Eksklusif: Pemain Football Manager yang Mewujudkan Mimpinya di Dunia Nyata

Lelah karena sudah memenangkan semua trofi virtual yang bisa ia menangkan di Football Manager, Jerald Tan memutuskan untuk terjun ke dunia manajemen sepakbola betulan di dunia nyata, — dan memenangkan empat gelar sekaligus bersama Albirex Niigata (S). Ia bercerita tentang kariernya yang luar biasa bersama FourFourTwo…

Seperti para fans berat sepakbola di seluruh dunia lainnya, hidup Jerald Tan dipenuhi dengan permainan yang indah ini.

Setiap akhir pekan, pria 22 tahun ini biasa bermain sepakbola bersama para sahabatnya dan menyaksikan pertandingan Premier League di televisi.

Pada bulan Desember 2015, ia melihat iklan di Facebook dari sebuah tim S.League, Albirex Niigata (S), yang menawarkan pekerjaan di klub ini

Tapi satu hal dari sepakbola yang benar-benar membuatnya sibuk adalah menjadi manajer tim Yunani, Panathinaikos, di salah satu game simulasi sepakbola paling populer: Football Manager.

Murid Singapore Institute of Managemen (SIM) ini menghabiskan berjam-jam setiap harinya memainkan game ini, mengubah skuat yang ia miliki dan melakukan transfer pemain senilai jutaan dolar.

Tapi setelah memenangi lima trofi Superleague di Yunani, empat Liga Champions, dan empat Piala Dunia Antar Klub, Tan (foto atas, paling kiri) menginginkan tantangan yang lebih nyata.

Lalu, pada bulan Desember 2015, ia melihat iklan di Facebook dari sebuah tim S.League, Albirex Niigata (S), yang menawarkan pekerjaan di klub ini.

Tan pun tidak perlu berpikir banyak untuk mencoba kesempatan ini.

Tan menjadi bagian dari skuat Albirex yang sukses luar biasa di Singapura

“Jika anda berbicara soal pengalaman sebagai manajer, saya punya banyak sekali di Football Manager," ucapnya ke FourFourTwo.

“Saya sama sekali tidak tahu bagaimana cara menjalankan sebuah tim, tapi saya selalu tertarik bagaimana pelatih papan atas semacam (Jose) Mourinho dan (Antonio) Conte mengurus pemain mereka."

Seperti orang tua Singapura lainnya, mereka tidak setuju saya keluar dari sekolah demi pekerjaan ini

Dua sesi wawancara - yang pertama dengan Manajer Umum klub, Koh Mui Tee, dan yang kedua dengan pemimpin klub, Daisuke Korenaga - sudah cukup untuk membuat Tan diterima menjadi asisten manajer tim terbaru di Albirex. Ia mengambil alih posisi sebagai salah satu eksekutif di klub ini.

“Saat datang ke wawancara, saya gugup sekali karena tidak tahu akan seperti apa."

“Tapi setelahnya, saya percaya diri bisa mendapatkan pekerjaan ini karena kami pada akhirnya dengan santai membicarakan peluang Liverpool di liga selama setidaknya setengah jam," ucap fans Manchester United ini.

"Saat Korenaga menawari saya kontrak, rasanya seperti tidak nyata dan sayapun siap menjalani mimpi saya sejak kecil."

Untungnya, Tan sudah meminta cuti selama enam bulan dari sekolahnya hanya beberapa pekan sebelum mengambil pekerjaan ini.