Kisah

Egi Melgiansyah: Ke Mana Bakat Besarnya Sekarang?

We are part of The Trust Project What is it?

Dari banyaknya faktor yang bisa menyebabkan Egi menjadi seperti itu, cedera ternyata menjadi faktor utamanya. Saat ia memperkuat Persija pada tahun 2014 lalu, ia mengalami cedera lutut parah. Saat itu, setelah berduel dengan Bambang Pamungkas, penyerang Pelita Bandung Raya, ia salah tumpuan. Lutut kirinya kemudian memberontak, Egi meringis kesakitan.

Cedera itu kemudian membuat Egi menepi selama beberapa bulan. Meski begitu, setelah ia kembali, ia terlihat berbeda. Kemampuan olah bolanya jauh menurun, keberaniannya dalam melakukan duel tak lagi terlihat, dan visi bermainnya juga tak sebaik sebelumnya. Penyebabnya: Lutut kirinya ternyata masih belum mampu bekerja sebagaimana mestinya.

Cedera saat di Persija membuat kariernya berhenti berkembang

Menyoal cedera lututnya itu, Egi kemudian menyesali pilihannya dalam melakukan proses penyembuhan. Saat itu, ia sebenarnya mempunyai dua pilihan: melakukan operasi atau melakukan penyembuhan sendiri. Egi memilih opsi yang kedua, tetapi hasilnya jauh dari apa yang diharapkannya.

"Sebenarnya, dulu saya ingin operasi. Namun, karena takut, saya akhirnya memilih menjalani pemulihan sendiri. Kalau saya bisa memutar waktu, keputusan tidak menjalani operasi itu adalah hal yang saya ingin ubah," kata Egi.

Namun, penyesalan tentu saja tidak akan berguna. Jika saat itu ia menjalani operasi, mungkin ia bisa kembali seperti semula, mungkin juga tidak. Egi sadar akan hal itu. Dan oleh karena itu, yang bisa ia lakukan saat ini adalah tetap berusaha untuk bermain sebaik-baiknya. Biar bagaimanapun, ia masih berusia 27 tahun, usia yang jauh dari tua sebagai seorang pesepak bola profesional. Dan yang lebih penting, ia masih mempunyai cita-cita untuk bisa kembali bermain di level tertinggi sepak bola Indonesia.

"Saat ini, tujuannya adalah membuktikan bahwa saya bisa lebih baik lagi dan mengangkat nama agar ke depannya bisa kembali memperkuat tim di Liga Super (saat ini Liga 1)," kata Egi menyoal motivasinya pada tahun 2016 lalu.

Ya, selamat berjuang, Egi!

Temukan feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com