Eksklusif Asia 50: Ki Sung-Yueng

Ki Sung-yueng sangat gembira dengan performa para pemain Asia di seluruh dunia selama 12 bulan terakhir dan merasa Asia membuat perkembangan yang serius di sepakbola internasional.

Untuk tahun kedua secara beruntun, gelandang Swansea City, Ki, berada di posisi ketiga dalam daftar tahunan FourFourTwo Asia 50, hanya di belakang striker Leicester City, Shinji Okazaki, dan penyerang Tottenham Hotspur, Son Heung-min.

Ki, yang terpilih sebagai pemain terbaik Swansea musim 2014/15 versi suporter, mengakui bahwa ia memang gagal mempertahankan levelnya musim itu di musim ini.

Jadi ia merasa sangat gembira bisa finis di belakang Okazaki dan Son.

"Pertama-tama, saya selalu sangat bangga pada para pemain Asia lainnya yang bermain di Eropa karena mereka selalu menantang diri mereka sendiri," kata Ki kepada FourFourTwo.

“Son dan Okazaki telah bermain baik musim ini dan mereka mencoba memenangkan gelar Premier League, yang mana tidak mudah bagi pemain Asia."

Ia berharap bisa bangkit untuk The Swans musim depan

“Park Ji-sung sudah merebut beberapa medali juara dari Manchester United, tetapi saya pikir peluang ini bagi mereka sangat bagus bagi karier mereka dan kemudian mereka bisa menjadi pemain yang lebih baik dan mereka juga bisa bermain lebih baik untuk tim nasional mereka."

"Saya hanya penasaran siapa di antara mereka yang akan memenangi liga.”

Performa Ki musim ini sangat mirip dengan performa Swansea. Klub tersebut bertarung di zona degradasi di awal musim, tetapi kemudian menemukan performa mereka setelah pergantian tahun dan kini duduk di posisi 15 dan bertahan di liga ini.

“Saya sangat gembira (bisa berada di posisi ketiga di Asia 50)," kata Ki. "Ini adalah kehormatan besar sebagai pemain Asia yang bermain di Eropa dan juga mewakili negara saya selalu merupakan kegembiraan."

"Tetapi saya pikir ini bukan musim yang bagus bagi saya. Saya mendapatkan banyak cedera dan performa kami tidak sebagus musim lalu. Juga ada ketidakberuntungan."

"Saya pikir semua itu bergabung sehingga musim ini kurang memuaskan, tetapi sebagai pesepakbola kami bisa mengalami musim yang buruk, maka kami akan mendapatkan musim yang sangat bagus di musim berikutnya."

"Saya perlu memikirkan apa yang salah musim ini dan bersiap meningkatkan diri saya sebagai seorang pemain.”

Meski ini bukanlah musim yang mengecewakan secara keseluruhan, Swansea masih mendapatkan beberapa kemenangan bagus, terutama di paruh kedua musim.

Gol Gylfi Sigurdsson sudah cukup untuk memberikan The Swans kemenangan pertama di Premier League atas juara bertahan Chelsea bulan lalu, sementara mereka juga mampu mengalahkan Arsenal 2-1 di Emirates Stadium pada awal Maret.

“Saya pikir kami bermain sangat baik melawan tim-tim besar," kata Ki. "Saya tidak tahu kenapa."

Okazaki dan Son bertarung untuk gelar juara EPL musim ini

“Chelsea mendapatkan banyak masalah cedera tetapi kami tetap memainkan sepakbola yang sangat bagus dan kami juga memiliki peluang lainnya untuk menang atas tim-tim yang lebih baik."

“Menang atas tim-tim besar (big four) selalu menyenangkan. Saya pikir ini adalah pertama kalinya kami mengalahkan Chelsea di liga, jadi ini hebat.”

Jika saya akan bermain di liga lain maka mungkin Jerman atau Spanyol dan kemudian mungkin Amerika

Kontrak Ki di Swansea masih sampai 2018 dan ia menikmati masa-masanya di Inggris.

Tetapi FourFourTwo bertanya pada pemain berusia 27 tahun ini apakah ada liga-liga lainnya yang ingin ia coba sebelum kariernya berakhir.

"Ketika saya muda saya bermimpi bermain di La Liga, tetapi tidak ada kesempatan bermain di sana," katanya.

"Sekarang saya tidak lagi berusia 21, 22 tahun, jadi jika saya bermain di liga lainnya mungkin Jerman atau Spanyol dan mungkin Amerika - mereka memiliki standar liga yang bagus di sana dan fansnya pun bagus."

“Itu sangat atraktif jadi mungkin jika ada kesempatan, saya ingin mencoba ke sana."

Selain kehebatannya di level klub, Ki juga merupakan anggota penting tim nasional Korea Selatan.

Ki menikmati perannya sebagai kapten Korea Selatan

Korea Selatan menikmati perjalanan tanpa kekalahan dalam babak kualifikasi Piala Dunia mereka sejauh ini, dengan mencetak 27 gol tanpa balas dalam delapan pertandingan untuk memenangkan grup mereka dengan mudah.

The Taeguk Warriors telah menjadi negara sepakbola superpower di Asia selama beberapa tahun terakhir dan mereka memiliki talenta-talenta besar yang terus muncul.

Ki memberikan pendapatnya soal ppotensi skuat tim nasional saat ini, yang akan menghadapi Iran, Qatar, Suriah, Tiongkok, dan Uzbekistan di fase terakhir babak kualifikasi ke Rusia 2018.

"Kami perlu meningkatkan diri kami lebih jauh lagi karena kami akan bertemu tim-tim yang lebih kuat di babak terakhir kualifikasi," katanya.

"Tetapi generasi yang lebih muda muncul dengan cepat dan saya sangat menantikan untuk bermain bersama mereka."

Saya ingin lolos ke babak 16 besar Piala Dunia – itu akan menjadi target yang besar

“Ada dua pemain di Liga Korea - Lee Jae-sung di Jeonbuk Hyundai dan Kwon Chang-hoon di Suwon. Kedua pemain ini memiliki potensi yang besar dan mereka masih muda."

"Mungkin mereka perlu pengalaman lagi, tetapi jika mereka mendapatkan kesempatan bermain di Eropa, saya pikir mereka akan meningkat dengan sangat cepat..”

Kedua pemain masuk dalam daftar Asia 50 tahun ini, dengan Kwon berada di posisi ke-20 dan Lee, yang juga gelandang, berada di posisi ke-33.

Ki telah menikmati momen-momen terbaik bersama tim nasional, dengan tampil di dua Piala Dunia dan memenangi medali perunggu di Olimpiade 2012, dan kami bertanya padanya soal momen terbaik dari kariernya sejauh ini.

"Saya pikir medali perunggu," katanya. "Kami (Korea) belum pernah memenangkan medali apapun selama 60 tahun tetapi kami mengalahkan Inggris di Inggris, jadi itu adalah salah satu momen terbaik dalam karier sepakbola saya."

“Saya ingin lolos ke babak 16 besar Piala Dunia - itu akan menjadi target yang besar, tetapi sangat sulit."

“Seperti di Olimpiade, orang-orang tidak berpikir kami akan memenangi medali perunggu, jadi Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di sepakbola. Kami hanya harus bekerja keras untuk mencapai target lainnya.”

Terima kasih untuk deputi digital editor FourFourTwo UK, Gregor MacGregor