Eksklusif Bersama Indra Sjafri: Tentang Tahun Pertamanya di Bali United

Bali United telah melalui tahun pertamanya bersama sang pelatih ikonik, Indra Sjafri. Bagaimana perjalanan mereka sejauh ini? Apa yang terjadi sehingga prestasi mereka sempat menurun setelah Piala Presiden lalu?

Indra Sjafri sukses membawa Bali United melenggang ke babak semifinal Piala Bhayangkara 2016 setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas PS Polri, Minggu (27/3), lewat gol yang dilesakkan oleh Yabes Roni Malaifani. Hasil ini pun membuat komentar-komentar miring yang kerap ia terima sejak Serdadu Tridatu mengalami penurunan performa termentahkan. Bahkan, pelatih kelahiran Padang tersebut berani mengatakan jika ia dan timnya akan meraih gelar juara di turnamen ini.

Yudha Prastianto dari FourFourTwo Indonesia menemui eks pelatih timnas U-19 tersebut unttuk berbincang-bincang terkait kinerja Bali United di satu tahun pertamanya…

Selamat pagi coach! Selamat untuk lolosnya Bali United ke babak semifinal Piala Bhayangkara…

Iya, terima kasih.

Setelah penampilan luar biasa yang ditunjukkan di Piala Presiden 2015 lalu, Bali United justru menunjukkan performa yang menurun. Kritik dari Semeton Dewata pun mulai mengalir deras; ada yang meminta agar coach Indra tak lagi berjudi dengan menurunkan pemain yang berbeda di setiap laga dan sebagainya. Bagaimana tanggapan coach dengan hal tersebut?

Mereka yang menilai itu adalah orang awam, mereka tak punya parameter yang jelas untuk mengukur naik atau turunnya performa sebuah tim. Jadi begini, untuk membangun sebuah tim yang solid kami butuh orang-orang yang punya visi dan misi yang sama. Setelah Piala Presiden kan beberapa orang (pemain) keluar karena tidak cocok dengan hal yang berbau teknis dan non-teknis di Bali United, itu yang membuat pondasi sebelumnya terganggu.

Masuknya pemain baru membuat kami mengulang dari awal dalam membangun pondasi tim. Sekarang pun terlihat, mulai dari Piala Jenderal Sudirman sampai Piala Bhayangkara ini anak-anak menunjukkan performa yang meningkat lagi.

Apakah coach mendapat dukungan penuh dari manajemen meski performa Serdadu Tridatu menukik tajam? Dukungan yang seperti apa?

Manajemen jelas mendukung upaya saya, karena sebelum saya menerima pekerjaan di Bali United, saya dengan owner (Yabes Tanuri) sudah membahas soal visi dan misi untuk ke depannya. Contohnya, mulai saat ini (tahun kedua) kami telah menyodorkan kontrak jangka panjang terhadap 12 pemain dan kontrak jangka pendek untuk 10 pemain. Pemain yang mendapat kontrak jangka pendek itu nanti masih kami lihat, mereka cocok atau tidak di sini. Menurut kami, melihat performa pemain itu minimal satu musim.

Keseriusan manajemen terhadap sepakbola juga terlihat dari program-program seperti gerakan sejuta bola, school to school, coaching clinic gratis dll. Itu salah satu langkah kami mendekatkan diri dengan fans dan juga masyarakat sepakbola. Karena dua hal yang buat sebuah klub terangkat, yaitu dari sisi rating televisi dan juga sisi prestasi.

Coach ditugaskan untuk mengembangkan klub secara jangka panjang. Kira-kira butuh waktu berapa lama untuk Bali United bisa bersaing meraih gelar juara?

Dalam lima tahun masa bekerja saya, barulah di tahun ketiga saya berani bicara soal tahun prestasi yang permanen. Artinya… bukan juara di musim ini lantas di musim selanjutnya menghilang, bukan seperti itu. Dengan susunan manajemen dan juga pemain-pemain yang solid, maka hal tersebut bisa kami mulai dari tahun yang kedua ini.

Mari bicara prestasi permanen di tahun ketiga Bali United nanti