

Apakah ini adalah langkah desperate United setelah gagal mendapatkan Pedro yang berhasil didapatkan oleh Chelsea 'hanya' dengan 19 juta poundsterling? Apakah kini nama besar Manchester United tidak mempunyai nilai tawar sehingga City pun mampu menyalip United untuk mendapatkan tanda tangan Otamendi yang saat itu diberitakan berhasrat untuk bergabung dengan juara 20 kali Premier League ini? hingga dicemooh oleh pendukung Valencia?

Semua itu memicu reaksi suporter yang beragam. Dari yang sabar, marah, misuh-misuh hingga berkomentar LVG Out yang membuat tertawa namun sedih. Tapi setiap orang punya caranya sendiri. Mungkin saat ini Manchester United meminta kita untuk sedikit bersabar karena perubahan tentu perlu berbagai penyesuaian dan dukungan dari para suporter.

“I have said from the beginning – I have no shouted – ‘we shall be the champion.’ We need time to build up a new team, and that cannot be in on one day It’s a process, and the process is starting now.” ucap Louis Van Gaal saat ditanya tentang gelar. Ya, semua pasti butuh proses dan waktu tentunya.

Saatnya United menata diri kembali dan fokus untuk meraih hal yang lebih besar lagi, berbicara lebih banyak lagi dengan diiringi support dari kita semua. Semua yang terjadi dalam bursa transfer musim panas ini pastinya akan menjadi pembelajaran sendiri bagi supporter dan Manchester United sendiri. Biarkan waktu untuk menulis momen baru lagi yang akan dikenang. Bab baru kini sedang ditulis dan semoga setiap sedih, tawa, tangis dan air mata yang tercipta pada akhirnya akan membawa senyum saat mengingat semua yang terlalui.

Dalam nama Best, Law dan Charlton sang trinitas suci Manchester United, amin.

Bisakah Manchester United mendapatkan dua gelar ini kembali di era Van Gaal?